<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661</id><updated>2012-01-24T09:39:50.875-08:00</updated><category term='Syair'/><category term='ABUL FATH'/><category term='Taskiyatun Nafs'/><category term='Sultan Haji'/><category term='Silsilah'/><category term='Dalem Cicondre'/><category term='Prabu Siliwangi'/><category term='Silsilah Akbar'/><category term='Wali Qutub'/><category term='Ma&apos;rifatul Insan'/><category term='Sultan Muhammad Syifa'/><category term='Mbah Anda'/><category term='Jayasasana'/><category term='Hikayat'/><category term='Syi&apos;ar'/><category term='Dalem Tumenggung Natanagara'/><category term='Wiratanu IV'/><category term='Syekh Syarif Hidayatulloh'/><category term='Al-Husain'/><category term='La Tahzan'/><category term='At-Tadbiniyyah'/><category term='Dalem Garut'/><category term='Dalem Tarikolot'/><title type='text'>Silsilah Wasilah</title><subtitle type='html'>Nyukcruk galur mapay laratan..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-7449361668052362715</id><published>2010-06-21T19:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T19:01:02.538-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silsilah Akbar'/><title type='text'>Silsilah Akbar Dalem Cikundul-Cirebon dan Banten</title><content type='html'>Assalamu'alaikum Wr.wb.&lt;br /&gt;Alhamdulliah hari ini kita masih diberi waktu untuk menghirup udara dunia yang makin hari semakin kotor oleh debu zaman yang terus melesat menuju kehancuran, menuju waktu yang di tetapkan yaitu hari kiamat. Semoga kita semua masih tetap berpegang teguh pada akidah kita yaitu islam, islam ahlussunnah waljamaah yaitu satu-satunya islam yang dipilih dan dijamin selamat didunia umumnya dan diakhirat khususnya. Amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, hamba yang dha'if dan selalu berbuat salah meminta maaf kepada para ikhwan yang berkunjung ke blog sederhana ini, karena telah mengabaikan semua komentar, permintaan dan unek-uneknya disini..semoga saudara semuanya dapat memaafkan dengan tulus dan saya berterimakasih karena para ikhwan telah bersabar menunggu dan tetap berkunjung kesini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menyangka bahwa ternyata banyak sekali permintaan silsilah bagan yang telah saya simpan disini tapi kurang begitu jelas menurut sebagian ikhwan yang kebetulan mengunduhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ikhwan ketahui bahwa Silsilah bagan ini saya buat dengan segenap kekurangan, namun tentu dengan penuh kehati-hatian, karena saya yakin para sepuh yang membuatnya pertama kali tidak menuliskannya begitu saja tapi dengan riwayat yang sebenarnya walaupun saya sendiri terkadang bertanya seakurat apa silsilah ini..Wallohu'a'lam.. Hanya alloh yang maha mengetahui kebenaran yang sebenar-benarnya, saya hanya mengimani bahwa mereka pernah ada dan meyakini silsilah ini benar adanya atas dasar satu hal saja, yang mungkin tidak begitu kuat untuk dijadikan hujjah atau pembelaan.. Yaitu,Silsilah ini dibuat oleh Buyut saya Alm. Rd. Puradinata Bin Rd. H. Abubakar, bertempat di Nagrak-Cibadak-Sukabumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri tidak menggunakan gelar Rd. (Raden), karena menurut beliau (Rd. Muhammad Ridwan bn Rd. Hasbulloh) om saya, gelar Raden berlaku bagi putra atau putri dari ayah yang bergelar Raden, namun tidak memutuskan darah biru bagi putra atau putri yang lahir hanya dari ibu yang bergelar Raden,.. Ayah saya orang biasa. Wallohu'a'lam, sesungguhnya ini hanya berlaku didunia saja, diakhirat semuanya sama, hanya amal yang membedakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin membahasnya lebih jauh lagi, sesuai permintaan para ikhwan untuk di upload silsilah versi "jelas"nya, saya akan mengupload versi CDR (CorelDraw9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membukanya ikhwan memerlukan software Coreldraw yang sekarang ini sudah mencapai versi X5 (15), disini saya sediakan link Coreldraw versi X4 yang portable alias tidak perlu di instal, cukup disimpan di Data D kompi ikhwan (jangan disimpan di data C), lalu membukanya. File silsilah ini telah di Convert ke CorelDraw versi 9, jadi file ini bisa dibuka di CorelDraw versi 9-15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya, download file-file ini menggunakan IDM (Internet Download Manager) yang mana biasanya lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Download:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://d60pc.info/hosting/IDM5.19Build2.rar" target="_blank&amp;quot;"&gt;Internet Download Manager&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.filestube.com/745f4268c03007df03e9,g/CorelDraw-X4-Portable.html" target="_blank&amp;quot;"&gt;Coreldraw x4 Portable&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10389105/SILSILAHAKBAR.zip" target="_blank&amp;quot;"&gt;Silsilah Akbar Dalem Cikundul &lt;/a&gt;(silsilah Bagan format CDR)&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4453799/sejarahcianjur82.zip" target="_blank&amp;quot;"&gt;Sejarah Cianjur sareng Rd. Aria Wiratanu&lt;/a&gt; (EBOOK bhs. Sunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat dan semoga ikhwan sekalian dapat memaapkan jika didalamnya terdapat banyak kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hormat saya,&lt;br /&gt;Miftahudin Anshari.&lt;br /&gt;email: miftahudin@live.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-7449361668052362715?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/7449361668052362715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2010/06/silsilah-akbar-dalem-cikundul-cirebon.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/7449361668052362715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/7449361668052362715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2010/06/silsilah-akbar-dalem-cikundul-cirebon.html' title='Silsilah Akbar Dalem Cikundul-Cirebon dan Banten'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-6615529640898888917</id><published>2009-09-11T18:37:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T18:48:20.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Qutub'/><title type='text'>Manaqib Abuya Dimyati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGENANG SANG WALI QUTUB (ABUYA DIMYATI)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost1"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;Sinopsis Buku: Manakib Abuya Cidahu (Dalam Pesona langkah di Dua Alam)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/Sqr9EDXUQcI/AAAAAAAAAXQ/UQo0xlB4Qq0/s1600-h/abuya-dimyati1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/Sqr9EDXUQcI/AAAAAAAAAXQ/UQo0xlB4Qq0/s320/abuya-dimyati1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380390950911885762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Alangkah ruginya orang Indonesia kalau tidak mengenal ulama satu ini. Orang bulang Mbah Dim, Banten atau Abuya Dimyati bin Syaikh Muhammad Amin. Beliau adalah tokoh kharismatik dunia kepesantrenan, penganjur ajaran Ahlusunah Wal Jama’ah dari pondok pesantren,  Cidahu, Pandeglang, Banten. Beliau ulama yang sangat  konsen terhadap akhirat, bersahaja, selalu menjauhi keduniawian. Wirangi (hati-hati dalam bicara, konsisten dalam perkataan dan perbuatan). Ahli sodakoh, puasa, makan seperlunya, ala kadarnya seperti   dicontohkan Kanjeng Nabi, humanis, penuh kasih sesama umat manusia. Kegiatan kesehariannya hanya mulang ngaji (mengajar ilmu), salat serta menjalankan kesunatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beliau lahir sekitar tahun 1925 anak pasangan dari H.Amin dan Hj.Ruqayah. Sejak kecil Abuya Dimyathi sudah menampakan kecerdasannya dan keshalihannya, beliau belajar dari satu pesantren ke pesantren lainnya mulai dari Pesantren Cadasari, kadupeseng Pandeglang, ke Plamunan hingga ke Pleret Cirebon. Semasa hidupnya, Abuya Dimyathi dikenal sebagai gurunya dari para guru dan kiainya dari para kiai, sehingga tak berlebihan kalau disebut sebagai tipe ulama Khas al-Khas. Masyarakat Banten menjuluki beliau juga sebagai pakunya daerah Banten, di samping sebagai pakunya negara Indonesia . Di balik kemasyhuran nama Abuya, beliau adalah orang yang sederhana dan bersahaja. Kalau melihat wajah beliau terasa ada perasaan ‘adem’ dan tenteram di hati orang yang melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abuya Dimyati, begitu panggilan hormat masyarakat kepadanya, terlahir tahun 1925 di tanah Banten, salah satu bumi terberkahi. Tepatnya di Kabupaten Pandeglang. Abuya Dimyathi dikenal sosok ulama yang cukup sempurna dalam menjalankan perintah agama, beliau bukan saja mengajarkan dalam ilmu syari’ah tetapi juga menjalankan kehidupan dengan pendekatan tasawuf, tarekat yang dianutnya tarekat Naqsabandiyyah Qodiriyyah. Maka wajar jika dalam perilaku sehari-hari beliau penuh tawadhu’, istiqamah, zuhud, dan ikhlas. Abuya adalah seorang qurra’ dengan lidah yang fasih. Wiridan al-Qur’an sudah istiqamah lebih dari 40 tahun. Kalau shalat tarawih di bulan puasa, tidak turun untuk sahur kecuali setelah mengkhatamkan al-Qur’an dalam shalat.. Oleh karenanya, tidak salah jika kemudian kita mengategorikan Abuya sebagai Ulama multidimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding dengan ulama kebanyakan, Abuya Dimyathi ini menempuh jalan spiritual yang unik. Beliau secara tegas menyeru: “Thariqah aing mah ngaji!” (Jalan saya adalah ngaji). Sebab, tinggi rendahnya derajat keualamaan seseorang bisa dilihat dari bagaimana ia memberi penghargaan terhadap ilmu. Sebagaimana yang termaktub dalam surat al-Mujadilah ayat 11, bahwa Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan. Dipertegas lagi dalam hadis nabi, al-Ulama’u waratsatul anbiya’, para ulama adalah pewaris para nabi. Ngaji sebagai sarana pewarisan ilmu. Melalui ngaji, sunnah dan keteladanan nabi diajarkan. Melalui ngaji, tradisi para sahabat dan tabi’in diwariskan. Ahmad Munir berpendapat bahwa ilmu adalah suatu keistimewaan yang menjadikan manusia unggul atas makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking pentingnya ngaji dan belajar, satu hal yang sering disampaikan dan diingatkan Mbah Dim adalah: “Jangan sampai ngaji ditinggalkan karena kesibukan lain atau karena umur”. Pesan ini sering diulang-ulang, seolah-olah Mbah Dim ingin memberikan tekanan khusus; jangan sampai ngaji ditinggal meskipun dunia runtuh seribu kali! Apalagi demi sekedar hajatan partai.  Urusan ngaji ini juga wajib ain hukumnya bagi putra-putri Mbah Dim untuk mengikutinya. Bahkan, ngaji tidak akan dimulai, fasal-fasal tidak akan dibuka, kecuali semua putra-putrinya hadir di dalam majlis. Itulah sekelumit keteladanan Mbah Dimyati dan putra-putrinya, yang sejalan dengan pesan al-Qur’an dalam surat al-Tahrim ayat 6, Qu anfusakum wa ahlikum naran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahaga akan ilmu tiada habis, satu hal yang mungkin tidak masuk akal bila seorang yang sudah menikah dan punya putra berangkat mondok lagi, bahkan bersama putranya. Tapi itulah Abuya Dimyati, ketulusannya dalam menimba ilmu agama dan mensyiarkannya membawa beliau pada satu tingkat di atas khalayak biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abuya berguru pada ulama-ulama sepuh di tanah Jawa. Di antaranya Abuya Abdul Chalim, Abuya Muqri Abdul Chamid, Mama Achmad Bakri (Mama Sempur), Mbah Dalhar Watucongol, Mbah Nawawi Jejeran Jogja, Mbah Khozin Bendo Pare, Mbah Baidlowi Lasem, Mbah Rukyat Kaliwungu dan masih banyak lagi. Kesemua guru-guru beliau bermuara pada Syech Nawawi al Bantany. Kata Abuya, para kiai sepuh tersebut adalah memiliki kriteria kekhilafahan atau mursyid sempurna, setelah Abuya berguru, tak lama kemudian para kiai sepuh wafat.(hal 396).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mondok di Watucongol, Abuya sudah diminta untuk mengajar oleh Mbah Dalhar. Satu kisah unik ketika Abuya datang pertama ke Watucongol, Mbah Dalhar memberi kabar kepada santri-santri besok akan datang ‘kitab banyak’. Dan hal ini terbukti mulai saat masih mondok di Watucongol sampai di tempat beliau mondok lainya, hingga sampai Abuya menetap, beliau banyak mengajar dan mengorek kitab-kitab. Di pondok Bendo, Pare, Abuya lebih di kenal dengan sebutan ‘Mbah Dim Banten’ dan mendapat laqob ‘Sulthon Aulia’, karena Abuya memang wira’i dan topo dunyo. Pada tiap Pondok yang Abuya singgahi, selalu ada peningkatan santri mengaji dan ini satu bukti tersendiri di tiap daerah yang Abuya singgahi jadi terberkahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Kini, waliyullah itu telah pergi meninggalkan kita semua. Abuya Dimyathi tak akan tergantikan lagi. Malam Jumat pahing, 3 Oktober 2003 M/07 Sya’ban 1424 H, sekitar pukul 03:00 wib umat Muslim, khususnya warga Nahdlatul Ulama telah kehilangan salah seorang ulamanya, KH. Muhammad Dimyati bin KH. Muhammad Amin Al-Bantani, di Cidahu, Cadasari, Pandeglang, Banten dalam usia 78 tahun. Padahal, pada hari itu juga, dilangsungkan acara resepsi pernikahan putranya. Sehingga, Banten ramai akan pengunjung yang ingin mengikuti acara resepsi pernikahan, sementara tidak sedikit masyarakat –pelayat- yang datang ke kediaman Abuya. Inilah merupakan kekuasaan Allah yang maha mengatur, menjalankan dua agenda besar, “pernikahan” dan “pemakaman”. (tor/abu-abu/Dari berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-6615529640898888917?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/6615529640898888917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/09/manaqib-abuya-dimyati.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6615529640898888917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6615529640898888917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/09/manaqib-abuya-dimyati.html' title='Manaqib Abuya Dimyati'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/Sqr9EDXUQcI/AAAAAAAAAXQ/UQo0xlB4Qq0/s72-c/abuya-dimyati1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-3621935926354243177</id><published>2009-08-18T22:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T22:37:18.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syi&apos;ar'/><title type='text'>Kepastian Nasab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;الولد للفراش وللعاهر الحجر&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Nasab anak mengikuti laki-laki yang menjadi suami ibunya, sedangkan bagi orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang berzina, hukuman nya adalah rajam" (HR. Abu Dawud no. 1935, 1936 CD; Nasa'i&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;no. 3428,3429,3430,3432 CD; Ibnu Majah no. 1996,1997,2703 CD; dan Baihaqi, dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Aisyah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Dalam Hadits di atas dijelaskan bahwa pernikahan yang sah berpengaruh pada&lt;br /&gt;kepastian nasab anak. Apabila seorang perempuan telah sah menikah dengan seorang&lt;br /&gt;laki-laki, tentu saja laki-laki inilah yang menjadi bapak dari anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pernikahan yang sah menurut Islam, akad nikah dilakukan oleh perempuan dan&lt;br /&gt;laki-laki sebelum keduanya melakukan hubungan seksual. Jika akad nikah dilakukan&lt;br /&gt;setelah keduanya berhubungan seksual dan perempuannya sudah hamil, hukumnya&lt;br /&gt;haram. Anak yang dikandung perempuan tersebut tidak boleh dinasabkan kepada laki&lt;br /&gt;-laki yang menikahi nya walaupun laki-laki itulah yang menghamilinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan tersebut hukumnya haram. Jadi, anak yang dilahirkan oleh perempuan&lt;br /&gt;tersebut menurut Islam bukan anak dari laki-laki yang menjadi suaminya.&lt;br /&gt;Kepastian nasab bagi seorang anak merupakan hal yang pokok dalam hubungan anak&lt;br /&gt;dengan orang tuanya. Kepastian nasab akan memperjelas hak dan kewajiban anak&lt;br /&gt;terhadap orang tuanya;juga sebaliknya. Kewajiban anak terhadap orang tua adalah&lt;br /&gt;berbakti. Sebaliknya, kewajiban orang tua terhadap anak antara lain memberi&lt;br /&gt;nafkah. Adapun hak orang tua terhadap anak, selain dipatuhi, adalah mendapatkan&lt;br /&gt;warisan dari anaknya jika kelak anaknya meninggal, sedangkan mereka masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kepastian nasab bukan hanya menyangkut hak anak untuk mendapatkan nafkah dari bapaknya, melainkan juga menjadi kepentingan bapaknya kelak agar setelah ia jompo dan lemah anaknya yang dewasa bertanggung jawab memelihara dan menyantuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepastian nasab sangat penting dalam hukum Islam karena Islam tidak mengakui berbagai macam bentuk nasab orang tua dan anak di luar pernikahan. Anak angkat, anak pungut, anak hasil berzina, dan anak tiri merupakan contoh nasab anak yang tidak diakui Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun masyarakat mengakui hubungan anak angkat dengan bapak angkat, Islam tidak menolak penasaban tersebut dan menyatakannya sebagai perbuatan jahiliyah yang harus diberantas. Demikian juga anak yang diambil seseorang di jalanan dan tidak diketahui siapa orang tuanya. Walaupun pemungutnya berkewajiban memelihara sampai anak tersebut dewasa, anak yang dipungut tetap tidak mempunyai hubungan apapun dengan pemungutnya. Anak tiri pun begitu, ia tidak mempunyai hak waris dari bapak tirinya;juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hanya melalui pernikahan yang sah menurut Islamlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan akan memperoleh nasab yang jelas, yaitu kepada laki-laki yang menjadi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;والله اعلم بالصواب&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-3621935926354243177?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/3621935926354243177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/kepastian-nasab_18.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3621935926354243177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3621935926354243177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/kepastian-nasab_18.html' title='Kepastian Nasab'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-6540407093111670150</id><published>2009-08-17T23:18:00.000-07:00</published><updated>2009-08-17T23:21:51.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syi&apos;ar'/><title type='text'>Sifat Duapuluh Allah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Wujud : Artinya Ada&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yaitu tetap dan benar yang wajib bagi zat Allah Ta’ala yang tiada disebabkan dengan sesuatu sebab. Maka wujud ( Ada ) – disisi Imam Fakhru Razi dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi bukan ia a’in maujud dan bukan lain daripada a’in maujud , maka atas qaul ini adalah wujud itu Haliyyah ( yang menepati antara ada dengan tiada) . Tetapi pada pendapat Imam Abu Hassan Al-Ashaari wujud itu  ‘ain Al-maujud , karena wujud itu zat maujud karena tidak disebutkan wujud melainkan kepada zat. Kepercayaan bahwa wujudnya Allah SWT. bukan saja di sisi agama Islam tetapi semua kepercayaan di dalam dunia ini mengaku menyatakan Tuhan itu ada. Firman Allah SWT. yang bermaksud :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;” Dan jika kamu tanya orang-orang kafir itu siapa yang menjadikan langit dan bumi nescaya berkata mereka itu Allah yang menjadikan……………” ( Surah Luqman : Ayat 25 )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-753"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Qidam : Artinya Sedia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hakikatnya menafikan ada permulaan wujud Allah SWT karena Allah SWT. menjadikan tiap-tiap suatu yang ada, yang demikian tidak dapat tidak keadaannya lebih dahulu daripada tiap-tiap sesuatu itu. Jika sekiranya Allah Ta’ala tidak lebih dahulu daripada tiap-tiap sesuatu, maka hukumnya adalah mustahil dan batil. Maka apabila disebut Allah SWT. bersifat Qidam maka jadilah ia qadim. Di dalam Ilmu Tauhid ada satu perkataan yang sama maknanya dengan Qadim Yaitu Azali. Setengah ulama menyatakan bahwa kedua-dua perkataan ini sama maknanya Yaitu sesuatu yang tiada permulaan baginya. Maka qadim itu khas dan azali itu am. Dan bagi tiap-tiap qadim itu azali tetapi tidak boleh sebaliknya, Yaitu tiap-tiap azali tidak boleh disebut qadim. Adalah qadim dengan nisbah kepada nama terbahagi kepada empat bagian :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;·        Qadim Sifati ( Tiada permulaan sifat Allah Ta’ala )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;·        Qadim Zati ( Tiada permulaan zat Allah Ta’ala )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;·        Qadim Idhafi ( Terdahulu sesuatu atas sesuatu seperti terdahulu bapa nisbah kepada anak )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;·        Qadim Zamani ( Lalu masa atas sesuatu sekurang-kurangnya satu tahun )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka Qadim Haqiqi ( Qadim Sifati dan Qadim Zati ) tidak harus dikatakan lain daripada Allah Ta’ala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Baqa’ : Artinya Kekal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sentiasa ada, kekal ada dan tiada akhirnya Allah SWT . Pada hakikatnya ialah menafikan ada kesudahan bagi wujud Allah Ta’ala. Adapun yang lain daripada Allah Ta’ala , ada yang kekal dan tidak binasa Selama-lamanya tetapi bukan dinamakan kekal yang hakiki ( yang sebenar ) Bahkan kekal yang aradhi ( yang mendatang jua seperti Arasy, Luh Mahfuz, Qalam, Kursi, Roh, Syurga, Neraka, jisim atau jasad para Nabi dan Rasul ). Perkara –perkara tersebut kekal secara mendatang tatkala ia bertakluq dengan Sifat dan Qudrat dan Iradat Allah Ta’ala pada mengekalkannya. Segala jisim semuanya binasa melainkan ‘ajbu Az-zanabi ( tulang kecil seperti biji sawi letaknya di tungking manusia, itulah benih anak Adam ketika bangkit daripada kubur kelak ). Jasad semua nabi-nabi dan jasad orang-orang syahid berjihad Fi Sabilillah yang mana ianya adalah kekal aradhi jua. Disini nyatalah perkara yang diiktibarkan permulaan dan kesudahan itu terbahagi kepada 3 bagian :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;·        Tiada permulaan dan tiada kesudahan Yaitu zat dan sifat Alllah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;·        Ada permulaan tetapi tiada kesudahan Yaitu seperti Arash, Luh Mahfuz , syurga dan lain-lain lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;·        Ada permulaan dan ada kesudahan Yaitu segala makhluk yang lain daripada perkara yang diatas tadi ( Kedua ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Mukhalafatuhu Ta’ala Lilhawadith.&lt;/strong&gt; Artinya : Bersalahan Allah Ta’ala dengan segala yang baharu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada zat , sifat atau perbuatannya sama ada yang baru , yang telahada atau yang belum ada. Pada hakikat nya adalah menafikan Allah Ta’ala menyerupai dengan yang baharu pada zatnya , sifatnya atau perbuatannya. Sesungguhnya zat Allah Ta’ala bukannya berjirim dan bukan aradh Dan tiada sesekali zatnya berdarah , berdaging , bertulang dan juga bukan jenis leburan , tumbuh-tumbuhan , tiada berpihak ,tiada bertempat dan tiada dalam masa. Dan sesungguhnya sifat Allah Ta’ala itu tiada bersamaan dengan sifat yang baharu karena sifat Allah Ta’ala itu qadim lagi azali dan melengkapi ta’aluqnya. Sifat Sama’ ( Maha Mendengar ) bagi Allah Ta’ala berta’aluq ia pada segala maujudat tetapi bagi mendengar pada makhluk hanya pada suara saja. Sesungguhnya di dalam Al-Quraan dan Al-Hadith yang menyebut muka dan tangan Allah SWT. , maka perkataan itu hendaklah kita iktiqadkan thabit ( tetap ) secara yang layak dengan Allah Ta’ala Yang Maha Suci daripada berjisim dan Maha Suci Allah Ta’ala bersifat dengan segala sifat yang baharu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Qiyamuhu Ta’ala Binafsihi :&lt;/strong&gt; Artinya : Berdiri Allah Ta’ala dengan sendirinya .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak berkehendak kepada tempat berdiri ( pada zat ) dan tidak berkehendak kepada yang menjadikannya Maka hakikatnya ibarat daripada menafikan Allah SWT. berkehendak kepada tempat berdiri dan kepada yang menjadikannya. Allah SWT itu terkaya dan tidak berhajat kepada sesuatu sama adapada perbuatannya atau hukumannya. Allah SWT menjadikan tiap-tiap sesuatu dan mengadakan undang-undang semuanya untuk faedah dan maslahah yang kembali kepada sekalian makhluk . Allah SWT menjadikan sesuatu ( segala makhluk ) adalah karena kelebihan dan belas kasihannya bukan berhajat kepada faedah. Allah SWT. Maha Terkaya daripada mengambil apa-apa manafaat di atas kataatan hamba-hambanya dan tidak sesekali menjadi mudharat kepada Allah Ta’ala atas sebab kemaksiatan dan kemungkaran hamba-hambanya. Apa yang diperintahkan atau ditegah pada hamba-hambanya adalah perkara yang kembali faedah dan manafaatnya kepada hamba-hambaNya jua. Firman Allah SWT. yang bermaksud :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;” Barangsiapa berbuat amal yang soleh ( baik ) maka pahalanya itu pada dirinya jua dan barangsiapa berbuat jahat maka balasannya (siksaannya ) itu tertanggung ke atas dirinya jua “. ( Surah Fussilat : Ayat 46 ). Syeikh Suhaimi r.a.h berkata adalah segala yang maujudat itu dengan nisbah berkehendak kepada tempat dan kepada yang menjadikannya, terbahagi kepada empat bagian :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Terkaya daripada tempat berdiri dan daripada yang menjadikannya Yaitu zat Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Berkehendak kepada tempat berdiri dan kepada yang menjadikannya Yaitu segala aradh ( segala sifat yang baharu ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Terkaya daripada zat tempat berdiri tetapi berkehendak kepada yang menjadikannya Yaitu segala jirim. ( Segala zat yang baharu ) .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Terkaya daripada yang menjadikannya dan berdiri ia pada zat Yaitu sifat Allah Ta’ala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Wahdaniyyah.&lt;/strong&gt; Artinya : Esa Allah Ta’ala pada zat, pada sifat &amp;amp; pada perbuatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka hakikatnya ibarat daripada menafikan berbilang pada zat, pada sifat dan pada perbuatan sama ada bilangan yang muttasil (yang berhubung ) atau bilangan yang munfasil ( yang bercerai ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makna Esa Allah SWT pada zat itu Yaitu menafikan Kam Muttasil pada Zat ( menafikan bilangan yang berhubung dengan zat ) seperti tiada zat Allah Ta’ala tersusun daripada darah , daging , tulang ,urat dan lain-lain. Dan menafikan Kam Munfasil pada zat ( menafikan bilangan yang bercerai pada zat Allah Ta’ala )seperti tiada zat yang lain menyamai zat Allah Ta’ala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makna Esa Allah SWT pada sifat Yaitu menafikan Kam muttasil pada Sifat ( menafikan bilangan yang berhubung pada sifatnya ) Yaitu tidak sekali-kali bagi Allah Ta’ala pada satu-satu jenis sifatnya dua qudrat dan menafikan Kam Munfasil pada sifat ( menafikan bilangan –bilangan yang bercerai pada sifat ) Yaitu tidak ada sifat yang lain menyamai sebagaimana sifat Allah SWT. yang Maha Sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makna Esa Allah SWT pada perbuatan Yaitu menafikan Kam Muttasil pada perbuatan ( menafikan bilangan yang bercerai–cerai pada perbuatan ) Yaitu tidak ada perbuatan yang lain menyamai seperti perbuatan Allah bahkan segala apa yang berlaku di dalam alam semuanya perbuatan Allah SWT sama ada perbuatan itu baik rupanya dan hakikatnya seperti iman dan taat atau jahat rupanya tiada pada hakikat-nya seperti kufur dan maksiat sama ada perbuatan dirinya atau perbuatan yang lainnya ,semuanya perbuatan Allah SWT dan tidak sekali-kali hamba mempunyai perbuatan pada hakikatnya hanya pada usaha dan ikhtiar yang tiada memberi bekas. Maka wajiblah bagi Allah Ta’ala bersifat Wahdaniyyah dan ternafi bagi Kam yang lima itu Yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Kam Muttasil pada zat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Kam Munfasil pada zat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Kam Muttasil pada sifat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Kam Munfasil pada sifat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Kam Munfasil pada perbuatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka tiada zat yang lain , sifat yang lain dan perbuatan yang lain menyamai dengan zat , sifat dan perbuatan Allah SWT . Dan tertolak segala kepercayaan-kepercayaan yang membawa kepada menyekutukan Allah Ta’ala dan perkara-perkara yang menjejaskan serta merusakkan iman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Al – Qudrah : Artinya : Kuasa qudrah Allah SWT.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memberi bekas pada mengadakan meniadakan tiap-tiap sesuatu. Pada hakikatnya ialah satu sifat yang qadim lagi azali yang thabit ( tetap ) berdiri pada zat Allah SWT. yang mengadakan tiap-tiap yang ada dan meniadakan tiap-tiap yang tiada bersetuju dengan iradah. Adalah bagi manusia itu usaha dan ikhtiar tidak boleh memberi bekas pada mengadakan atau meniadakan , hanya usaha dan ikhtiar pada jalan menjayakan sesuatu . Kepercayaan dan iktiqad manusia di dalam perkara ini berbagai-bagaiFikiran dan fahaman seterusnya membawa berbagai-bagai kepercayaan dan iktiqad.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Iktiqad Qadariah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perkataan qadariah Yaitu nisbah kepada qudrat . Maksudnya orang yang beriktiqad akan segala perbuatan yang dilakukan manusia itu sama ada baik atau jahat semuanya terbit atau berpunca daripada usaha dan ikhtiar manusia itu sendiri dan sedikitpun tiada bersangkut-paut dengan kuasa Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b.  Iktiqad Jabariah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perkataan Jabariah itu nisbah kepada Jabar ( Tergagah ) dan maksudnya orang yang beriktiqad manusia dan makhluk bergantung kepada qadak dan qadar Allah semata-mata ( tiada usaha dan ikhtiar atau boleh memilih samasekali ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c. Iktiqad Ahli Sunnah Wal – Jamaah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perkataan Ahli Sunnah Wal Jamaahialah orang yang mengikut perjalanan Nabi dan perjalanan orang-orang Islam Yaitu beriktiqad bahwa hamba itu tidak digagahi semata-mata dan tidak memberi bekas segala perbuatan yang disengajanya, tetapi ada perbuatan yang di sengaja pada zahir itu yang dikatakan usaha dan ikhtiar yang tiada memberi bekas sebenarnya sengaja hamba itu daripada Allah Ta;ala jua. Maka pada segala makhluk ada usaha dan ikhtiar pada zahir dan tergagah pada batin dan ikhtiar serta usaha hamba adalah tempat pergantungan taklif ( hukum ) ke atasnya dengan suruhan dan tegahan ( ada pahala dan dosa ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. Iradah : Artinya : Menghendaki Allah Ta’ala.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maksudnya menentukan segala mumkin ttg adanya atau tiadanya. Sebenarnya adalah sifat yang qadim lagi azali thabit berdiri pada Zat Allah Ta’ala yang menentukan segala perkara yang harus atau setengah yang harus atas mumkin . Maka Allah Ta’ala yang selayaknya menghendaki tiap-tiap sesuatu apa yang diperbuatnya. Umat Islam beriktiqad akan segala hal yang telah berlaku dan yang akan berlaku adalah dengan mendapat ketentuan daripada Allah Ta’ala tentang rezeki , umur , baik , jahat , kaya , miskin dan sebagainya serta wajib pula beriktiqad manusia ada mempunyai nasib ( bagian ) di dalam dunia ini sebagaimana firman Allah SWT. yang bermaksud : ” Janganlah kamu lupakan nasib ( bagian ) kamudi dalam dunia ” . (Surah Al – Qasash : Ayat 77). Kesimpulannya ialah umat Islam mestilah bersungguh-sungguh untuk kemajuan di dunia dan akhirat di mana menjunjung titah perintah Allah Ta’aladan menjauhi akan segala larangan dan tegahannyadan bermohon dan berserah kepada Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. ‘Ilmu :  Artinya : Mengetahui Allah Ta’ala .&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maksudnya nyata dan terang meliputi tiap-tiap sesuatu sama ada yangMaujud (ada) atau yang Ma’adum ( tiada ). Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada ( thabit ) qadim lagi azali berdiri pada zat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala Maha Mengetahui akan segala sesuatu sama ada perkara. Itu tersembunyi atau rahasia dan juga yang terang dan nyata. Maka ’ilmu Allah Ta’ala Maha Luas meliputi tiap-tiap sesuatu diAlam yang fana’ ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;10. Hayat . Artinya : Hidup Allah Ta’ala.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap qadim lagi azali berdiri pada zat Allah Ta’ala . Segala sifat yang ada berdiri pada zat daripada sifat Idrak ( pendapat ) Yaitu : sifat qudrat, iradat , Ilmu , Sama’ Bashar dan Kalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;11. Sama’ : Artinya : Mendengar Allah Ta’ala.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya ialah sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri pada Zat Allah Ta’ala. Yaitu dengan terang dan nyata pada tiap-tiap yang maujud sama ada yang maujud itu qadim seperti ia mendengar kalamnya atau yang ada itu harus sama ada atau telah ada atau yang akan diadakan. Tiada terhijab (terdinding ) seperti dengan sebab jauh , bising , bersuara , tidak bersuara dan sebagainya. Allah Ta’ala Maha Mendengar akan segala yang terang dan yang tersembunyi. Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang bermaksud :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;” Dan ingatlah Allah sentiasa Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui “.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;( Surah An-Nisa’a – Ayat 148 )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;12. Bashar : Artinya : Melihat Allah Ta’ala .&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri pada zat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala wajib bersifat Maha Melihat sama ada yang dapat dilihat oleh manusia atau tidak, jauh atau dekat , terang atau gelap , zahir atau tersembunyi dan sebagainya. Firman Allah Ta’ala yang bermaksud : ” Dan Allah Maha Melihat akan segala yang mereka kerjakan “. ( Surah Ali Imran – Ayat 163 )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;13 .Kalam : Artinya : Berkata-kata Allah Ta’ala.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada , yang qadim lagi azali , berdiri pada zat Allah Ta’ala. Menunjukkan apa yang diketahui oleh ilmu daripada yang wajib, maka ia menunjukkan atas yang wajib sebagaimana firman Allah Ta’ala yang bermaksud : ” Aku Allah , tiada tuhan melainkan Aku ………”. ( Surah Taha – Ayat 14 ) Dan daripada yang mustahil sebagaimana firman Allah Ta’ala yang bermaksud : ” ……..( kata orang Nasrani ) bahwasanya Allah Ta’ala yang ketiga daripada tiga……….”. (Surah Al-Mai’dah – Ayat 73). Dan daripada yang harus sebagaimana firman Allah Ta’ala yang bermaksud : ” Padahal Allah yang mencipta kamu dan benda-benda yang kamu perbuat itu”. (Surah Ash. Shaffaat – Ayat 96). Kalam Allah Ta’ala itu satu sifat jua tiada berbilang. Tetapi ia berbagai-bagai jika dipandang dari perkara yang dikatakan Yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.      Menunjuk kepada ‘amar ( perintah ) seperti tuntutan mendirikan solat dan lain-lain kefardhuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.      Menunjuk kepada nahyu ( tegahan ) seperti tegahan mencuri dan lain-lain larangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.      Menunjuk kepada khabar ( berita ) seperti kisah-kisah Firaundan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.      Menunjuk kepada wa’ad ( janji baik ) seperti orang yang taat dan beramal soleh akan dapat balasan syurga dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5.      Menunjuk kepada wa’ud ( janji balasan siksa ) seperti orang yang mendurhaka kepada ibu &amp;amp; bapak akan dibalas dengan azab siksa yang amat berat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;14. Kaunuhu Qadiran &lt;/strong&gt;: Artinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkuasa Mengadakan Dan Mentiadakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , Yaitu lain daripada sifat Qudrat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;15.Kaunuhu Muridan&lt;/strong&gt; : Artinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Menghendaki dan menentukan tiap-tiap sesuatu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala , tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , Yaitu lain daripada sifat Iradat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;16.Kaunuhu ‘Aliman&lt;/strong&gt; : Artinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Mengetahui akan Tiap-tiap sesuatu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , Yaitu lain daripada sifat ‚Ilmu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;17.Kaunuhu Hayyun : &lt;/strong&gt;Artinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , Yaitu lain daripada sifat Hayat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;18.Kaunuhu Sami’an&lt;/strong&gt; : Artinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Mendengar akan tiap-tiap yang Maujud.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum, Yaitu lain daripada sifat Sama’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;19.Kaunuhu Bashiran &lt;/strong&gt;: Artinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Melihat akan tiap-tiap yang Maujudat ( Benda yang ada ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , Yaitu lain daripada sifat Bashar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;20.Kaunuhu Mutakalliman &lt;/strong&gt;: Artinya : Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkata-kata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hakikatnya Yaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , Yaitu lain daripada sifat Kalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;SIFAT MUSTAHIL BAGI ALLAH S.W.T&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wajib atas tiap-tiap mukallaf mengetahui sifat-sifat yang mustahil bagi Allah yang menjadi lawan daripada dua puluh sifat yang wajib baginya. Maka dengan sebab itulah di nyatakan di sini sifat-sifat yang mustahil satu-persatu :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.  ‘Adam beerti “tiada”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.  Huduth beerti “baharu”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.  Fana’ beerti “binasa”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.  Mumathalatuhu Lilhawadith beerti “menyerupai makhluk”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5.  Qiyamuhu Bighayrih beerti “berdiri dengan yang lain”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6.  Ta’addud beerti “berbilang-bilang”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7.  ‘Ajz beerti “lemah”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8.  Karahah beerti “terpaksa”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9.  Jahl beerti “jahil/bodoh”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10.  Mawt beerti “mati”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;11.  Samam beerti “tuli”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;12.  ‘Umy beerti “buta”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;13.  Bukm beerti “bisu”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;14.  Kaunuhu ‘Ajizan beerti “keadaannya yang lemah”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;15.  Kaunuhu Karihan beerti “keadaannya yang terpaksa”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;16.  Kaunuhu Jahilan beerti “keadaannya yang jahil/bodoh”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;17.  Kaunuhu Mayyitan beerti “keadaannya yang mati”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;18.  Kaunuhu Asam beerti “keadaannya yang tuli”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;19.  Kaunuhu A’ma beerti “keadaannya yang buta”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;20.  Kaunuhu Abkam beerti “keadaannya yang bisu”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SIFAT HARUS BAGI ALLAH S.W.T&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adalah sifat yang harus pada hak Allah Ta’ala hanya satu saja Yaitu Harus bagi Allah mengadakan sesuatu atau tidak mengadakan sesuatu atau di sebut sebagai “mumkin” (Fi’lu kulli Mumkinin Autarkuhu). Mumkin  ialah sesuatu yang  harus ada dan tiada. Harus disini artinya boleh-boleh saja. Artinya boleh-boleh saja Allah SWT menciptakan sesuatu, yakni tidak ada paksaan dari sesuatu, karena Allah bersifat Qudrat dan Irodah. Dan boleh-boleh saja bagi Allah SWT meniadakan sesuatu. &lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;والله اعلم بالصواب&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-6540407093111670150?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/6540407093111670150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/sifat-duapuluh-allah.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6540407093111670150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6540407093111670150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/sifat-duapuluh-allah.html' title='Sifat Duapuluh Allah'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-6917103682339529941</id><published>2009-08-13T18:55:00.001-07:00</published><updated>2009-08-13T19:01:21.940-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Jangan Sampai Hal-hal yang Sepele Membinasakan Anda!</title><content type='html'>Banyak orang bersedih hanya karena hal-hal sepele yang tak berarti.&lt;br /&gt;Perhatikanlah orang-orang munafik; betapa rendahnya semangat dan tekad&lt;br /&gt;mereka. Berikut ini adalah perkataan-perkataan mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Janganlah kamu sekalian berangkat (pergi berperang) di dalam panas terik ini.}&lt;br /&gt;(QS. At-Taubah: 81)&lt;br /&gt;{Berilah kami izin (tidak pergi berperang) dan janganlah menjadikan saya&lt;br /&gt;terjerumus ke dalam fitnah.}&lt;br /&gt;(QS. At-Taubah: 49)&lt;br /&gt;{Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).}&lt;br /&gt;(QS. Al-Ahzab: 13)&lt;br /&gt;{Kami takut akan mendapat bencana.}&lt;br /&gt;(QS. Al-Ma'idah: 52)&lt;br /&gt;{Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.}&lt;br /&gt;(QS. Al-Ahzab: 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, betapa sempitnya hidung-hidung mereka, betapa sengsaranya&lt;br /&gt;jiwa-jiwa mereka. Hidup mereka hanya pada sebatas soal perut, piring, rumah&lt;br /&gt;dan istana. Mereka tidak pernah mau menengadahkan pandangan mereka&lt;br /&gt;ke angkasa kehidupan yang ideal. Mereka juga tak pernah menatap bintang-bintang&lt;br /&gt;keutamaan hidup. Kecemasan dan pengetahuan mereka hanya pada&lt;br /&gt;soal kendaraan, pakaian, sandal dan makanan. Coba perhatikan, betapa&lt;br /&gt;banyaknya manusia yang hidupnya dari pagi hingga sore hanya disibukkan&lt;br /&gt;oleh kecemasan dan kegelisahan mereka agar tidak dibenci isteri, anak&lt;br /&gt;atau kerabat dekatnya, atau agar tidak mendapat celaan, atau mengalami&lt;br /&gt;keadaan yang menyedihkan. Ini semua, pada dasarnya justru merupakan&lt;br /&gt;musibah besar bagi manusia-manusia seperti itu. Betapa mereka sama sekali&lt;br /&gt;tidak memiliki tujuan-tujuan yang lebih mulia yang seharusnya menyibukkan&lt;br /&gt;mereka, dan juga kepentingan-kepentingan agung yang seharusnya menyita&lt;br /&gt;seluruh waktu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, pepatah mengatakan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jika air telah keluar dari bejana, hawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kosong akan datang memenuhinya."&lt;/span&gt; Maka dari itu, bila Anda juga merasa&lt;br /&gt;seperti orang-orang tadi, renungkanlah kembali hal-hal yang selama ini telah&lt;br /&gt;menyita perhatian dan hidup Anda, atau bahkan membuat Anda resah setiap&lt;br /&gt;saat. Benarkah semuanya itu pantas memperoleh perhatian dan porsi yang&lt;br /&gt;sedemikian besar dalam hidup Anda? Mengapa Anda harus rela&lt;br /&gt;mengorbankan pikiran, daging darah, ketentraman dan juga waktu hanya&lt;br /&gt;untuk persoalan-persoalan sepele tadi?&lt;br /&gt;Ibarat orang berjual beli, apa yang Anda lakukan itu sebenarnya suatu&lt;br /&gt;keculasan dan kerugian besar yang dibayar murah. Para ahli jiwa sering&lt;br /&gt;mengatakan, "Buatlah batasan yang rasional (wajar) untuk setiap hall" Dan&lt;br /&gt;lebih tepat dari kalimat ini adalah firman Allah,&lt;br /&gt;{Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.}&lt;br /&gt;(QS. Ath-Thalaq: 3)&lt;br /&gt;Yakni, letakkanlah setiap persoalan sesuai dengan ukuran, bobot dan&lt;br /&gt;kadarnya. Janganlah sekali-kali Anda melakukan kezaliman dan melampaui&lt;br /&gt;batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya, bila tujuan utama orang-orang yang berbakti kepada Allah&lt;br /&gt;(ketika berada dibawah sebuah pohon) adalah untuk berjual beli, maka mereka&lt;br /&gt;akan mendapatkan ridha Allah. Namun, bila salah seorang dari mereka hanya&lt;br /&gt;disibukkan dengan urusan untanya saja, hingga ia tak sempat ikut berjual&lt;br /&gt;beli, maka yang akan ia peroleh adalah hanya kebinasaan dan kegagalan.&lt;br /&gt;Abaikanlah hal-hal sepele yang tak penting. Jangan sampai Anda hanya&lt;br /&gt;disibukkan olehnya dan waktu Anda habis karenanya. Dengan begitu,&lt;br /&gt;niscaya Anda kegundahan dan kecemasan akan selalu menjauhi Anda.&lt;br /&gt;Dan Anda pun selalu riang ceria.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-6917103682339529941?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/6917103682339529941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/jangan-sampai-hal-hal-yang-sepele.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6917103682339529941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6917103682339529941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/jangan-sampai-hal-hal-yang-sepele.html' title='Jangan Sampai Hal-hal yang Sepele Membinasakan Anda!'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-447735158373666042</id><published>2009-08-12T19:01:00.001-07:00</published><updated>2009-08-12T19:01:32.351-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syi&apos;ar'/><title type='text'>Hukum Teroris</title><content type='html'>Pada zaman ini atau tepatnya akhir-akhir ini, diantara manusia ada yang menggambarkan Islam sebagai terorisme, padahal Rasulullah SAW bersabda dalam hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;مَن قتل مُعاهِدًَابِدون ذَنبٍِ لم يَثُمَّ رًاءِحةالجنة&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Barang siapa membunuh seorang kafir yang ada dalam perjanjian damai (kafir mu'ahad) tanpa sebab, maka tidak akan mencium wangi surga."&lt;/span&gt; (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits ini, Islam tidak mencukupkan diri dengan satu sanksi bagi terorisme, namun memberinya dua sanksi. Yang pertama di dunia, yaitu hukuman mati bagi pelaku teror, dan sanksi kedua di akhirat, yaitu kekal di neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Muhammad SAW, Nabi yang mengemban amanat agama ini adalah wafat sementara baju perangnya tergadai pada seorang Yahudi. Rasulullah SAW pernah berhubungan dengan orang-orang Yahudi dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan umat Islam telah berjalan selama selang seratus tahun, ditengah-tengah mereka hidup para syaikh yang giat melakukan setiap perbuatan yang merupakan ajaran Islam, dan mereka berfatwa untuk seluruh ummat di seluruh dunia, tapi belum ada satu fatwa pun yang menghalalkan teror dalam segala bentuk. Justru yang keluar dari mereka adalah fatwa yang melarang tindakan terorisme dan bunuh diri.&lt;br /&gt;Seandainya terorisme bagian dari Islam, tentu orang pertama yang melakukannya adalah ulama-ulama Islam. Seandainya dunia mengikuti ajaran-ajaran Islam, tentu manusia akan selamat dari kematian jutaan jiwa pada setiap tahun. &lt;span style="font-size:130%;"&gt;والله اعلم بالصواب&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;انتهي، ١٠٠ معجزاةالاسلام ٩٥-٩٦&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-447735158373666042?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/447735158373666042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/hukum-teroris_12.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/447735158373666042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/447735158373666042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/hukum-teroris_12.html' title='Hukum Teroris'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4544597105713896433</id><published>2009-08-12T18:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T19:00:16.712-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;rifatul Insan'/><title type='text'>Khatimah (Penutup)</title><content type='html'>Setelah menelusuri dua sifat Al-Insan antara at-Taqwa dan al-Fujuur yang masing-masing memiliki konsekuensinya. Tentunya bagi pilihan jalan taqwa akan mendapat berbagai keberuntungan, dan sebaliknya jika jalan al-fujuur yang menjadi alternatifnya pintu kesengsaraan akan diraihnya. Pada akhirnya Allah sWT memberikan pilihan kepada setiap ummat untuk mengambil sikap antara iman atau kafir dan harus dipertanggungjawabkan atas hasilnya kelak.&lt;br /&gt;Konsep demokrasi yang ditawarkan oleh Allah SWT tercermin melalui firmanNya, yang artinya: "Dan katakanlah: Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir, sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang zhalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka." (QS.18:29).&lt;br /&gt;Jalan taqwa adalah pilihan yang tepat bagi orang-orang beriman dalam menyelamatkan dirinya untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. (QS.2:201)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4544597105713896433?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4544597105713896433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/khatimah-penutup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4544597105713896433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4544597105713896433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/khatimah-penutup.html' title='Khatimah (Penutup)'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-3291576283625986277</id><published>2009-08-12T18:58:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T18:59:09.279-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='At-Tadbiniyyah'/><title type='text'>Al-Jahuula</title><content type='html'>Bentuk pengobatan lain sebagai konsekuensi jalan kefasikan seseorang, adalah terkena al-jahuula (bodoh) terhadap kebenaran, kemudian merasakan pemilikan al-jahuula tidak dianggap lagi sebagai penyakit yang dapat mengganggu hubungan dengan Allah sWT (hablum minallah) maupun keterkaitannya dengan sesama manusia (hablum minannas). Efek itulah yang selanjutnya dapat mengubah sikap kebaikan kepada kebatilan sebagai sarana jalan syaitan laknatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai diilustrasikan Allah SWT ketika menawarkan tanggung jawab untuk melaksanakan amanat yang ditolak oleh gunung, langit maupun bumi tetapi manusia menerimanya, seperti firmanNya:&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh."&lt;/span&gt; (QS.33:72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Al-jahuula pada dewasa ini lebih tampak tercermin melalui kebijakan yang diambil seseorang untuk memilih antara kebenaran dan kebatilan, tetapi pilihannya justru kepada kebatilan, yang sesungguhnya mereka mengetahuinya akan mendapat murka (azab) dari Allah SWT kenyataan seperti ini, bukanlah sesuatu yang mengherankan, tetapi dalam zaman yang serba materialistis ini kemungkinan bisa terjadi seketika. Bahkan kebenaran pun bisa dibeli dengan segepok uang! Itulah realita yang sungguh ironis terjadi di jaman sekarang ini. Karena hilangnya kewaspadaan pada tiap-tiap diri seseorang, kemudian hidupnya diliputi oleh ketergantungan yang bersifat materi semata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-3291576283625986277?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/3291576283625986277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-jahuula.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3291576283625986277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3291576283625986277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-jahuula.html' title='Al-Jahuula'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-6637299981518339852</id><published>2009-08-12T18:57:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T18:58:15.556-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='At-Tadbiniyyah'/><title type='text'>Al-Kafuuraa</title><content type='html'>Konsekuensi mengambil jalur kefasikan maka melahirkan penyakit al-kafuuraa (kafir) dengan kata lain perkataan mengingkari terhadap kebenaran. Kelompok umat ini, pada hakekatnya mengetahui adanya kebenaran, tetapi menutup hati untuk melakukannya (amal) karena kekafiran yang terdapat di dalam dirinya. Sehingga Allah SWT memberikan informasi keberadaan orang-orang kafir seperti diabadikan Al-Quran: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat."&lt;/span&gt; (QS.2:67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Makna al-kafuuraa secara lebih jauh dapat dipahami baik secara i'tiqadi (keluar dari Islam) maupun kafir secara amali (pengamalan). Dalam konteks kehidupan sehari-hari yang lebih dominan kafir secara amali (pengamalan), walau pun hatinya masih Islam. Sehingga yang perlu pemikiran lebih dalam, adanya usaha untuk mengembalikan ummat ke jalan ketaqwaan sekaligus meninggalkan sikap kekafiran baik kafir i'tiqadi maupun kafir secara amali. Kekafiran yang terdapat dalam jiwa seseorang baik secara i'tiqadi maupun kafir amali, pada hakekatnya akan menempatkan dirinya pada suatu kerugian, sehingga aktivitas amaliyahnya tidak mendapat nilai menurut pandangan Allah SWT, dalam Al-Quran yang artinya: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya orang-orang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong."&lt;/span&gt; (QS.3:21-22).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-6637299981518339852?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/6637299981518339852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-kafuuraa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6637299981518339852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6637299981518339852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-kafuuraa.html' title='Al-Kafuuraa'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-7111087225443897008</id><published>2009-08-12T18:56:00.002-07:00</published><updated>2009-08-12T18:57:19.255-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='At-Tadbiniyyah'/><title type='text'>Al-Qatuura</title><content type='html'>Bentuk perilaku kotor dalam bentuk lain yang ada pada jiwa orang-orang fasik yakni Al-Qatuura (kikir), seolah-olah segalanya adalah milik dirinya sendiri baik harta maupun tahta sekalipun. Padahal menurut aturan Allah SWT semuanya merupakan amanah yang harus dipenuhi ketentuannya, seperti diberikannya harta, di dalamnya ada hak orang lain: "Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian." (QS.51:19).&lt;br /&gt;Walaupun manusia memiliki sifat kikir seperti dalam firmanNya: "Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya. Dan adalah manusia itu sangat kikir." (QS.17:100). Akan tetapi tidak demikian, jika seseorang yang komitmen terhadap keimanannya. Karena menyadari, bahwa rizki yang Allah SWT berikan sesungguhnya amanah semata, yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali olehNya. Jika setiap umat menyadari asal-usul rizki secara proposional, tentu akan melahirkan pribadi-pribadi yang abid (ahli ibadah) seperti akhlak para salafus shalihin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-7111087225443897008?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/7111087225443897008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-qatuura.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/7111087225443897008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/7111087225443897008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-qatuura.html' title='Al-Qatuura'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-1859067742501520822</id><published>2009-08-12T18:56:00.001-07:00</published><updated>2009-08-12T18:56:42.037-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='At-Tadbiniyyah'/><title type='text'>Al-Maluu'a</title><content type='html'>Bentuk kefasikan yang lainnya dalam mengotori kebenaran al-Haq yaitu dimilikinya sifat keluh-kesah dalam jiwa seseorang. Terjadinya al-maluu'a (keluh-kesah) dalam diri seseorang merupakan sebuah rangkaian yang tidak terlepaskan dari hasil kefasikan, karenanya hidup selalu merasa terasingkan. Jika hanya dipahami secara kasar orang mengatakan, bentuk keluh-kesah (al-maluu'a) diciptakan oleh Allah jadi tidak perlu dipermasalahkan.&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan permasalahan yang jadi konteks di sini, namun menunjukkan bahwa kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan sesuatu. Termasuk pengertian al-maluu'a seperti firmanNya: "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh-kesah lagi kikir." (QS.70:19). Sekaligus informasi, bahwa Allahlah yang memiliki kekuasaan dan penguasa, karena manusia berhadapan dengan kondisi keluh-kesah sekalipun tidak mampu meninggalkannya. Oleh karena mengapa bangga akan kesombongan diri sendiri, tidakkah kita seharusnya memikirkan ayat-ayatNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-1859067742501520822?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/1859067742501520822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-maluua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1859067742501520822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1859067742501520822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-maluua.html' title='Al-Maluu&apos;a'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-300340445185340292</id><published>2009-08-12T18:55:00.001-07:00</published><updated>2009-08-12T18:55:59.498-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='At-Tadbiniyyah'/><title type='text'>At-Tadbiniyyah</title><content type='html'>Aktivitas orang-orang fasik pada hakekatnya at-tadbiniyyah (mengotori) ketentuan Allah SWT yang seharusnya mampu mengaktualisasikannya semata-mata untuk beribadah kepadaNya secara kaffah. Bentuk nyata dari usaha at-tadbiniyyah terhadap hukum Allah SWT, akan tampak dari aktivitas seseorang yang terkena penyakit fasik yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. 'Ajuulan&lt;br /&gt;Akibat kefasikan yang melanda hati dan pikiran, seseorang akan tampak dalam berperilaku 'ajuulan (terburu-buru), sehingga hasilnya kurang memuaskan, kemungkinan lain dapat merugikan semua pihak. Betapa berbahayanya, orang yang di luar terkena getahnya, padahal tidak mengetahui permasalahannya. Di samping itu, manusia mempunyai sifat tergesa-gesaan seperti ditegaskan oleh Allah SWT: "Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa." (QS.17:11).&lt;br /&gt;Perbuatan yang dilakukan secara tergesa-gesa pada hakekatnya bentuk orang-orang yang membelakangi sunnatullah dan ketidakmampuan menghadapi kesabaran. Sehingga ditempuh jalan garis cepat, yang sebenarnya akan berhadapan dengan kerugian serta berbagai benturan. Pada akhirnya tercipta kondisi yang tidak menentu dan kemudian lahirlah sikap ragu-ragu terhadap langkah berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-300340445185340292?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/300340445185340292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/at-tadbiniyyah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/300340445185340292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/300340445185340292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/at-tadbiniyyah.html' title='At-Tadbiniyyah'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-8567459996088063720</id><published>2009-08-12T18:54:00.002-07:00</published><updated>2009-08-12T18:55:05.987-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taskiyatun Nafs'/><title type='text'>Al-Fujura</title><content type='html'>Sifatul insan yang bertentangan dengan sifat at-taqwa adalah al-Fujur (fasik), sehingga jalan ini harus dihindarkan jangan sampai masuk ke ruang hati maupun pikiran seorang mukmin. Dimiliki sifat fujur karena dominasi kecintaan kepada dunia secara berlebih-lebihan, sehingga kewajiban kepada Allah SWT atau hukum-hukumNya diabaikan. Kelompok fasik ditegaskan Allah SWT: "Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (QS.9:24).&lt;br /&gt;Kefasikan yang melanda jiwa seseorang selain orientasi keduniaan lebih dominan, juga banyak melakukan kemaksiatan lewat kehidupan sehari-hari, dengan melupakan untuk bertaubat (perbaikan) sehingga berbuat penyimpangan terbiasa. Dengan lain perkataan, selalu memproduksi penyakit atau mengotorinya (at-tadbiniyyah) syariat Islam. Jika demikian kenyataannya, maka dominasi kefasikan akan membawa kerugian ummat manusia dunia maupun akhirat kelak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-8567459996088063720?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/8567459996088063720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-fujura.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/8567459996088063720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/8567459996088063720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-fujura.html' title='Al-Fujura'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-7404100175361415475</id><published>2009-08-12T18:54:00.001-07:00</published><updated>2009-08-12T18:54:32.296-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taskiyatun Nafs'/><title type='text'>Al-Falah</title><content type='html'>Puncak tazkiyatun nafsi yang sebelumnya telah melakukan aktivitas syukur hingga al-amin sebagai syamarah (buahnya) adalah alfalah (kemenangan). Al-Falah yang diraihnya bukan hadir tanpa melalui proses tadhiyah untuk meraihnya. Ketaatan/tsiqah kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW menyertainya: "Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan RasulNya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepadaNya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan." (QS.24:52).&lt;br /&gt;Kemenangan yang dijanjikan Allah SWT sekaligus sebagai cambuk untuk berada serta mampu mempertahankan nilai ketaqwaan sampai akhir zaman. Ketika dimilikinya, tentu usaha untuk mempertahankan al-falah dalam sikap yang sesuai dengan syari'atullah, jika melenceng akan menjadi preseden kurang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-7404100175361415475?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/7404100175361415475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-falah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/7404100175361415475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/7404100175361415475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-falah.html' title='Al-Falah'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-1304635062822066410</id><published>2009-08-12T18:53:00.001-07:00</published><updated>2009-08-12T18:53:58.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taskiyatun Nafs'/><title type='text'>Al-Amin</title><content type='html'>Salah satu akhlak yang menonjol dalam perilaku Rasulullah SAW adalah Al-Amin (terpercaya), yang harus menjadi petunjuk oleh setiap umat Islam. Karena faktor kepercayaan akan mampu menciptakan kondisi yang mendekatkan perilaku kebajikan dalam operasionalitas hidupnya. Dalam menumbuhkan sikap Al-Amin sedikit banyak dipengaruhi oleh diyah (lingkungan) di mana seseorang berada, karena itu perlu adanya orientasi keluar. Dalam pengertian, bergaullah dengan lingkungan yang terhindar dari hilangnya wilayah Al-Amin, seperti Allah SWT memberikan informasi: "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang beriman." (QS.9:119).&lt;br /&gt;Maka peran pergaulanlah dapat mempengaruhi perilaku seseorang, untuk itulah memperhatikan lingkungan dalam dimensi hubungan sosial yang dapat menciptakan situasi aman tenteram sejauh mana adanya upaya ke arah ke sana. Demikian pula, jiwa Al-Amin pada hakikatnya fitrah yang melekat dalam jiwa seseorang, tetapi sering terabaikan untuk dimanfaatkan sesuai aturan syariah. Jalan taqwa yang menjadi pilihan seseorang merupakan kesuksesan untuk meraih kondisi tazkiyatun nafsi, kemudian terbangunnya ketenangan lahir batin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-1304635062822066410?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/1304635062822066410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-amin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1304635062822066410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1304635062822066410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/al-amin.html' title='Al-Amin'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-2676279213934385646</id><published>2009-08-12T18:52:00.002-07:00</published><updated>2009-08-12T18:53:25.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taskiyatun Nafs'/><title type='text'>Ar-Rahim</title><content type='html'>Bentuk Ar-Rahim (kasih sayang) Allah SWT diciptakan agar dijadikan landasan hidup setiap orang, sehingga terwujudnya masyarakat yang penuh damai. Hilangnya perasaan kasih sayang yang kemudian diganti oleh pertikaian menjadikan dunia ini penuh malapetaka. Kalau dunia diisi hanya oleh perbuatan biadab dan menafikan nilai Ar-Rahim, jika yang terjadi demikian, kelak Allah SWT menurunkan peringatan: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS.30:41).&lt;br /&gt;Sangat penting untuk menciptakan perasaan kasih sayang agar terhindar dari malapetaka yang diturunkan oleh Allah SWT hanya karena ulah segelintir manusia. Karena pandangan itulah, Allah SWT menegaskan perlu ditekankan kondisi kasih sayang seperti firmanNya: "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi kasih sayang mereka, kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya." (QS.48:29).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-2676279213934385646?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/2676279213934385646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/ar-rahim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/2676279213934385646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/2676279213934385646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/ar-rahim.html' title='Ar-Rahim'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-8259836801454724310</id><published>2009-08-12T18:52:00.001-07:00</published><updated>2009-08-12T18:52:50.143-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taskiyatun Nafs'/><title type='text'>Pemaaf</title><content type='html'>Konsekuensi tertanamnya tazkiyatun nafs, juga dapat melahirkan orang-orang yang mampu menahan amarah dan membentuk perilaku pemaaf. Karena dalam udara penuh emosional sulit orang mampu mewujudkan jiwa yang suka memaafkan terhadap kesalahan pihak lain. Sesungguhnya menurut pandangan Islam nilai pemaaf merupakan hasil penataan dari keimanan seseorang. Oleh karenanya Allah SWT mengabadikan dalam Al-Quran: "...dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS.3:134).&lt;br /&gt;Begitu urgensinya seorang mukmin harus mampu menahan amarahnya disertai sikap suka memaafkan kesalahan orang lain, sehingga Rasulullah SAW memberikan petunjuk dalam sabdanya: "Jangan engkau mudah marah." Maka diulangi beberapa kali, sabdanya: "Janganlah engkau mudah marah." (HR.Bukhari,Muslim). Jelas sekali Islam memandang pentingnya untuk memasyarakatkan pemaaf disertai berupaya mampu menahan amarah, bila sudah membudaya maka niscaya akan diikuti orang di sekitarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-8259836801454724310?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/8259836801454724310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/pemaaf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/8259836801454724310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/8259836801454724310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/pemaaf.html' title='Pemaaf'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-3743186925803910980</id><published>2009-08-12T18:51:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T18:52:14.583-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taskiyatun Nafs'/><title type='text'>Bersabar</title><content type='html'>Sikap sabar pun hanya akan abadi dalam jiwa seseorang yang selalu dihidupi oleh tazkiyatun nafs,sehingga melahirkan sikap di bawah monitor Al-Haq. Artinya sikap yang keluar ketika menghadapi ujian maupun cobaan hidup akan dihadapi penuh kesabaran serta keimanan kepadaNya. Di samping itu Allah SWT menyertai terhadap orang-orang yang mampu mempergunakan pakaian kesabaran dalam menjalani kehidupan baik pada kondisi suka maupun duka: "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS.2:153).&lt;br /&gt;Terutama dalam menghadapi zaman yang serba materialistis disertai oleh budaya pembaratan, jika hilangnya pakaian kesabaran, maka hidup akan terasa "gerah". Dan telah tampak bukti-bukti yang ada di hadapan mata, betapa kekerasan disertai kriminalitas salah satu penyebabnya pengaruh sosial. Maka orang di sebelah seberang membuat analisis akibat jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, sehingga menimbulkan krisis moral maupun meningkatnya kriminalitas.&lt;br /&gt;Apabila memperhatikan kondisi yang serba panas, terlihat dengan jelas bahwa nilai kesabaran terlemparkan sejauh mungkin. Padahal, sabar sebuah ruh yang harus dijadikan pola hidup oleh orang-orang beriman kepada Allah SWT, RasulNya maupun hari akhir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-3743186925803910980?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/3743186925803910980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/bersabar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3743186925803910980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3743186925803910980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/bersabar.html' title='Bersabar'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-3885099737313698849</id><published>2009-08-12T18:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T18:51:21.614-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taskiyatun Nafs'/><title type='text'>Taskiyatun Nafs</title><content type='html'>Jika marhalah dalam mencapai ketakwaan dilaksanakan secara maksimal, maka akan melahirkan orang-orang yang senantiasa mengadakan tazkiyatun nafs (pembersihan diri) setiap saat. Tazkiyatun nafs sebagai konsekuensi logis tercapainya situasi ketakwaan kepada Allah SWT yang merupakan cita-cita setiap mukmin.&lt;br /&gt;Karena itulah Allah SWT menegaskan dalam kitab suci Al-Quran: "Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata." (QS.62:2). Syamarah (buah) dari tazkiyatun nafs akan tampak dalam perilaku seseorang diantaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selalu Bersyukur&lt;br /&gt;Mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada seseorang adalah perbuatan mulia, tetapi banyak diantara orang sulit melaksanakannya karena melupakan nilai nikmat yang sangat besar telah diberikan oleh Allah SWT, kecuali orang-orang yang selalu mengadakan tazkiyatun nafs terhadap dirinya sendiri. Sehingga menurut pandangan yang digariskan oleh Allah sWT dengan bersyukur kepadaNya kenikmatan pun berlipat ganda seperti firmanNya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya adzabKu sangat pedih." (QS.14:7). Maka pengaruh dari tazkiyatun nafs akan membekas pada seseorang dengan kegiatan selalu melakukan syukur terhadap Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-3885099737313698849?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/3885099737313698849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/taskiyatun-nafs.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3885099737313698849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3885099737313698849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/taskiyatun-nafs.html' title='Taskiyatun Nafs'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4618224368350825940</id><published>2009-08-12T18:46:00.002-07:00</published><updated>2009-08-12T18:47:13.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;rifatul Insan'/><title type='text'>Mujahadah</title><content type='html'>Kerja keras secara maksimal merupakan tahapan yang harus diupayakan untuk mencapai keberhasilan. Karena sesuatu yang mustahil kesuksesan didapat tanpa melalui perjuangan dengan sungguh-sungguh dan itulah kemudian disebugt mujahadah (optimalisasi). Secara terminologi makna mujahadah yakni apabila seorang mukmin terseret dalam kemalasan, santai, cinta dunia dan tidak lagi melaksanakan amal-amal sunnah serta ketaatan yang lainnya tepat pada waktunya, maka ia harus memaksa dirinya melakukan amalan-amalan sunnah lebih banyak dari sebelumnya. Kemudian dalam kaitan ini, ia harus tegas, dan penuh semangat sehingga pada akhirnya ketaatan merupakan kebiasaan yang mulia bagi dirinya dan menjadi sikap yang melekat pada dirinya.&lt;br /&gt;Secara tersurat dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS.29:69). Bentuk mujahadah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW diperlihatkan ketika menghadapi akhir ramadhan seperti sabdanya: "Apabila Rasulullah memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, beliau menghidupkan malam (dengan ibadah), membangunkan keluarganya bersungguh-sungguh dan mengencangkan ikat pinggang." (HR.Bukhari Muslim).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4618224368350825940?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4618224368350825940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/mujahadah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4618224368350825940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4618224368350825940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/mujahadah.html' title='Mujahadah'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4493050164484081564</id><published>2009-08-12T18:46:00.001-07:00</published><updated>2009-08-12T18:46:34.491-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;rifatul Insan'/><title type='text'>Mu'aqabah</title><content type='html'>Dalam setiap pekerjaan akan berhadapan dengan sebuah perbuatan kesalahan walaupun mungkin ada yang bersifat sengaja atau karena alpa. Ketika berhadapan dengan perbuatan kesalahan yang dilakukan secara sengaja perlu diambil sanksi (mu'aqabah). Namun ajaran Islam yang agung telah memberikan uswah, walaupun perbuatan kesalahan karena alpa sebagai pendidikan adanya tindakan mu'aqabah. Hal ini dapat dilihat dari riwayat, bahwa Uman bin Khatab ra., pergi ke kebunnya. Ketika pulang didapatinya orang-orang sudah selesai melaksanakan shalat Ashar. Maka beliau berkata: "Aku pergi hanya untuk sebuah kebun, aku pulang orang-orang sudah shalat Ashar...kini kebunku aku jadikan shadaqah buat orang-orang miskin."&lt;br /&gt;Ibrah yang dapat diambil dari riwayat shahabat, Umar bin Khatab ra bahwa kesadaran untuk mengakui kesalahan atas perbuatan dirinya kemudian diterapkan mu'aqabah secara konsekuen akan membawa dampak positif. Dalam pengertian, dapat dijadikan panutan orang lain, lebih-lebih jika dijadikan panutan oleh para elit kekuasaan. Sekaligus menerapkan aturan hukum diterapkan kepada siapapun tanpa kecuali, bukan perilaku rejim yang menerapkan norma kesewenangan. Pemberian sanksi diberikan atas dasar keadilan yang diberikan Allah SWT setelah sebelumnya diberikan peringatan agar berjalan di wilayah Al-Haq: "....dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan....(QS.2:195). Demikian juga di tempat terpisah Allah SWT mengingatkan manusia supaya waspada yaitu: "....dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (QS.4:29).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4493050164484081564?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4493050164484081564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/muaqabah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4493050164484081564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4493050164484081564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/muaqabah.html' title='Mu&apos;aqabah'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-7638722863913313587</id><published>2009-08-12T18:45:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T18:46:00.558-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;rifatul Insan'/><title type='text'>Muhasabah</title><content type='html'>Jika merenungkan apa yang disampaikan Umar Al-Farq r.a., tentang makna muhasabah (introspeksi diri) yaitu: "Hisablah (nilailah) diri kalian sebelum kalian dihisab (dinilai), timbanglah diri kalian sebelum ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk pertunjukan yang agung (hari kiamat)." Di hari itu kamu dihadapkan kepada pemeriksaan, tiada yang tersembunyi dari amal kalian barang satu pun. Kesalahan yang sering terjadi di kalangan manusia melarikan diri dari sikap muhasabah, sehingga melemahkan untuk meningkatkan prestasi ibadah, karena merasa sudah berhasil. Lebih jauh lagi hakikat muhasabah seharusnya seorang mukmin memperhatikan modal, keuntungan, dan kerugian, agar ia dapat mengontrol apakah dagangannya bertambah atau menyusut. Yang dimaksud modal di sini adalah Islam secara keseluruhan, mencakup segala perintah, larangan, tuntutan, dan hukum-hukumnya. Sedangkan pengertian laba adalah melaksanakan ketaatan dan menjauhi larangan. Kemudian yang dimaksud kerugian adalah melakukan perbuatan pelanggaran (dosa). Allah SWT memberikan acuan yang berkaitan dengan muhasabah seperti firmanNya: "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS.59:18).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-7638722863913313587?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/7638722863913313587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/muhasabah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/7638722863913313587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/7638722863913313587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/muhasabah.html' title='Muhasabah'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-315567641919026585</id><published>2009-08-12T18:44:00.002-07:00</published><updated>2009-08-12T18:45:25.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;rifatul Insan'/><title type='text'>Muraqabah</title><content type='html'>Makna muraqabah adalah terpatrinya perasaan keagungan Allah Azza wa Jalla di setiap waktu dan keadaan serta merasakan kebesaranNya di kala sepi ataupun ramai. Kuatnya kebersamaan dengan Allah SWT dapat menumbuhkan sikap yang selalu berhati-hati dalam berbuat, artinya akan senantiasa disesuaikan dengan aturan syariat. Jika keberadaan seperti ini berjalan secara istimrariyah (berkesinambungan) sudah dapat dipastikan kelak akan lahir pribadi-pribadi yang hanif.&lt;br /&gt;Sikap muraqabah digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW, ketika menjelaskan kata ihsan: "Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya, dan jika memang kamu tidak melihatNya, maka sesungguhnya Allah melihat kamu." Sikap seperti ini di jaman modern sangat dibutuhkan sebagai pengendali udara materialistis yang dapat merusak sendi-sendi keimanan seseorang. Pengendalian melalui muraqabah lebih jauh akan mampu menciptakan tatanan masyarakat yang aman tentram (betul-betul terkendali).&lt;br /&gt;Pelaksanaan muraqabah dimulai ketika akan dimulai saat akan melakukan suatu pekerjaan dan di saat mengerjakannya, hendaknya setiap orang mengoreksinya, apakah telah sesuai dengan aturannya atau sebaliknya. Sehingga ketika sampai pada suatu waktu tertentu akan terlihat, lebih-lebih bertemu dengan kegagalan. Mengapa terjadinya suatu kegagalan, padahal menurut perasaan melakukannya secara maksimal. Inti muraqabah tercermin melalui firman Allah SWT: "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan melihat pula perubahan gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud." (QS.26:218-219).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-315567641919026585?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/315567641919026585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/muraqabah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/315567641919026585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/315567641919026585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/muraqabah.html' title='Muraqabah'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-6398744248958329033</id><published>2009-08-12T18:44:00.001-07:00</published><updated>2009-08-12T18:44:40.613-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;rifatul Insan'/><title type='text'>Mu'ahadah</title><content type='html'>Mu'ahadah&lt;br /&gt;Langkah awal yang harus dilakukan setiap orang merenungkan mu'ahadah (mengingat perjanjian) terhadap Allah SWT, maupun terhadap dirinya sendiri. Aktivitas shalat yang dijalankan sehari semalam jika dipahami dengan benar, adalah indikator janji kepada Allah SWT, kemudian disebutnya al-ibadah ritual. Akan tetapi shalat yang dijalankan kurang dipahami sebagai aspek perjanjian (bai'at) sehingga tidak mampu mengubah sikap dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kaitan ini Dr.Abdullah Nasih Ulwan memberi metode cara mu'ahadah yakni hendaklah seseorang mukmin berkhlwat (menyendiri) antara dia dan Allah untuk mengintrospeksi diri seraya mengatakan pada dirinya: "Wahai jiwaku, sesungguhnya kamu tidak berjanji kepada Rabbmu setiap hari di saat kamu berdiri membaca "iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in."&lt;br /&gt;Janji itulah yang selalu keluar dari lisan maupun qalbu seorang muslim setiap melakukan shalat, dengan demikian, seharusnya ditepati sehingga terhindar dari stempel munafik. Padahal Allah SWT menekankan agar setiap orang menepati janji yang telah dibuatnya: "Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji...." (QS.16:91). Kurang memperhatikan dengan perjanjian yang keluar dari lisan seseorang, jika tidak ditepatinya dapat menggugurkan jati diri kemuslimannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-6398744248958329033?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/6398744248958329033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/muahadah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6398744248958329033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6398744248958329033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/muahadah.html' title='Mu&apos;ahadah'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-1922732755246637235</id><published>2009-08-12T18:43:00.001-07:00</published><updated>2009-08-12T18:43:58.315-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;rifatul Insan'/><title type='text'>Jalan Taqwa</title><content type='html'>Jika pilihan setiap manusia jatuh ke jalan ketaqwaan sudah dapat dibayangkan nilai akhir akan sampai kepada sebuah kemenangan yang hakiki. Diraihnya suatu kemenangan melalui aktivitas yang berat, tetapi atas dasar nilai-nilai ketaqwaan (ketaatan) itu, keberhasilan menyertainya. Secara tegas Allah SWT menyatakan ketaqwaan seseorang akan sampai kepada kemenangan: "Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan bertaqwa kepada Allah dan RasulNya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepadaNya maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan." (QS.24:52).&lt;br /&gt;Untuk sampai ke arah kemenangan, sewajarnya setiap manusia mencari jalan dengan maksimal yang disertai sesuai ketentuan syari'at Islam. Maka jawaban yang tepat mencapainya, ustadz Dr. Abdullah Nasih Ulwan melalui sebuah kitab berjudul "Ruhaniyatud-Da'iah" memberikan cara mencapai ketaqwaan. Bahwa terdapat beberapa marhalah (langkah) yang perlu dilalui untuk menuju taqwa yaitu:&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-1922732755246637235?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/1922732755246637235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/jalan-taqwa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1922732755246637235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1922732755246637235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/jalan-taqwa.html' title='Jalan Taqwa'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-6638348541230313484</id><published>2009-08-12T18:42:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T18:43:02.653-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;rifatul Insan'/><title type='text'>Sifatul Insan</title><content type='html'>II. Sifatul Insan&lt;br /&gt;Hilangnya penyadaran manusia terhadap asal serta tujuan diciptakan oleh Allah SWT adalah konsekuensi tidak ma'rifah (mengenal) terhadap dirinya. Sehingga menjadikan hidupnya tanpa memperhatikan norma-norma yang seharusnya dipatuhi. Dalam kaitan ini perlu direnungkan pepatah yang menyebutkan: "man a'rafa nafsah faqad a'rafa rabbah, maknanya "Barang siapa mengenal dirinya niscaya mengenal Rabbnya."&lt;br /&gt;Maka sangat wajar jika di kalangan ummat kurang menyadari hakekat untuk apa diri ini diciptakan dan harus bagaimana melakukan aktivitas di dunia, karena tidak mengenal akan dirinya sendiri. Padahal manusia diciptakan lebih mulia dibandingkan dengan makhluk lainnya, yakni diberikan akal. Hanya masalahnya, akal itu tidak difungsikan sebagaimana seharusnya sesuai dengan petunjuk dari Sang Khaliq.&lt;br /&gt;Gambaran manusia yang tidak memfungsikan akal seperti aturannya telah ditegaskan Al-Quran: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS.7:179).&lt;br /&gt;Akal dalam arti yang sebenarnya akan mampu mengarahkan maupun mengondisikan dirinya, jika setiap insan telah ma'rifah secara jujur. Ma'rifah seperti yang disinggung di atas, sebuah tugas yang sepenuhnya tanggung jawab setiap insan, lebih-lebih keterkaitannya dengan Al-Khaliq (hablum minallah).&lt;br /&gt;Ketika akal berfungsi, maka reaksi pemahaman tentangakan penciptaan alam pun dapat dikenalnya kemudian mengerti jalan yang harus ditempuh. Dan Allah SWT, memberikan dua jalan yang disodorkan kepada manusia untuk dipilihnya seperti firmanNya: "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan." (QS.90:10). Kemudian dua jalan yang dimaksud secara transparan disinggung pada firman lain yaitu: "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya (QS.91:8). Dua jalan yang tersedia ketentuan final adalah diserahkan kepada setiap orang untuk memilihnya, dan tentunya akan membawa konsekuensinya atas pilihannya itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-6638348541230313484?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/6638348541230313484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/sifatul-insan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6638348541230313484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6638348541230313484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/sifatul-insan.html' title='Sifatul Insan'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4422170142607478698</id><published>2009-08-12T18:41:00.001-07:00</published><updated>2009-08-12T18:41:52.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;rifatul Insan'/><title type='text'>Ma'rifatul Insan</title><content type='html'>I. Mukadimah (Pendahuluan)&lt;br /&gt;Allah SWT menciptakan manusia ke dunia mempunyai maksud tertentu, yakni selain agar beribadah kepadaNya diamanatkan sebagai Khalifah Fil Ardhi sehingga tercipta masyarakat yang tentram serta sejahtera. Akan tetapi tugas yang diamanatkan kepada Al-Insan (manusia) sering kali dimanipulasikan sesuai kehendak hawa nafsu syaitan,sehingga fungsi sebagai khalifah tidak dapat dilaksanakan dengan sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya, jika setiap manusia memahami akan maksud diciptakan Allah SWT ke dunia ini, maka segala gerak langkahnya selalu disesuaikan dengan syariat dinullah. Tujuan diciptakan manusia secara argumen yang ditegaskan Allah SWT seperti firmanNya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (QS.51:56). Dengan penjelasan firman Allah SWT tersebut sudah jelas dan tegas apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia dalam kehidupan sehar-hari, yaitu penghambaan secara totalitas kepada Al-Khaliq.&lt;br /&gt;Harus diakui dalam realita kehidupan sehari-hari penyimpangan hampir tidak dapat dihindarkan dari perbuatan manusia, karena dunia sekuler lebih dominan dibandingkan dengan hakekat kebesaran Allah SWT,sebagai penguasa tunggal. Terjajahnya oleh bentuk kezaliman pada dasarnya terdapat peluang yang dimiliki oleh manusia, yakni berupa da'fu iman (lemah iman). Terdapatnya da'fu iman jika dibiarkan hidup pada diri seseorang akan memudahkan operasinya kelompok syaitan dengan leluasa. Karena para syaitan mempunyai komitmen untuk menghancurkan umat manusia dengan wasail (sarana) serta berbagai arah pengerti penegasan Allah SWT: "Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)." (QS.7:17).&lt;br /&gt;Perlu disadari secara cermat, bahwa aktivitas syaitan seperti ditegaskan oleh Allah SWT melalui ayat di atas, sebuah gerakan yang akan dijalankan secara istimariyah sampai pada suatu keberhasilan tertentu yaitu menciptakan manusia mungkar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4422170142607478698?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4422170142607478698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/marifatul-insan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4422170142607478698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4422170142607478698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/marifatul-insan.html' title='Ma&apos;rifatul Insan'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-1242671172695358201</id><published>2009-08-04T18:55:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T19:02:51.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syi&apos;ar'/><title type='text'>Malam Nisfu Sya,ban</title><content type='html'>Dari abi Hurairoh ra: Sesungguhnya Nabi telah berkata: Telah datang kepadaku malaikat Jibril alaihissalam pada malam Nisfu Sya'ban (malam tanggal 15 bulan Ruwah/Sya'ban) dan Jibril berkata: Hai Muhammad, malam ini adalah malam terbukanya semua pintu langit dan pintu rahmat, berdirilah dan shalat lah, angkat kepala dan tanganmu berdoa kepada allah.. Aku pun bertanya kata Nabi "Wahai Jibril, Malam apakah ini?: "Ini adalah malam dimana 300 pintu rahmat telah dibuka..Maka Allah akan mengampuni semua manusia yang tidak musyrik kepadanya dan kecuali tukang sihir, dukun atau ahli ramal, orang yang suka memusuhi orang lain, orang yang gemar mabuk-mabukan, orang yang melakukan zina, tukang memakan harta riba, tukang menyakiti orang tuanya, tukang ngadu-ngadu atau "ngadu domba", dan orang yang memutuskan tali persaudaraan. Kepada mereka semua tidak diberikan ampunan kecuali telah bertobat dan berjanji tidak akan kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mendengar penjelasan dari malaikat Jibril seperti itu maka keluarlah Nabi menuju Masjid lalu beliau shalat dan menangis didalam sujudnya seraya berdo'a :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;اللهم اني اعوذبك من عقابك وسخطك ولا اُحصي ثناءعليك  انت كما اثنيت علي نفسك فلك الحمد حتي ترضي&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Allohumma inni A'udzubika min Aqoobika wasakhotika, walaa uhsii tsana'a Alaika, Anta kamaa atsnaita alaa nafsika falakalhamdu hatta tardlo..&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterangan lain diriwayatkan dari Yahya ibnu Muadz: Beliau mengatakan Sesungguhnya Sya'ban &lt;span style="font-size:180%;"&gt;(شعبان)&lt;/span&gt; terdiri dari lima huruf yang mendatangkan  hadiah atau pahala bagi orang mu'min&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf Syin : artinya Syarfun wa Syafaat atau Kemuliaan dan Syafaat (Pembelaan Nabi terhadap Umatnya di hari kiamat)&lt;br /&gt;Huruf Ain  : artinya Izzah walkaromah, Izzah adalah martabat atau kedudukan yang tinggi sedangkan karomah adalah kemuliaan disisi Allah&lt;br /&gt;Huruf Ba'  : Al-birru (kebaikan, baik akhlak dan sifatnya)&lt;br /&gt;Huruf Alif : Ulfah atau sifat kasih sayang&lt;br /&gt;Huruf Nun   : An-Nur atau Cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Yahya bin Muadz mengatakan: Bulan Rajab adalah bulan untuk mensucikan badan, bulan sya'ban untuk mensucikan hati, dan bulan Ramadhan untuk mensucikan Ruh, Jika di bulan rajab badan tidak disucikan dan pada bulan Sya'ban hati tidak bersih, bagaimana mungkin di bulan ramadhan Ruh akan suci?. Berkatalah para Ulama. Bulan Rajab untuk Istighfar memohon ampunan dari segala dosa, bulan Sya'ban ubtuk mensucikan hati dari mendengki dan musyrik, dan bulan ramadhan untuk menerangi hati mensucikan ruh, malam lailatulqadar untuk mendekatkan diri kepada allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi berkata: barang siapa yang puasa tiga hari di awal bulan Sya'ban (tgl 1,2,3), tiga hari di pertengahan Sya'ban (tgl 13,14,15), dan tiga hari di akhir Sya'ban maka Allah akan menuliskan pahala tujuh puluh nabi, dan seperti orang yang beribadah kepada Allah tujuh puluh tahun, dan jika orang tersebut mati pada tahun itu juga maka dia tercatat sebagai orang yang mati syahid. (tidak perlu bunuh diri untuk mati syhadi.pen) dan Nabi melanjutkan : Barang siapa yang mengagungkan atau memuliakan bulan Sya'ban, taat beribadah kepada Allah, mengerjakan ibadahnya tanpa ria (ingin dipuji orang), menahan dirinya berbuat ma'siat. Allah akan mengampuni dosanya dan menjamin akan selamat dari bahaya dan penyakit yang akan datang di tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;والله اعلم بالصواب&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;انتهي، ذرةالناصحين ٢٠٧-٢٠٨&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-1242671172695358201?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/1242671172695358201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/malam-nisfu-syaban.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1242671172695358201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1242671172695358201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/08/malam-nisfu-syaban.html' title='Malam Nisfu Sya,ban'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-3422229029049019695</id><published>2009-07-31T00:37:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T00:39:46.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syi&apos;ar'/><title type='text'>10 Tanda Kiamat</title><content type='html'>Dari Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: "Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: "Apa yang kamu perbincangkan?". Kami menjawab: "Kami sedang berbincang tentang hari qiamat". Lalu Nabi saw. bersabda: "Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya". Kemudian beliau menyebutkannya: "Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma'juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab dan terakhir adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia menuju Padang Mahsyar mereka".&lt;br /&gt;(H.R Muslimi)&lt;br /&gt;Keterangan&lt;br /&gt;Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti flu di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.&lt;br /&gt;2.Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan merenggut keimanan, hingga banyak orang yang akan terpedaya dengan rayuannya.&lt;br /&gt;3.Binatang besar yang keluar bergerombol dari Bukit Shafa di Mekah yang akan membawa berita bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.&lt;br /&gt;4.Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.&lt;br /&gt;5.Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.&lt;br /&gt;6.Keluarnya bangsa Ya'juj dan Ma'juj yang akan membuat kerusakan dimuka bumi ini, yaitu apabila mereka bisa menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.&lt;br /&gt;7.Gempa bumi di Timur.&lt;br /&gt;8.Gempa bumi di Barat.&lt;br /&gt;9.Gempa bumi di Semenanjung Arab.&lt;br /&gt;10.Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: "Apa yang dapat ditarjihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahawa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala petanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah belian turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakerawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang mana matahari terbit dari tempat tenggelamnya".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-3422229029049019695?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/3422229029049019695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/07/10-tanda-kiamat.html#comment-form' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3422229029049019695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3422229029049019695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/07/10-tanda-kiamat.html' title='10 Tanda Kiamat'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-577548942703580071</id><published>2009-07-27T22:17:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T22:18:05.876-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Semoga Rumahmu Membuat Bahagia</title><content type='html'>Mengasingkan diri yang diajarkan syariat dan sunah Rasul adalah&lt;br /&gt;menjauhkan diri dari kejahatan dan pelakunya, orang-orang yang banyak&lt;br /&gt;waktu kosongnya, orang-orang yang lalai, dan orang-orang yang senang&lt;br /&gt;membuat huru-hara. Dengan begitu, jiwa Anda akan selalu terkendali, hati&lt;br /&gt;menjadi tenang dan sejuk, pikiran selalu jernih, dan Anda akan merasa&lt;br /&gt;leluasa dan bahagia berada di taman-taman ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengasingkan diri (uzlah) dari semua hal yang melalaikan manusia&lt;br /&gt;dari kebaikan dan ketaatan merupakan obat yang sudah diuji coba dan&lt;br /&gt;dibuktikan kemujarabannya oleh para ahli pengobatan hati. Banyak cara&lt;br /&gt;untuk menjauhkan diri dari kejahatan dan permainan yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diantaranya adalah; mengisi waktu dengan menyuntikkan wawasan baru&lt;br /&gt;ke dalam akal pikiran, menjalankan semua hal yang sesuai dengan kaedah&lt;br /&gt;"takut kepada Allah", dan juga menghadiri majelis-majelis pertaubatan dan&lt;br /&gt;dzikir. Betapapun, perkumpulan atau majelis yang terpuji dan patut&lt;br /&gt;dikunjungi adalah yang digunakan untuk menjalankan shalat berjamaah,&lt;br /&gt;menuntut dan mengajarkan ilmu, atau untuk saling membantu dalam&lt;br /&gt;kebaikan. Maka dari itu, hindarilah majelis-majelis yang tidak jelas tujuannya&lt;br /&gt;dan tidak pula berguna! Jaga kesucian kulit Anda, tangisilah kesalahan&lt;br /&gt;Anda dan jagalah lidah! Semoga, dengan itu rumah Anda dapat&lt;br /&gt;membahagiakan hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan merupakan serangan&lt;br /&gt;mematikan bagi jiwa dan ancaman yang membahayakan keamanan dan&lt;br /&gt;kedamaian diri Anda. Pasalnya, melakukan hal itu berarti Anda telah bergaul&lt;br /&gt;dengan setan-setan pembisik desas-desus, penebar kabar bohong, peramal&lt;br /&gt;bencana dan petaka. Dan itu, akan membuat Anda mati tujuh kali dalam&lt;br /&gt;sehari sebelum Anda benar-benar mati. Maka,&lt;br /&gt;{Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah&lt;br /&gt;kamu selain dari kerusakan belaka.}&lt;br /&gt;(QS. At-Taubah: 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, harapan saya adalah supaya Anda menjalani&lt;br /&gt;bagaimanapun kondisi Anda, tetap menyendiri di 'kamar' Anda dan hanya&lt;br /&gt;keluar untuk berkata atau berbuat baik saja. Pada saat seperti itu hati Anda&lt;br /&gt;akan benar-benar menjadi milik Anda, sehingga waktu dan umur Anda&lt;br /&gt;selamat dari kesia-siaan, lidah Anda terhindar dari menggunjing (ghibah),&lt;br /&gt;hati Anda bersih dari kerisauan, telinga Anda terjauhkan dari ucapan kotor,&lt;br /&gt;dan jiwa Anda bebas dari berburuk sangka. Barangsiapa mencoba sesuatu,&lt;br /&gt;niscaya akan mengetahuinya. Barangsiapa membiarkan dirinya hanyut dalam&lt;br /&gt;gumpalan kasak-kusuk dan terseret ke dalam komunitas orang-orang yang&lt;br /&gt;tidak berilmu, serta senang berbuat yang sia-sia, maka katakan kepadanya:&lt;br /&gt;Selamat tinggal!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-577548942703580071?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/577548942703580071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/07/semoga-rumahmu-membuat-bahagia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/577548942703580071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/577548942703580071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/07/semoga-rumahmu-membuat-bahagia.html' title='Semoga Rumahmu Membuat Bahagia'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-5783896867870034558</id><published>2009-07-10T21:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T04:55:41.915-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syi&apos;ar'/><title type='text'>MLM Menurut Hukum Islam</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(91, 91, 91);font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;p style="margin: 0px; padding: 5px 0px 10px;" align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;MLM dilihat dari sisi hukum/ fiqh formal, termasuk jenis usaha yang tidak diperbolehkan, karena kategori memakan harta orang lain dengan cara tidak benar.&lt;br /&gt;Allah SWT. berfirman yang artinya;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px; padding: 5px 0px 10px;" align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Janganlah kalian semua memakan harta diantara kamu dengan cara Baatil/ tidak benar”&lt;br /&gt;(An- Nisaa’ ayat 27)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px; padding: 5px 0px 10px;" align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam hal ini Ulama’ menegaskan bahwa setiap jenis usaha yang tidak ada Kulfah / beban, maka usaha yang demikian cacat dimata hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px; padding: 5px 0px 10px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span id="more-90" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px; padding: 5px 0px 10px;" align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Hal ini karena dalam MLM ada suatu hasil yang didapat tanpa ada jerih payah sama sekali. Sebab dalam sistem ini anggota yang yang berada diatas akan terdongkrak dan bertambah points dan keuntungannya dengan bertambahnya anggota atau point ketika anggota yang berada dibawahnya mendapat down line atau point, padahal anggota yang berada diatas sama sekali tidak melakukan suatu usaha yang riil.&lt;br /&gt;(I’anatut Tholibin Juz : III Hal : 123)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px; padding: 5px 0px 10px;" align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam MLM juga terdapat syarat yang dianggap merusak aqad, seperti persyaratan membeli dengan iming-iming sejumlah imbalan, dan lagi Tasharuf (Red. Alokasi) dana yang dijalankan oleh MLM tidak ada kejelasan, apakah itu dibuat usaha dagang, kerjasama perkongsian, atau lainnya.&lt;br /&gt;(Alfiqh ‘alal madzahib al-arba’ah Juz : II Hal : 228)&lt;br /&gt;( Hasyiyah Al-Syarqowi Juz : II Hal : 53 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px; padding: 5px 0px 10px;" align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Catatan;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px; padding: 5px 0px 10px;" align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. untuk hukumnya sendiri sebenarnya ada yang mengatakan boleh, cuma kita ambil yang lebih hati2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px; padding: 5px 0px 10px;" align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. Diharap bagi segenap kaum muslimin untuk berhati-hati, sebab ada diantara mereka yang melakukan penipuan dengan modus MLM.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px; padding: 5px 0px 10px;" align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. Bagi Sobat yang punya dalil yang memperkenankan, dari Ulama’ yang bisa dipertanggung jawabankan atau dari kitab fiqih yang mu’tabar, silahkan Sobat mengikutinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0px; padding: 5px 0px 10px;" align="justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;sumber: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://langitan.net/?p=90"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;http://langitan.net/?p=90&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-5783896867870034558?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/5783896867870034558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/07/mlm-menurut-hukum-islam.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/5783896867870034558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/5783896867870034558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/07/mlm-menurut-hukum-islam.html' title='MLM Menurut Hukum Islam'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-1259747017507124436</id><published>2009-07-06T20:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T20:53:48.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Isi Waktu Luang Dengan Berbuat!</title><content type='html'>Orang-orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan&lt;br /&gt;menjadi penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal&lt;br /&gt;pikiran mereka selalu melayang-layang tak tahu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan,&lt;br /&gt;{Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang.}&lt;br /&gt;(QS. At-Taubah: 87)&lt;br /&gt;Saat paling berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya&lt;br /&gt;menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yang&lt;br /&gt;berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan&lt;br /&gt;dan ke kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pada suatu hari Anda mendapatkan diri Anda menganggur tanpa&lt;br /&gt;kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam&lt;br /&gt;keadaan kosong itulah pikiran Anda akan menerawang ke mana-mana;&lt;br /&gt;mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini,&lt;br /&gt;hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu Anda alami.&lt;br /&gt;Dan itu, membuat akal pikiran Anda tak terkendali dan mudah lepas kontrol.&lt;br /&gt;Maka dari itu, saya nasehatkan kepada Anda dan diriku sendiri bahwa&lt;br /&gt;mengerjakan amalan-amalan yang bermanfaat adalah lebih baik daripada&lt;br /&gt;terlarut dalam kekosongan yang membinasakan. Singkatnya, membiarkan&lt;br /&gt;diri dalam kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak&lt;br /&gt;tubuh dengan narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kosong itu tak ubahnya dengan siksaan halus ala penjara Cina;&lt;br /&gt;meletakkan si narapidana di bawah pipa air yang hanya dapat meneteskan&lt;br /&gt;air satu tetes setiap menit selama bertahun-tahun. Dan dalam masa&lt;br /&gt;penantian yang panjang itulah, biasanya seorang napi akan menjadi stres&lt;br /&gt;dan gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah&lt;br /&gt;pencuri yang culas. Adapun akal Anda, tak lain merupakan mangsa empuk&lt;br /&gt;yang siap dicabik-cabik oleh ganasnya terkaman kedua hal tadi; kelengahan&lt;br /&gt;dan si "pencuri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu bangkitlah sekarang juga. Kerjakan shalat, baca buku,&lt;br /&gt;bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan meja kerja, merapikan kamar, atau&lt;br /&gt;berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir&lt;br /&gt;kekosongan itu! Ini, karena aku ingin mengingatkan Anda agar tidak&lt;br /&gt;berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunuhlah setiap waktu kosong dengan 'pisau' kesibukan! Dengan&lt;br /&gt;cara itu, dokter-dokter dunia akan berani menjamin bahwa Anda telah&lt;br /&gt;mencapai 50% dari kebahagiaan. Lihatlah para petani, nelayan, dan para&lt;br /&gt;kuli bangunan! Mereka dengan ceria mendendangkan lagu-lagu seperti&lt;br /&gt;burung-burung di alam bebas. Mereka tidak seperti Anda yang tidur di&lt;br /&gt;atas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata&lt;br /&gt;kesedihan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-1259747017507124436?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/1259747017507124436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/07/isi-waktu-luang-dengan-berbuat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1259747017507124436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1259747017507124436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/07/isi-waktu-luang-dengan-berbuat.html' title='Isi Waktu Luang Dengan Berbuat!'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-6557437189661641687</id><published>2009-07-05T19:36:00.001-07:00</published><updated>2009-07-05T19:36:34.686-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Iman Adalah Kehidupan</title><content type='html'>Orang-orang yang sesungguhnya paling sengsara adalah mereka yang&lt;br /&gt;miskin iman dan mengalami krisis keyakinan. Mereka ini, selamanya akan&lt;br /&gt;berada dalam kesengsaraan, kepedihan, kemurkaan, dan kehinaan.&lt;br /&gt;{Dan, barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya&lt;br /&gt;penghidupan yang sempit.}&lt;br /&gt;(QS. Thaha: 124)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tak ada sesuatu yang dapat membahagiakan jiwa, membersihkannya,&lt;br /&gt;menyucikannya, membuatnya bahagia, dan mengusir kegundahan darinya,&lt;br /&gt;selain keimanan yang benar kepada Allah s.w.t., Rabb semesta alam.&lt;br /&gt;Singkatnya, kehidupan akan terasa hambar tanpa iman.&lt;br /&gt;Dalam pandangan para pembangkang Allah yang sama sekali tidak&lt;br /&gt;beriman, cara terbaik untuk menenangkan jiwa adalah dengan bunuh diri.&lt;br /&gt;Menurut mereka, dengan bunuh diri orang akan terbebas dari segala tekanan,&lt;br /&gt;kegelapan, dan bencana dalam hidupnya. Betapa malangnya hidup yang&lt;br /&gt;miskin iman! Dan betapa pedihnya siksa dan azab yang akan dirasakan oleh&lt;br /&gt;orang-orang yang menyimpang dari tuntunan Allah di akherat kelak!&lt;br /&gt;{Dan, (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka&lt;br /&gt;belum pernah beriman kepadanya (al-Quran) pada permulaannya, dan Kami&lt;br /&gt;biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat sesat.}&lt;br /&gt;(QS. Al-An'am: 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kini, sudah saatnya dunia menerima dengan tulus ikhlas dan beriman&lt;br /&gt;dengan sesungguhnya bahwa "tidak ada llah selain Allah". Betapapun,&lt;br /&gt;pengalaman dan uji coba manusia sepanjang sejarah kehidupan dunia ini&lt;br /&gt;dari abad ke abad telah membuktikan banyak hal; menyadarkan akal bahwa&lt;br /&gt;berhala-berhala itu takhayul belaka, kekafiran itu sumber petaka,&lt;br /&gt;pembangkangan itu dusta, para rasul itu benar adanya, dan Allah benarbenar&lt;br /&gt;Sang Pemilik kerajaan bumi dan langit— segala puji bagi Allah dan&lt;br /&gt;Dia sungguh-sungguh Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;Seberapa besar — kuat atau lemah, hangat atau dingin — iman Anda,&lt;br /&gt;maka sebatas itu pula kebahagiaan, ketentraman, kedamaian dan&lt;br /&gt;ketenangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; {Barangsiapa mengerjakan amal salih, baik laki-laki maupun perempuan dalam&lt;br /&gt;keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan&lt;br /&gt;yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan&lt;br /&gt;pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.}&lt;br /&gt;(QS. An-Nahl: 97)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-6557437189661641687?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/6557437189661641687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/07/iman-adalah-kehidupan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6557437189661641687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6557437189661641687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/07/iman-adalah-kehidupan.html' title='Iman Adalah Kehidupan'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-5866364050494138411</id><published>2009-06-14T20:26:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T20:34:45.279-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayat'/><title type='text'>Rahasia Tahajud</title><content type='html'>Abi Dzar al-ghifari &lt;span style="font-size:130%;"&gt;رضي الله تعلي عنه&lt;/span&gt; Meriwayatkan dalam kitab Tafsir Hamamy Halaman 13 pada ayat "&lt;span style="font-size:180%;"&gt;والشمس تجر لمستقرلها ذلك تقديرالعزيزالعليم&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;Nabi bertanya kepada Abi Dzar pada suatu sore ketika Matahari akan tenggelam&lt;br /&gt;"Wahai Abi Dzar Tahukah engkau kemana matahari itu pergi?" "Hanya Allah dan Rosulnya yang tahu" jawab Abi Dzar.."&lt;br /&gt;"Wahai Abi Dzar, sesungguhnya matahari itu pergi dan berjalan ke bawah arasy dan meminta izin kepada allah untuk bersujud, setelah bersujud ia meminta izin tidak akan muncul besok pagi menerangi alam ini selama masih banyak yang berma'siat dan menjalankan berbagai pemunkaran.&lt;br /&gt;Tentu saja allah tidak memenuhi permintaan itu dan berkata: Kembalilah ketempatmu dan lakukan apa yang harus kau lakukan. Sebagai mana Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;والشمس تجر لمستقرلها ذلك تقديرالعزيزالعليم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Lalu matahari pun kembali melaksanakan perintah Allah sampai hari kiamat,&lt;br /&gt;Pada saat kiamat hampir tiba, banyak orang-orang Fasiq, para pelacur, banyak pema'siatan dan dosa, dan tidak ada orang yang bisa mencegah semua itu, hukum-hukum Syari'at sangat lemah. Maka disitulah Matahari kembali bersujud di bawah Arasy dalam kurun waktu sehari, tidak di beri izin oleh Allah untuk muncul pada pagi hari, demikian halnya dengan Bulan, jadi mereka saat itu berada di satu tempat yang sama dalam kurun waktu tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka panjanglah waktu malam itu, bayangkan tiga malam dibuat satu malam oleh Allah, Subhanallah..&lt;br /&gt;dan tidak ada yang mengetahui semua itu kecuali orang-orang yang sering melaksanakan tahajud. Bagaimana dengan orang-orang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetkala terbangun dari tidurnya, maka mereka berdiri untuk melaksakan bermacam ibadah kepada allah, Shalat, Dzikir, Wirid, dan ibadah-ibadah sunnah lainnya yang mereka lakukan seperti malam-malam sebelumnya.&lt;br /&gt;Namun malam itu ada yang aneh, biasanya setelah selesai membaca Qur'an atau setelah selesai wirid, fajar akan muncul (tiba waktu shalat subuh), tapi ketika mereka melihat keluar bintang gemintang masih pada tempatnya belum ada tanda-tanda fajar akan muncul, mereka menyangka ibadah mereka yang kurang dan mereka pun kembali melanjutkan lagi ibadahnya..Setelah berlangsung beberapa lama kembali mereka melihat keluar dan masih tetap bintang pada tempatnya tidak berubah sedikit pun. Disitulah mereka merasa bahwa ini adalah pertanda kiamat, mereka memberi tahu kerabat lainnya yang masih beriman kepada allah dan berkumpul di masjid, mereka bertaubat kepada allah, menangis memohon ampunananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu terjadi di seluruh negara di dunia, tapi hanya sedikit diantaranya yang masih beriman kepada allah, kebanyakan dari manusia telah kafir, dan menghinakan dirinya demi kesenangan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah genap tiga hari allah memerintahkan kepada Bulan dan matahari untuk muncul dari arah barat, maka pada saat itu matahari muncul dari arah barat demikian halnya dengan Bulan, dan tahulah semua makhluk di bumi bahwa kiamat benar-benar telah dekat, mereka menangis dan bertaubat kepada allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika matahari telah sampai di tengah-tengah (sekitar jam 12 siang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pen&lt;/span&gt;.), datanglah malaikat Jibril dengan ijin allah menggiring keduanya kembali ke magrib, di magrib ini ada sebuah pintu bernama "Babut-Taubat" panjangnya kira-kira perjalanan 70 tahun, Bulan dan Matahari masuk ke pintu tersebut dan di kuncilah pintu taubat dan penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Berbahagialah orang-orang yang sering melaksakan tahajud, mengajak orang bertahajud adalah wajib, tapi jangan sekali-kali mengatakan kepada orang bahwa "aku telah melaksanakan Tahajud tadi malam", untuk menghindari ria dan buruk sangka dan menghilangkan pahala ibadah kita..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;والله اعلم بالصواب&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-5866364050494138411?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/5866364050494138411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/abi-dzar-al-ghifari-meriwayatkan-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/5866364050494138411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/5866364050494138411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/abi-dzar-al-ghifari-meriwayatkan-dalam.html' title='Rahasia Tahajud'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-3867258345297222824</id><published>2009-06-14T16:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T16:52:28.998-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Yakinilah..</title><content type='html'>Yakinilah Bahwa Anda Tetap Mulia Bersama Para&lt;br /&gt;Penerima Cobaan!&lt;br /&gt;Tengoklah kanan kiri, tidakkah Anda menyaksikan betapa banyaknya&lt;br /&gt;orang yang sedang mendapat cobaan, dan betapa banyaknya orang yang&lt;br /&gt;sedang tertimpa bencana? Telusurilah, di setiap rumah pasti ada yang&lt;br /&gt;merintih, dan setiap pipi pasti pernah basah oleh air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, betapa banyaknya penderitaan yang terjadi, dan betapa&lt;br /&gt;banyak pula orang-orang yang sabar menghadapinya. Maka Anda bukan&lt;br /&gt;hanya satu-satunya orang yang mendapat cobaan. Bahkan, mungkin saja&lt;br /&gt;penderitaan atau cobaan Anda tidak seberapa bila dibandingkan dengan&lt;br /&gt;cobaan orang lain. Berapa banyak di dunia ini orang yang terbaring sakit di&lt;br /&gt;atas ranjang selama bertahun-tahun dan hanya mampu membolak-balikkan&lt;br /&gt;badannya, lalu merintih kesakitan dan menjerit menahan nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berapa banyak orang yang dipenjara selama bertahun-tahun tanpa&lt;br /&gt;pernah dapat melihat cahaya matahari sekalipun, dan ia hanya mengenal&lt;br /&gt;jeruji'jeruji selnya.&lt;br /&gt;Berapa banyak orang tua yang harus kehilangan buah hatinya, baik&lt;br /&gt;yang masih belia dan lucu-lucunya, atau yang sudah remaja dan penuh&lt;br /&gt;harapan.&lt;br /&gt; Betapa banyaknya di dunia ini orang yang menderita, mendapat ujian&lt;br /&gt;dan cobaan, belum lagi mereka yang harus setiap saat menahan himpitan&lt;br /&gt;hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kini, sudah tiba waktu Anda untuk memandang diri Anda mulia&lt;br /&gt;bersama mereka yang terkena musibah dan mendapat cobaan. Sudah tiba&lt;br /&gt;pula waktu Anda untuk menyadari bahwasanya kehidupan di dunia ini&lt;br /&gt;merupakan penjara bagi orang-orang mukmin dan tempat kesusahan dan&lt;br /&gt;cobaan. Di pagi hari, istana-istana kehidupan penuh sesak dengan&lt;br /&gt;penghuninya, namun menjelang senja istana-istana itu ambruk menjadi&lt;br /&gt;reruntuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mungkin saat ini kekuatan masih prima, badan masih sehat,&lt;br /&gt;harta melimpah, dan keturunan banyak jumlahnya. Namun dalam hitungan&lt;br /&gt;hari saja semuanya bisa berubah: jatuh miskin, kematian datang secara tibatiba,&lt;br /&gt;perpisahan yang tak bisa dihindarkan, dan sakit yang tiba-tiba&lt;br /&gt;menyerang.&lt;br /&gt;{Dan, telah nyata bagimu bagaimana Kami berbuat terhadap mereka dan telah&lt;br /&gt;Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.}&lt;br /&gt;(QS. Ibrahim: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebaiknya Anda mempersiapkan diri sebagaimana kesiapan seekor unta&lt;br /&gt;berpengalaman yang akan mengiringi Anda menyeberangi padang sahara.&lt;br /&gt;Bandingkan penderitaan Anda dengan penderitaan orang-orang di sekitar&lt;br /&gt;Anda dan orang-orang sebelum Anda, niscaya Anda akan sadar bahwa Anda&lt;br /&gt;sebenarnya lebih beruntung dibanding mereka. Bahkan, Anda akan&lt;br /&gt;merasakan bahwa penderitaan Anda itu hanyalah duri-duri kecil yang tak&lt;br /&gt;ada artinya. Maka, panjatkan segala pujian kepada Allah atas semua&lt;br /&gt;kebaikan-Nya itu, bersyukurlah kepada-Nya atas semua yang diberikan&lt;br /&gt;kepada Anda, bersabarlah atas semua yang diambil-Nya, dan yakinilah&lt;br /&gt;kemuliaan Anda bersama orang-orang menderita di sekitar Anda.&lt;br /&gt;Banyak suri tauladan Rasulullah s.a.w. yang perlu Anda contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Syahdan, beliau pernah dilempar kotoran unta oleh orang-orang kafir&lt;br /&gt;Makkah, kedua kakinya dicederai dan wajahnya mereka lukai. Dikepung&lt;br /&gt;dalam suatu kaum beberapa lama hingga beliau hanya dapat makan&lt;br /&gt;dedaunan apa adanya saja, diusir dari Makkah, dipukul gerahamnya hingga&lt;br /&gt;retak, dicemarkan kehormatan isterinya, tujuh puluh sahabatnya terbunuh,&lt;br /&gt;dan seorang putera serta sebagian besar puterinya meninggal dunia pada&lt;br /&gt;saat beliau sedang senang-senangnya membelai mereka. Bahkan, karena&lt;br /&gt;terlalu laparnya, beliau pernah mengikatkan batu di perutnya untuk menahan&lt;br /&gt;lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beliau pernah pula dituduh sebagai seorang penyair (bukan penyampai&lt;br /&gt;wahyu Allah), dukun, orang gila dan pembohong. Namun, Allah&lt;br /&gt;melindunginya dari semua itu. Dan semua hal tadi merupakan cobaan yang&lt;br /&gt;harus beliau hadapi dan penyucian jiwa yang tiada tara dan tandingannya.&lt;br /&gt;Sebelum itu, Nabi Zakariya dibunuh kaumnya, Nabi Yahya dijagal,&lt;br /&gt;Nabi Musa diusir dan dikejar-kejar, dan Ibrahim dibakar. Cobaan-cobaan&lt;br /&gt;itu juga menimpa para khalifah dan pemimpin kita; Umar r.a. dilumuri dengan&lt;br /&gt;darahnya sendiri, Utsman dibunuh diam-diam, dan Ali ditikam dari&lt;br /&gt;belakang. Dan masih banyak lagi para pemimpin kita yang juga harus&lt;br /&gt;menerima punggungnya penuh bekas cambukan, dijebloskan ke dalam&lt;br /&gt;penjara, dan juga dibuang ke negari lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang&lt;br /&gt;kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang'orang terdahulu sebelum kamu?&lt;br /&gt;Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan (dengan&lt;br /&gt;bermacam-macam cobaan).}&lt;br /&gt;(QS. Al-Baqarah: 214)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-3867258345297222824?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/3867258345297222824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/yakinilah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3867258345297222824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3867258345297222824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/yakinilah.html' title='Yakinilah..'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-3187810453130005724</id><published>2009-06-13T21:24:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T21:41:01.007-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Nikmatnya Ilmu Pengetahuan</title><content type='html'>Nikmatnya Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;{Dan, Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan&lt;br /&gt;adalah karunia Allah itu sangat besar.}&lt;br /&gt;(QS. An-Nisa': 113)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa, terbunuhnya kehidupan&lt;br /&gt;dan membusuknya umur.&lt;br /&gt;{Sesungguhnya, Aku mengingatkan kepadamu supaya kamu tidak termasuk orang-&lt;br /&gt;orang yang tidak berpengetahuan.}&lt;br /&gt;(QS. Hud: 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, kehidupan bagi ruh&lt;br /&gt;dan bahan bakar bagi tabiat.&lt;br /&gt;{Dan, apakah orang yang mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan&lt;br /&gt;kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di&lt;br /&gt;tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada&lt;br /&gt;dalam gelap gulita yang berkali-kali tidak dapat keluar daripadanya?}&lt;br /&gt;(QS. Al-An'am: 122)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian, kedamaian, dan ketentraman hati senantiasa berawal&lt;br /&gt;dari ilmu pengetahuan. Itu terjadi karena ilmu mampu menembus yang samar,&lt;br /&gt;menemukan sesuatu yang hilang, dan menyingkap yang tersembunyi. Selain&lt;br /&gt;itu, naluri dari jiwa manusia itu adalah selalu ingin mengetahui hal-hal&lt;br /&gt;yang baru dan ingin mengungkap sesuatu yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan itu sangat membosankan dan menyedihkan. Pasalnya, ia&lt;br /&gt;tidak pernah memunculkan hal baru yang lebih menarik dan segar, yang&lt;br /&gt;kemarin seperti hari ini, dan yang hari ini pun akan sama dengan yang akan&lt;br /&gt;terjadi esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda ingin senantiasa bahagia, tuntutlah ilmu, galilah&lt;br /&gt;pengetahuan, dan raihlah pelbagai manfaat, niscaya semua kesedihan,&lt;br /&gt;kepedihan dan kecemasan itu akan sirna.&lt;br /&gt;{Dan, katakanlah: "Ya Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."}&lt;br /&gt;(QS. Thaha: 114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Bacalah dengan nama Rabb-mu Yang menciptakan.}&lt;br /&gt;(QS. Al-'Alaq: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan&lt;br /&gt;pandaikan ia dalam agama." (Al-Hadits)&lt;br /&gt;Janganlah seseorang sombong dengan harta atau kedudukannya, kalau&lt;br /&gt;memang ia tak memiliki ilmu sedikit pun. Sebab, kehidupannya tidak akan&lt;br /&gt;sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu&lt;br /&gt;itu benar sama dengan orang yang buta.}&lt;br /&gt;(QS. Ar-Ra'd: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Az-Zamakhsyari, dalam sebuah syairnya berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Malam-malamku untuk merajut ilmu yang bisa dipetik,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menjauhi wanita elok dan harumnya leher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Aku mondar-mandir untuk menyelesaikan masalah sulit,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebih menggoda dan manis dari berkepit betis nan panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bunyi penaku yang metiari di atas kertas-kertas,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebih manis daripada berada di belaian wanita dan kekasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagiku lebih indah melemparkan pasir ke atas kertas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;daripada gadis-gadis yang menabuh dentum rebana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang yang berusaha mencapai kedudukanku lewat angannya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sungguh jauh jarak antara orang yang diam dan yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Apakah aku yang tidak tidur selama dua purnama dan engkau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidur nyenyak, setelah itu engkau ingin menyamai derajatku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alangkah mulianya ilmu pengetahuan. Alangkah gembiranya jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seseorang yang menguasainya. Alangkah segarnya dada orang yang penuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dengannya, dan alangkah leganya perasaan orang yang menguasainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Maka, apakah orang yang berpegang teguh pada keterangan yang datang dari&lt;br /&gt;Rabb-nya sama dengan orang (setan) yang menjadikan dia memandang baik&lt;br /&gt;perbuatannya yang buruk dan mengikuti hawa nafsunya?}&lt;br /&gt;(QS. Muhammad: 14)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-3187810453130005724?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/3187810453130005724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/nikmatnya-ilmu-pengetahuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3187810453130005724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3187810453130005724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/nikmatnya-ilmu-pengetahuan.html' title='Nikmatnya Ilmu Pengetahuan'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-1428491895645968598</id><published>2009-06-12T16:53:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T17:04:38.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Ataukah Mereka Dengki..</title><content type='html'>"Ataukah mereka dengki pada manusia atas apa yang&lt;br /&gt;Allah karuniakan kepadanya?"&lt;br /&gt;Kedengkian (hasad) itu seperti makanan asin yang senantiasa&lt;br /&gt;merapuhkan tulang. Hasad itu juga seperti penyakit kronis yang selalu&lt;br /&gt;menggerogoti tubuh pelan-pelan hingga rusak dan membusuk. Ada&lt;br /&gt;ungkapan: "Tak ada yang menyenangkan dari seorang pendengki, karena&lt;br /&gt;ia akan selalu menjadi musuh dalam selimut". Ada pula orang-orang yang&lt;br /&gt;berkata seperti ini: "Celaka benar seorang pendengki; memulai dengan&lt;br /&gt;persahabatan dan mengakhiri dengan pembunuhan."&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;Saya berusaha mencegah diri pribadi saya dan juga Anda agar tidak&lt;br /&gt;mengidap penyakit dengki. Ini merupakan wujud kasih sayang saya terhadap&lt;br /&gt;diri saya sendiri dan terhadap Anda sebelum dapat mencurahkan kasih&lt;br /&gt;sayang kepada orang lain. Bagaimanapun, dengan dengki terhadap orang&lt;br /&gt;lain, kita sama halnya dengan memberi makan kegalauan kepada dagingdaging&lt;br /&gt;kita, memberi minum kegelisahan kepada darah kita, dan&lt;br /&gt;menebarkan rasa kantuk pelupuk mata kita kepada orang lain.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Seorang pendengki, ibarat orang yang menyalakan pemanggang roti,&lt;br /&gt;lalu setelah panas ia menceburkan dirinya sendiri ke dalam pemanggang&lt;br /&gt;itu. Keresahan, kecemasan dan kegelisahan hidup merupakan penyakitpenyakit&lt;br /&gt;yang dllahirkan oleh sifat dengki untuk mengakhiri ketentraman,&lt;br /&gt;kesejahteraan, dan kebahagiaan hidup. Bencana besar yang menimpa seorang&lt;br /&gt;pendengki adalah dikarenakan ia selalu melawan qadha' (ketentuan Allah),&lt;br /&gt;menuduh Allah tidak adil dalam kebijakan-Nya, melecehkan syariat,&lt;br /&gt;dan selalu menyeleweng dari ajaran-ajaran yang disampaikan oleh&lt;br /&gt;Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kedengkian itu merupakan penyakit yang tidak bakal&lt;br /&gt;mendatangkan pahala, dan juga bukan cobaan yang akan mendatangkan&lt;br /&gt;balasan baik dari Allah bagi para pelakunya. Seorang pendengki akan selalu&lt;br /&gt;panas ketika melihat orang lain mendapatkan kenikmatan dan kelebihan.&lt;br /&gt;Dan itu akan berlanjut sampai ia mati, atau kadang sampai kenikmatan&lt;br /&gt;orang lain tadi sudah tidak ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang boleh diajak bersahabat, kecuali seorang pendengki.&lt;br /&gt;Sebab, seorang pendengki akan selalu membawa kita agar menyepelekan&lt;br /&gt;nikmat-nikmat Allah, menanggalkan semua kepribadian baik kita,&lt;br /&gt;melepaskan ciri kehormatan kita, dan meninggalkan semua sejarah baik&lt;br /&gt;kita. Itulah hal-hal yang akan membuat seorang pendengki menerima —&lt;br /&gt;meski mungkin dengan berat hati — Anda sebagai sahabatnya. Akan tetapi,&lt;br /&gt;bukankah kita harus berlindung kepada Allah dari kejahatan seorang&lt;br /&gt;pendengki ketika mendengki? Betapapun, seorang pendengki itu tetap&lt;br /&gt;seperti ular hitam berbisa yang tidak akan pernah diam sebelum&lt;br /&gt;menyemburkan bisanya pada tubuh yang tak berdosa.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sungguh, saya peringatkan Anda agar jangan sekali-kali mencoba&lt;br /&gt;untuk memiliki rasa dengki. Berlindunglah kepada Allah agar tidak bergaul&lt;br /&gt;dengan seorang pendengki, karena Dia-lah yang selalu mengawasi Anda!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-1428491895645968598?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/1428491895645968598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/ataukah-mereka-dengki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1428491895645968598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/1428491895645968598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/ataukah-mereka-dengki.html' title='Ataukah Mereka Dengki..'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4705536823962863204</id><published>2009-06-11T17:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T17:25:34.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Tersenyumlah!</title><content type='html'>Tertawa yang wajar itu laksana 'balsem' bagi kegalauan dan 'salep'&lt;br /&gt;bagi kesedihan. Pengaruhnya sangat kuat sekali untuk membuat jiwa&lt;br /&gt;bergembira dan hati berbahagia. Bahkan, karena itu Abu Darda' sempat&lt;br /&gt;berkata, "Sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatiku.&lt;br /&gt;Dan Rasulullah s.a.w. sendiri sesekali tertawa bingga tampak gerahamnya.&lt;br /&gt;Begitulah tertawanya orang-orang yang berakal dan mengerti tentang&lt;br /&gt;penyakit jiwa serta pengobatannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertawa merupakan puncak kegemhiraan, titik tertinggi keceriaan,&lt;br /&gt;dan ujung rasa suka cita. Namun, yang demikian itu adalah tertawa yang&lt;br /&gt;tidak berlebihan sebagaimana dikatakan dalam pepatah, "Janganlah engkau&lt;br /&gt;banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu mematikan hati." Yakni, tertawalah&lt;br /&gt;sewajarnya saja sebagaimana dikatakan juga dalam pepatah yang berbunyi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah." Bahkan, tertawalah&lt;br /&gt;sebagaimana Nabi Sulaiman ketika,&lt;br /&gt;{... ia tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.}&lt;br /&gt;(QS. An-Naml: 19),&lt;br /&gt;Janganlah tertawa sinis dan sombong sebagaimana dilakukan orangorang&lt;br /&gt;kafir,&lt;br /&gt;{... tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami&lt;br /&gt;dengan serta merta mereka menertawakannya.}&lt;br /&gt;(QS. Az-Zukhruf: 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada penghuni surga&lt;br /&gt;adalah tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Maka pada hari ini orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir.}&lt;br /&gt;(QS. Al-Muthaffifin: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Arab senang memuji orang yang murah senyum dan selalu&lt;br /&gt;tampak ceria. Menurut mereka, perangai yang demikian itu merupakan&lt;br /&gt;pertanda kelapangan dada, kedermawanan sifat, kemurahan hati,&lt;br /&gt;kewibawaan perangai, dan ketanggapan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah nan berseri tanda suka memberi,&lt;br /&gt;dan, tentu bersuka cita saat dipinta.&lt;br /&gt;Dalam kitab "Harim", Zuher bersyair,&lt;br /&gt;kau melihatnya senantiasa gembira saat kau datang,&lt;br /&gt;seolah engkau memberinya apa yang engkau minta padanya&lt;br /&gt;Pada dasarnya, Islam sendiri dibangun atas dasar prinsip prinsip&lt;br /&gt;keseimbangan dan kemoderatan, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak&lt;br /&gt;maupun tingkah laku. Maka dari itu, Islam tak mengenal kemuraman yang&lt;br /&gt;menakutkan, dan tertawa lepas yang tak berarturan. Akan tetapi sebaliknya,&lt;br /&gt;Islam senantiasa mengajarkan kesungguhan yang penuh wibawa dan ringan&lt;br /&gt;langkah yang terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Tamam mengatakan,&lt;br /&gt;"Demi jiwaku yang bapakku menebusnya untukku,&lt;br /&gt;ia laksana pagi yang diharapkan dan bintang yang dinantikan.&lt;br /&gt;Canda kadang menjadi serius,&lt;br /&gt;namun hidup tanpa canda jadi kering kerontang"&lt;br /&gt;Muram durja dan muka masam adalah cermin dari jiwa yang galau,&lt;br /&gt;pikiran yang kacau, dan kepala yang rancau balau. Dan,&lt;br /&gt;{Sesudah itu, dia bermuka masam dan merengut.}&lt;br /&gt;(QS. Al-Muddatstsir: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah mereka cemberut karena sombong,&lt;br /&gt;seolah mereka dilempar dengan paksa ke neraka.&lt;br /&gt;Tidak seperti kaum, yang bila kau jumpai bak bintang&lt;br /&gt;gemintang yang jadi petunjuk bagi pejalan malam.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah: "Meski engkau hanya menjumpai saudaramu dengan&lt;br /&gt;wajah berseri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Faidhul Khathir, Ahmad Amin menjelaskan demikian: "Orang&lt;br /&gt;yang murah tersenyum dalam menjalani hidup ini bukan saja orang yang&lt;br /&gt;paling mampu membahagiakan diri sendiri, tetapi juga orang yang paling&lt;br /&gt;mampu berbuat, orang yang paling sanggup memikul tanggung jawab, orang&lt;br /&gt;yang paling tangguh menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan,&lt;br /&gt;serta orang yang paling dapat menciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi&lt;br /&gt;dirinya sendiri dan orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja saya disuruh memilih antara harta yang banyak atau&lt;br /&gt;kedudukan yang tinggi dengan jiwa yang tenteram damai dan selalu&lt;br /&gt;tersenyum, pastilah aku memilih yang kedua. Sebab, apa artinya harta yang&lt;br /&gt;banyak bila wajah selalu cemberut? Apa artinya kedudukan bila jiwa selalu&lt;br /&gt;cemas? Apa artinya semua yang ada di dunia ini, bila perasaan selalu sedih&lt;br /&gt;seperti orang yang usai mengantar jenazah kekasihnya? Apa arti kecantikan&lt;br /&gt;seorang isteri jika selalu cemberut dan hanya membuat rumah tangga menjadi&lt;br /&gt;neraka saja? Tentu saja, seorang isteri yang tidak terlalu cantik akan seribu&lt;br /&gt;kali lebih baik jika dapat menjadikan rumah tangga senantiasa laksana surga&lt;br /&gt;yang menyejukkan setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman tak akan ada harganya bila tidak terbit dari hati yang tulus&lt;br /&gt;dan tabiat dasar seorang manusia. Setiap bunga tersenyum, hutan tersenyum,&lt;br /&gt;sungai dan laut juga tersenyum. Langit, bintang-gemintang dan burungburung,&lt;br /&gt;semuanya tersenyum. Dan manusia, sesuai watak dasarnya adalah&lt;br /&gt;makhluk yang suka tersenyum. Itu bila dalam dirinya tidak bercokol penyakit&lt;br /&gt;tamak, jahat, dan egoisme yang selalu membuat rona wajah tampak selalu&lt;br /&gt;kusut dan cemberut.&lt;br /&gt;Adapun bila ketiga hal itu meliputi seseorang, niscaya&lt;br /&gt;ia akan menjelma sebagai manusia yang selalu mengingkari keindahan alam&lt;br /&gt;semesta. Artinya, orang yang selalu bermuram durja dan pekat jiwanya tak&lt;br /&gt;akan pernah melihat keindahan dunia ini sedikitpun. Ia juga tak akan mampu&lt;br /&gt;melihat hakekat atau kebenaran dikarenakan kekotoran hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun, setiap manusia akan melihat dunia ini melalui perbuatan, pikiran&lt;br /&gt;dan dorongan hidupnya. Yakni, bila amal perbuatannya baik, pikirannya&lt;br /&gt;bersih dan motivasi hidupnya suci, maka kacamata yang akan ia gunakan&lt;br /&gt;untuk melihat dunia ini pun akan bersih. Dan karena itu, ia akan melihat&lt;br /&gt;dunia ini tampak sangat indah mempesona. Namun, bila tidak demikian,&lt;br /&gt;maka kacamata yang akan ia gunakan melihat dunia ini adalah kacamata&lt;br /&gt;gelap yang membuat segala sesuatu di dunia ini tampak serba hitam dan&lt;br /&gt;pekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada jiwa-jiwa yang dapat membuat setiap hal terasa berat dan sengsara.&lt;br /&gt;Tapi, ada pula jiwa-jiwa yang mampu membuat setiap hal menjadi sumber&lt;br /&gt;kebahagiaan. Konon, ada seorang wanita yang di rumahnya selalu melihat&lt;br /&gt;segala sesuatu salah di matanya. Akibatnya, sepanjang hari ia merasa dalam&lt;br /&gt;gelap gulita; hanya karena sebuah piring pecah, makanan keasinan karena&lt;br /&gt;terlalu banyak garam, atau kakinya menginjak sobekan kertas di dalam&lt;br /&gt;kamar, ia sontak berteriak dan memaki siapa dan apa saja yang ada di&lt;br /&gt;rumahnya. Hal seperti ini sangat berbahaya sebagaiamana percikan api&lt;br /&gt;yang setiap saat siap melahap apa saja yang ada di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula seorang laki-laki yang acapkali membuat hidupnya dan orang-&lt;br /&gt;orang disekelilingnya terasa berat dan sengsara hanya dikarenakan&lt;br /&gt;dirinya salah dalam memahami atau mengartikan maksud perkataan orang&lt;br /&gt;lain, perkara atau kesalahan sepele yang terjadi pada dirinya, keuntungan&lt;br /&gt;kecil yang tak berhasil diraihnya, atau dikarenakan oleh sebuah keuntungan&lt;br /&gt;yang tidak sesuai dengan harapannya.&lt;br /&gt;Begitulah ia memandang dunia ini;&lt;br /&gt;semua terasa gelap. Ironisnya, ia pun akan membuat semua itu terasa gelap&lt;br /&gt;pula oleh orang lain di sekitarnya. Dan orang-orang seperti ini sangat mudah&lt;br /&gt;mendramatisir suatu keburukan; sebuah biji kesalahan ia besar-besarkan&lt;br /&gt;hingga tampak sebesar kubah, dan setangkai benih kesulitan dapat terasa&lt;br /&gt;seperti sebatang pohon kesengsaraan.&lt;br /&gt;Maka dari itu, mereka pun tidak memiliki kemampuan untuk melakukan kebaikan. Mereka tidak pernah puas dan senang dengan sebanyak apapun pemberian yang pernah ia terima.&lt;br /&gt;Hidup ini adalah seni bagaimana membuat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seni harus dipelajari serta ditekuni. Maka sangatlah baik bila manusia berusaha keras&lt;br /&gt;dan penuh kesungguhan mau belajar tentang bagaimana menghasilkan&lt;br /&gt;bunga-bunga, semerbak harum wewangian, dan kecintaan di dalam&lt;br /&gt;hidupnya. Itu lebih baik daripada ia terus menguras tenaga dan waktunya&lt;br /&gt;hanya untuk menimbun harta di saku atau gudangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah arti hidup ini, bila hanya habis untuk mengumpulkan harta benda dan tak&lt;br /&gt;dimanfaatkan sedikitpun untuk meningkatkan kualitas kasih sayang, cinta,&lt;br /&gt;keindahan dalam hidup ini?&lt;br /&gt;Banyak orang yang tidak mampu melihat indahnya kehidupan ini.&lt;br /&gt;Mereka hanya membuka matanya untuk dirham dan dinar semata. Maka,&lt;br /&gt;meskipun berjalan melewati sebuah taman yang rindang, bunga-bunga yang&lt;br /&gt;cantik mempesona, air jernih yang memancar deras, burung-burung yang&lt;br /&gt;berkicau riang, mereka sama sekali tidak tertarik dengan semua itu.&lt;br /&gt;Di mata dan pikirannya hanya ada uang —berapa yang masuk dan keluar hari&lt;br /&gt;itu— saja. Padahal, kalau dipikir lebih dalam, sebenarnya ia hams membuat&lt;br /&gt;uang itu menjadi sarana yang baik untuk membangun sebuah kehidupan&lt;br /&gt;yang bahagia. Tapi sayang, mereka justru membalikkan semuanya; mereka&lt;br /&gt;menjual kebahagiaan hidup hanya demi mendapatkan uang, dan bukan&lt;br /&gt;bagaimana membeli kebahagiaan hidup dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Struktur mata kita telah diciptakan sedemikian rupa dan unik agar kita dapat melihat&lt;br /&gt;keindahan. Namun, ternyata kita acapkali membiasakannya hanya untuk&lt;br /&gt;melihat uang dan uang.&lt;br /&gt;Tidak ada yang membuat jiwa dan wajah menjadi demikian muram&lt;br /&gt;selain keputusasaan. Maka, jika Anda menginginkan senyuman,&lt;br /&gt;tersenyumlah terlebih dahulu dan perangilah keputusasaan. Percayalah,&lt;br /&gt;kesempatan itu selalu terbuka, kesuksesan selalu membuka pintunya untuk&lt;br /&gt;Anda dan untuk siapa saja. Karena itu, biasakan pikiran Anda agar selalu&lt;br /&gt;menatap harapan dan kebaikan di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda meyakini diri Anda diciptakan hanya untuk meraih hal-hal&lt;br /&gt;yang kecil, maka Anda pun hanya akan mendapatkan yang kecil-kecil saja&lt;br /&gt;dalam hidup ini. Tapi sebaliknya, bila Anda yakin bahwa diri Anda diciptakan&lt;br /&gt;untuk menggapai hal-hal yang besar, niscaya Anda akan memiliki semangat&lt;br /&gt;dan tekad yang besar yang akan mampu menghancurkan semua aral dan&lt;br /&gt;hambatan. Dengan semangat itu pula Anda akan dapat menembus setiap&lt;br /&gt;tembok penghalang dan memasuki lapangan kehidupan yang sangat luas&lt;br /&gt;untuk suatu tujuan yang mulia. Ini dapat kita saksikan dalam banyak&lt;br /&gt;kenyataan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Barangsiapa ikut lomba lari seratus meter misalnya, ia akan merasa capek tatkala telah menyelesaikannya. Lain halnya dengan&lt;br /&gt;seorang peserta lomba lari empat ratus meter, ia belum merasa capek tatkala&lt;br /&gt;sudah menempuh jarak seratus atau dua ratus meter. Begitulah adanya,&lt;br /&gt;jiwa hanya akan memberikan kadar semangat sesuai dengan kadar atau&lt;br /&gt;tingkatan sesuatu yang akan dicapai seseorang.&lt;br /&gt;Maka, pikirkan setiap tujuan Anda. Dan jangan lupa, hendaklah tujuan Anda itu selalu yang tinggi dan sulit dicapai. Jangan pernah putus asa selama masih dapat mengayunkan&lt;br /&gt;kaki untuk menempuh langkah baru setiap harinya. Sebab, rasa putus asa,&lt;br /&gt;patah semangat, selalu berpandangan negatif terhadap segala sesuatu, suka&lt;br /&gt;mencari-cari aib dan kesalahan orang lain, dan besar mulut hanya akan&lt;br /&gt;menghambat langkah, menciptakan kemuraman; dan menempatkan jiwa&lt;br /&gt;di dalam sebuah penjara yang pengap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan seseorang terhadap suatu hal tidaklah sama dengan&lt;br /&gt;penerimaanya terhadap seorang pendidik yang telah berjasa mengembangkan&lt;br /&gt;dan mengarahkan bakat alamiahnya, meluaskan cakrawala pemikirannya,&lt;br /&gt;menanamkan kebiasaan ramah dan murah hati dalam dirinya, mengajarkan&lt;br /&gt;kepadanya bahwa sebaik-baik tujuan hidup adalah berusaha menjadi sumber&lt;br /&gt;kebaikan bagi masyarakatnya sesuai dengan kemampuannya,&lt;br /&gt;mengarahkannya agar senantiasa menjadi matahari yang memancarkan&lt;br /&gt;cahaya, kasih sayang dan kebaikan, dan yang telah menuntunnya agar&lt;br /&gt;memiliki hati yang penuh dengan empati, kasih sayang, rasa perikemanusiaan,&lt;br /&gt;serta merasa senang berbuat baik kepada siapa saja yang berhubungan&lt;br /&gt;dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali melihat kesulitan, jiwa seseorang yang murah senyum justru&lt;br /&gt;akan menikmati kesulitan itu dengan memacu diri untuk mengalahkannya.&lt;br /&gt;Begitu ia memperlakukan suatu kesulitan; melihatnya lalu tersenyum,&lt;br /&gt;menyiasatinya lalu tersenyum, dan berusaha mengalahkannya lalu tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan jiwa manusia yang selalu risau. Setiap kali menjumpai&lt;br /&gt;kesulitan, ia ingin segera meninggalkannya dan melihatnya sebagai sesuatu&lt;br /&gt;yang amat sangat besar dan memberatkan dirinya. Dan itulah yang acapkali&lt;br /&gt;menyebabkan semangat seseorang menurun dan asanya berkurang. Bahkan,&lt;br /&gt;tak jarang orang seperti ini berdalih dengan kata-kata "Seandainya ...,"&lt;br /&gt;"Kalau saja ...," dan "Seharusnya ...." Orang seperti ini sangatlah nista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan zaman yang mengutuknya, tapi dirinya dan pendidikan yang telah&lt;br /&gt;membesarkannya. Bagaimana tidak, ia menginginkan keberhasilan dalam&lt;br /&gt;menjalani kehidupan ini, tapi tanpa mau membayar ongkosnya. Orang seperti&lt;br /&gt;ini ibarat seseorang yang hendak berjalan tetapi selalu dibayangi oleh seekor&lt;br /&gt;singa yang siap menerkam dirinya dari belakang. Akibatnya, ia hanya&lt;br /&gt;menunggu langit menurunkan emasnya atau bumi mengeluarkan kandungan&lt;br /&gt;harta karunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan-kesulitan dalam kehidupan ini merupakan perkara yang nisbi.&lt;br /&gt;Yakni, segala sesuatu akan terasa sulit bagi jiwa yang kerdil, tapi bagi jiwa&lt;br /&gt;yang besar tidak ada istilah kesulitan besar. Jiwa yang besar akan semakin&lt;br /&gt;besar karena mampu mengatasi kesulitan-kesulitan itu. Sementara jiwa&lt;br /&gt;yang kecil akan semakin sakit, karena selalu menghindar dari kesulitan&lt;br /&gt;itu. Kesulitan itu ibarat anjing yang siap menggigit; ia akan menggonggong&lt;br /&gt;dan mengejar Anda bila Anda tampak ketakutan saat melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ia akan membiarkan Anda berlalu di hadapannya dengan tenang&lt;br /&gt;bila Anda tak menghiraukannya, atau Anda berani memelototinya.&lt;br /&gt;Penyakit yang paling mematikan jiwa adalah rasa rendah diri. Penyakit&lt;br /&gt;ini dapat menghilangkan rasa percaya diri dan keyakinan seseorang terhadap&lt;br /&gt;kemampuannya sendiri.&lt;br /&gt;Maka dari itu, meski berani melakukan suatu&lt;br /&gt;pekerjaan, ia tak akan pernah yakin dengan kemampuan dan keberhasilan&lt;br /&gt;dirinya. Ia juga melakukannya dengan tanpa perhitungan yang matang, dan&lt;br /&gt;akhirnya gagal. Percaya diri adalah sebuah karunia yang sangat besar. Ia&lt;br /&gt;merupakan tiang penyangga keberhasilan dalam kehidupan ini. Adalah&lt;br /&gt;sangat berbeda antara "percaya diri" dengan "terlalu percaya diri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terlalu percaya diri merupakan perilaku negatif yang senantiasa membuat jiwa&lt;br /&gt;bergantung pada khayalan dan kesombongan semu. Sedangkan percaya diri&lt;br /&gt;merupakan hal positif yang akan mendorong setiap jiwa untuk bergantung&lt;br /&gt;pada kemampuannya sendiri dalam memikul suatu tanggung jawab.&lt;br /&gt;Dan karena itu, ia akan terdorong untuk senantiasai mengembangkan&lt;br /&gt;kemampuannya dan mempersiapkan diri dengan matang dalam menghadapi&lt;br /&gt;segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elia Abu Madhi berkata:&lt;br /&gt;Orang berkata, "Langit selalu berduka dan mendung."&lt;br /&gt;Tapi aku berkata, "Tersenyumlah, cukuplah duka cita di langit sana."&lt;br /&gt;Orang berkata, "Masa muda telah berlalu dariku."&lt;br /&gt;Tapi aku berkata, "Tersenyumlah, bersedih menyesali masa muda tak&lt;br /&gt;kan pernah mengembalikannya"&lt;br /&gt;Orang berkata, "Langitku yang ada di dalam jiwa telah membuatku&lt;br /&gt;merana dan berduka.&lt;br /&gt;Janji-janji telah mengkhianatiku ketika kalbu telah menguasainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin jiwaku sangggup mengembangkan senyum&lt;br /&gt;manisnya&lt;br /&gt;Maka akupun berkata,"Tersenyum dan berdendanglah,&lt;br /&gt;kala kau membandingkan semua umurmu kan habis untuk merasakan&lt;br /&gt;sakitnya.&lt;br /&gt;Orang berkata, "Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan,&lt;br /&gt;ia laksana musafir yang akan mati karena terserang rasa haus."&lt;br /&gt;Tapi aku berkata, "Tetaplah tersenyum, karena engkau akan&lt;br /&gt;mendapatkan penangkal dahagamu.&lt;br /&gt;Cukuplah engkau tersenyum, karena mungkin hausmu akan sembuh&lt;br /&gt;dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Maka mengapa kau harus bersedih dengan dosa dan kesusahan orang&lt;br /&gt;lain, apalagi sampai engkau seolah-olah yang melakukan dosa dan&lt;br /&gt;kesalahan itu?&lt;br /&gt;Orang berkata, "Sekian hari raya telah tampak tanda-tandanya&lt;br /&gt;seakan memerintahkanku membeli pakaian dan boneka-boneka.&lt;br /&gt;Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudara,&lt;br /&gt;namun telapak tanganku tak memegang walau hanya satu dirham&lt;br /&gt;adanya&lt;br /&gt;Ku katakan: Tersenyumlah, cukuplah bagi dirimu karena Anda masih&lt;br /&gt;hidup, dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara dan kerabatyang&lt;br /&gt;kau cintai.&lt;br /&gt;Orang berkata, " Malam memberiku minuman 'alqamah&lt;br /&gt;tersenyumlah, walaupun kau makan buah 'alqamah&lt;br /&gt;Mungkin saja orang lain yang melihatmu berdendang&lt;br /&gt;akan membuang semua kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berdendanglah Apa kau kira dengan cemberut akan memperoleh dirham&lt;br /&gt;atau kau merugi karena menampakkan wajah berseri?&lt;br /&gt;Saudaraku, tak membahayakan bibirmu jika engkau mencium&lt;br /&gt;juga tak membahayakan jika wajahmu tampak indah berseri&lt;br /&gt;Tertawalah, sebab meteor-meteor langit juga tertawa&lt;br /&gt;mendung tertawa, karenanya kami mencintai bintang-bintang&lt;br /&gt;Orang berkata, "Wajah berseri tidak membuat dunia bahagia&lt;br /&gt;yang datang ke dunia dan pergi dengan gumpalan amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku katakan, "Tersenyumlah, selama antara kau dan kematian&lt;br /&gt;ada jarak sejengkal, setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum."&lt;br /&gt;Sungguh, kita sangat butuh pada senyuman, wajah yang selalu berseri,&lt;br /&gt;hati yang lapang, akhlak yang menawan, jiwa yang lembut, dan pembawaan&lt;br /&gt;yang tidak kasar. "Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian&lt;br /&gt;berendah hati, hingga tidak ada salah seorang di antaramu yang berlaku jahat&lt;br /&gt;pada yang lain dan tidak ada salah seorang di antaramu yang membanggakan diri&lt;br /&gt;atas yang lain." (Al-Hadits)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4705536823962863204?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4705536823962863204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/tersenyumlah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4705536823962863204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4705536823962863204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/tersenyumlah.html' title='Tersenyumlah!'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-6814744058090791223</id><published>2009-06-10T17:21:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T22:22:15.629-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Hari Ini Milik Anda</title><content type='html'>Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari&lt;br /&gt;inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan&lt;br /&gt;segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum&lt;br /&gt;tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya&lt;br /&gt;menyapa Anda inilah hari Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup&lt;br /&gt;Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dllahirkan hari ini dan akan&lt;br /&gt;mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik&lt;br /&gt;diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan&lt;br /&gt;bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian,&lt;br /&gt;kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad&lt;br /&gt;mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu', bacaan al-Qur'an&lt;br /&gt;yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala&lt;br /&gt;hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan,&lt;br /&gt;perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan&lt;br /&gt;raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi&lt;br /&gt;waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan&lt;br /&gt;setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyakbanyaknya&lt;br /&gt;pada hari ini. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah&lt;br /&gt;untuk hari ini. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-&lt;br /&gt;Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan&lt;br /&gt;nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah&lt;br /&gt;rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda&lt;br /&gt;hari dengan penuh keridhaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah&lt;br /&gt;kamu termasuk orang yang bersyukur.}&lt;br /&gt;(QS. Al-A'raf: 144)&lt;br /&gt;Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian&lt;br /&gt;dan kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu&lt;br /&gt;kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda):&lt;br /&gt;Harimu adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yang harum&lt;br /&gt;baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi&lt;br /&gt;hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa&lt;br /&gt;Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau&lt;br /&gt;mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?&lt;br /&gt;Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang&lt;br /&gt;kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada&lt;br /&gt;prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan&lt;br /&gt;diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan&lt;br /&gt;semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, "Hanya hari ini&lt;br /&gt;aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap&lt;br /&gt;kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik&lt;br /&gt;dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku&lt;br /&gt;berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan&lt;br /&gt;berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan&lt;br /&gt;memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur&lt;br /&gt;kata dan tindak tandukku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat&lt;br /&gt;tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin,&lt;br /&gt;membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada&lt;br /&gt;al-Qur'an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam&lt;br /&gt;hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan&lt;br /&gt;berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya', dan&lt;br /&gt;buruk sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka&lt;br /&gt;aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada&lt;br /&gt;siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah,&lt;br /&gt;menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang&lt;br /&gt;kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang&lt;br /&gt;dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka&lt;br /&gt;yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil,&lt;br /&gt;dan berbakti kepada orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, "Wahai&lt;br /&gt;masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu.&lt;br /&gt;Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah&lt;br /&gt;melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah&lt;br /&gt;meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak&lt;br /&gt;akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah&lt;br /&gt;dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena&lt;br /&gt;esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum&lt;br /&gt;diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari ini milik Anda", adalah ungkapan yang paling indah dalam&lt;br /&gt;"kamus kebahagiaan". Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan&lt;br /&gt;yang paling indah dan menyenangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-6814744058090791223?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/6814744058090791223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/hari-ini-milik-anda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6814744058090791223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6814744058090791223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/hari-ini-milik-anda.html' title='Hari Ini Milik Anda'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-2304072154367553146</id><published>2009-06-09T16:57:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T17:13:48.400-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas</title><content type='html'>Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali&lt;br /&gt;mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang tak berakal.&lt;br /&gt;Maka, apalagi saya, Anda dan kita sebagai manusia yang selalu terpeleset&lt;br /&gt;dan salah. Dalam hidup ini, terutama jika Anda seseorang yang selalu&lt;br /&gt;memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, maka&lt;br /&gt;Anda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit.&lt;br /&gt;Mungkin pula, sesekali Anda akan mendapat cemoohan dan hinaan dari&lt;br /&gt;orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka, tidak akan pernah diam mengkritik Anda sebelum&lt;br /&gt;Anda masuk ke dalam liang bumi, menaiki tangga ke langit, dan berpisah&lt;br /&gt;dengan mereka. Adapun bila Anda masih berada di tengah-tengah mereka,&lt;br /&gt;maka akan selalu ada perbuatan mereka yang membuat Anda bersedih&lt;br /&gt;dan meneteskan air mata, atau membuat tempat tidur Anda selalu terasa&lt;br /&gt;gerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat, orang yang duduk di atas tanah tak akan pernah jatuh,&lt;br /&gt;dan manusia tidak akan pernah menendang anjing yang sudah mati. Adapun&lt;br /&gt;mereka, marah dan kesal kepada Anda adalah karena mungkin Anda&lt;br /&gt;mengungguli mereka dalam hal kebaikan, keilmuan, tindak tanduk, atau&lt;br /&gt;harta. Jelasnya, Anda di mata mereka adalah orang berdosa yang tak&lt;br /&gt;terampuni sampai Anda melepaskan semua karunia dan nikmat Allah yang&lt;br /&gt;pada diri Anda, atau sampai Anda meninggalkan semua sifat terpuji dan&lt;br /&gt;nilai-nilai luhur yang selama ini Anda pegang teguh. Dan menjadi orang&lt;br /&gt;yang bodoh, pandir dan tolol adalah yang mereka inginkan dari diri Anda.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, waspadalah terhadap apa yang mereka katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan dan hinaan mereka.&lt;br /&gt;Bersikaplah laksana batu cadas; tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran-butiran&lt;br /&gt;salju yang menderanya setiap saat, dan ia justru semakin kokoh&lt;br /&gt;karenanya. Artinya, jika Anda merasa terusik dan terpengaruh oleh kritikan&lt;br /&gt;atau cemoohan mereka, berarti Anda telah meluluskan keinginan mereka&lt;br /&gt;untuk mengotori dan mencemarkan kehidupan Anda.&lt;br /&gt;Padahal, yang terbaik adalah menjawab atau merespon kritikan mereka dengan menunjukkan&lt;br /&gt;akhlak yang baik. Acuhkan saja mereka, dan jangan pernah merasa tertekan&lt;br /&gt;oleh setiap upaya mereka untuk menjatuhkan Anda. Sebab, kritikan&lt;br /&gt;mereka yang menyakitkan itu pada hakekatnya merupakan ungkapan&lt;br /&gt;penghormatan untuk Anda. Yakni, semakin tinggi derajat dan posisi yang&lt;br /&gt;Anda duduki, maka akan semakin pedas pula kritikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun, Anda akan kesulitan membungkam mulut mereka dan&lt;br /&gt;menahan gerakan lidah mereka. Yang Anda mampu adalah hanya mengubur&lt;br /&gt;dalam-dalam setiap kritikan mereka, mengabaikan solah polah mereka pada&lt;br /&gt;Anda, dan cukup mengomentari setiap perkataan mereka sebagaimana yang&lt;br /&gt;diperintahkan Allah,&lt;br /&gt;{Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu."}&lt;br /&gt;(QS. Ali 'Imran: 119)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Anda juga dapat 'menyumpal' mulut mereka dengan&lt;br /&gt;'potongan-potongan daging' agar diam seribu bahasa dengan cara&lt;br /&gt;memperbanyak keutamaan, memperbaiki akhlak, dan meluruskan setiap&lt;br /&gt;kesalahan Anda. Dan bila Anda ingin diterima oleh semua pihak, dicintai&lt;br /&gt;semua orang, dan terhindar dari cela, berarti Anda telah menginginkan&lt;br /&gt;sesuatu yang mustahil terjadi dan mengangankan sesuatu yang terlalu jauh&lt;br /&gt;untuk diwujudkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-2304072154367553146?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/2304072154367553146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/cara-mudah-menghadapi-kritikan-pedas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/2304072154367553146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/2304072154367553146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/cara-mudah-menghadapi-kritikan-pedas.html' title='Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-7395171021846985909</id><published>2009-06-08T17:39:00.001-07:00</published><updated>2009-06-08T17:39:41.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Biarkan Masa Depan Datang Sendiri</title><content type='html'>Biarkan Masa Depan Datang Sendiri&lt;br /&gt;{Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar&lt;br /&gt;disegerakan (datang)nya.}&lt;br /&gt;(QS. An-Nahl: 1)&lt;br /&gt;Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda&lt;br /&gt;mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya di lahirkan, atau memetik&lt;br /&gt;buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata&lt;br /&gt;dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok,&lt;br /&gt;mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya,&lt;br /&gt;memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan&lt;br /&gt;bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak&lt;br /&gt;tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari&lt;br /&gt;esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?&lt;br /&gt;Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke&lt;br /&gt;bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum&lt;br /&gt;sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau&lt;br /&gt;tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum&lt;br /&gt;sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa&lt;br /&gt;arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.&lt;br /&gt;Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan&lt;br /&gt;masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam&lt;br /&gt;kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak&lt;br /&gt;dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu&lt;br /&gt;jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya&lt;br /&gt;dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan&lt;br /&gt;manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan&lt;br /&gt;tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan krisis ekonomi yang&lt;br /&gt;kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari&lt;br /&gt;kurikulum yang diajarkan di "sekolah-sekolah setan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh&lt;br /&gt;kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan&lt;br /&gt;daripada-Nya dan karunia.}&lt;br /&gt;(QS. Al-Baqarah: 268)&lt;br /&gt;Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang&lt;br /&gt;menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama&lt;br /&gt;setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.&lt;br /&gt;Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di 'genggaman yang&lt;br /&gt;lain' tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.&lt;br /&gt;Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru&lt;br /&gt;menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah&lt;br /&gt;menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan&lt;br /&gt;petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.&lt;br /&gt;Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang&lt;br /&gt;berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di&lt;br /&gt;dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan&lt;br /&gt;yang berlebihan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-7395171021846985909?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/7395171021846985909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/biarkan-masa-depan-datang-sendiri_08.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/7395171021846985909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/7395171021846985909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/biarkan-masa-depan-datang-sendiri_08.html' title='Biarkan Masa Depan Datang Sendiri'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4985996726702737901</id><published>2009-06-08T17:36:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T17:20:31.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La Tahzan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perpustakaan Nasional Rl: Katalog Dalam Terbitan (KDT)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Al-Qarni, Aidh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;La Tahzan, jangan bersedih / 'Aidh al-Qarni;&lt;br /&gt;penerjemah, Samson Rahman;&lt;br /&gt;penyunting, Syamsuddin TU dan Anis Maftukhin. -Jakarta: Qisthi Press, 2004.&lt;br /&gt;xxviii + 572 hal.; 15 x 24 cm.&lt;br /&gt;Judul Asli: La Tahzan&lt;br /&gt;ISBN 979-3715-05-7&lt;br /&gt;I. Hidup keagamaan (Islam).&lt;br /&gt;II. Rahman, Samson.&lt;br /&gt;IV. Maftukhin, Anis&lt;br /&gt;I. Judul.&lt;br /&gt;III. Syamsuddin TU.&lt;br /&gt;297.63&lt;br /&gt;Judul Asli: La Tahzan&lt;br /&gt;Penulis: DR. 'Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;Edisi Indonesia:&lt;br /&gt;La Tahzan&lt;br /&gt;Jangan bersedih!&lt;br /&gt;Penerjemah: Samson Rahman&lt;br /&gt;Penyunting: Syamsuddin TU &amp;amp; Anis Maftukhin&lt;br /&gt;Penyelaras akhir: A. Kholis&lt;br /&gt;Tata Letak: Syamsuddin TU&lt;br /&gt;Desain Sampul: Tim Qisthi Press&lt;br /&gt;Penerbit: Qisthi Press&lt;br /&gt;Jl. Melur Blok Z No. 7 Duren Sawit-Jakarta Timur 13440&lt;br /&gt;Telp/Fax: (021) 8610159; E-mail: qisthipress@hotmail.com&lt;br /&gt;Cetakan: Pertama, September 2003&lt;br /&gt;Cetakan: Kedelapanbelas, Maret 2005&lt;br /&gt;Diterbitkan atas persetujuan Pemilik Sah hak buku La Tahzan dalam semua versi bahasa.&lt;br /&gt;Hak penerbitan edisi bahasa Indonesia baik yang diterjemahkan dari bahasa aslinya (Arab) atau&lt;br /&gt;dari bahasa apapun, ada pada Qisthi Press.&lt;br /&gt;Hak Terjemah Dilindungi Undang-undang.&lt;br /&gt;All Rights Reserved.&lt;br /&gt;eBook by MR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGANTAR PENERBIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di mana saja, di zaman modern ini, permasalahan yang dihadapi oleh&lt;br /&gt;manusia sama saja. Manusia yang dibesarkan dalam latar belakang yang&lt;br /&gt;dibentuk oleh generasi pendahulunya, harus berhadapan dengan arus budaya&lt;br /&gt;global yang sama sekali baru, tapi harus disikapi, disinggung, diseleksi, bahkan&lt;br /&gt;diterima. Sehingga tak ada bedanya di mana pun kita hidup: Di Indonesia, di&lt;br /&gt;Eropa, di Amerika, di Saudi Arabia sampai pun di pedalaman Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan menjamurnya buku-buku ala Chicken Soup saat ini,&lt;br /&gt;menunjukkan bahwa arus budaya global itu tidak bisa dimungkiri lagi ada,&lt;br /&gt;dan punya kekuatan untuk mengakulturasi budaya lokal (yang bahkan bisabisa&lt;br /&gt;menyingkirkannya). Dan, buku ini adalah salah satunya. Dengan&lt;br /&gt;pertimbangan latar belakang sosial budaya yang merupakan tempat lahirnya&lt;br /&gt;Islam, buku ini menawarkan perspektif yang lain. Ketika membaca buku ini,&lt;br /&gt;penerbit mengajak pembaca untuk melihat dan memahami perspektif itu. Di&lt;br /&gt;sini, pembaca dituntut untuk menjadi seorang pemerhati sosial budaya Timur&lt;br /&gt;Tengah, baru kemudian memahami permasalahan modernisme di wilayah itu,&lt;br /&gt;dan dunia pada umumnya. Sebagai gambaran tentang bagaimana orang-orang&lt;br /&gt;Arab, khususnya Saudi Arabia, menghadapi arus budaya modern itu&lt;br /&gt;tampak dari pengalaman penulis buku ini. Adalah Aidh al-Qarni yang dalam&lt;br /&gt;usianya yang baru empat puluh tahun 3 tahun mendatang, ia sudah termasuk&lt;br /&gt;sosok yang sudah kenyang makan asam garam. Dengan tuduhan tidak berdalil,&lt;br /&gt;dia pernah dijebloskan ke dalam penjara. Dan ketika keluar, tulisan-tulisannya&lt;br /&gt;mendapat sambutan hangat oleh masyarakat Saudi Arabia pada umumnya,&lt;br /&gt;khususnya buku ini.&lt;br /&gt; Dan itu tergambar dalam aliran tulisan bab per bab dalam&lt;br /&gt;buku ini: pada bab-bab pertama memang terkesan kurang masuk ke&lt;br /&gt;permasalahan aktual dan lebih menyajikan uraian-uraian yang dogmatis; baru&lt;br /&gt;di bab-bab tiga perempat berikutnya benar-benar in.&lt;br /&gt; Alasan lain mengapa buku ini diterima luas adalah gaya bahasa dan&lt;br /&gt;penulisan yang mengalir dan lugas, yang seakan-akan lari dari pakem bukubuku&lt;br /&gt;Arab klasik meski membahas tema yang sama. Namun demikian, citra&lt;br /&gt;sastra yang banyak mewarnai budaya (baca: sistematika penulisan) Arab pada&lt;br /&gt;umumnya, dengan sentilan petikan-petikan dari kata-kata bijak, syair-syair&lt;br /&gt;Arab kuno maupun modern, hingga hadits dan al-Qur'an, sangat kental di&lt;br /&gt;sini. Bukan saja karena faktor budaya saja, tapi latar belakang akademis penulis&lt;br /&gt;sendiri yang memungkinkan ke arah itu. la telah menyelesaikan program&lt;br /&gt;Doktoral dalam bidang Hadits di Fakultas Ushuluddin pada Al-Imam Islamic&lt;br /&gt;University, Riyadh. la juga hafal al-Qur'an (yang merupakan syarat mutlak&lt;br /&gt;sebagai mahasiswa di Saudi Arabia, pada umumnya), hafal 5000 hadits, dan&lt;br /&gt;lebih dari 10000 bait syair Arab kuno hingga modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejak pertama kali diterbitkan, 2001, (Dar Ibnu Hazm: Beirut), buku&lt;br /&gt;ini bertahan selama dua tahun sebagai buku terlaris. Untuk cetakan pertama,&lt;br /&gt;dalam kurang waktu sebulan sudah habis terjual. Antusiasme yang sama juga&lt;br /&gt;diberikan kepada cetakan kedua hingga kesembilan. Namun mulai cetakan&lt;br /&gt;ketiga, hak cetaknya diambil alih oleh sebuah pustaka besar di Riyadh,&lt;br /&gt;Alobeikan.&lt;br /&gt;Dan penting untuk diketahui, DR. Aidh al-Qarni adalah penulis paling&lt;br /&gt;produktif di Saudi Arabia saat ini.&lt;br /&gt;Jakarta, akhir Agustus 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGANTAR PENERJEMAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Segala puji dan syukur bagi Allah Rabb alam semesta. Shalawat dan&lt;br /&gt;salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan dan tauladan kita,&lt;br /&gt;Muhammad Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Wa Ba'du.&lt;br /&gt;Jika kita membaca buku-buku self-help, buku-buku petunjuk cara hidup,&lt;br /&gt;nuansa yang akan kita dapatkan dalam buku-buku itu adalah bagaimana kita&lt;br /&gt;mencapai kesuksesan dunia, atau lebih tepatnya kesuksesan materiil. Hal ini&lt;br /&gt;banyak kita dapatkan dalam buku-buku yang ditulis oleh para penulis barat&lt;br /&gt;yang memang hanya berorientasi pada materi semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Coba baca buku-buku yang dianggap sangat berpengaruh dan menjadi&lt;br /&gt;best seller semisal, The Magic of Thinking Big, karya David J. Schwart, How to&lt;br /&gt;Stop Worrying and Start Living, karya Dale Carnegie, Speech Can Change Your&lt;br /&gt;Life, karya Dorothy Sarnoff ataupun buku The Seven Habits of Highly Effective&lt;br /&gt;People, tulisan Steven R. Covey, Anda akan dapatkan petunjuk-petunjuk.&lt;br /&gt;praktis ke arah kebahagiaan yang lebih cenderung duniawi daripada ukhrawi.&lt;br /&gt;Allah dan akhirat tidak menjadi bagian paling penting dalam kajian-kajian&lt;br /&gt;mereka. Di sinilah, menurut orang-orang yang beriman, letak kekurangannya&lt;br /&gt;meski karya-karya mereka enak dibaca. Sisi kerohaniannya terasa begitu kering.&lt;br /&gt;Berbeda tatkala kita membaca buku La Tahzan yang ditulis oleh Dr. Aid&lt;br /&gt;al-Qarni. Buku ini sangat padat dengan nuansa rabbani tanpa&lt;br /&gt;mengesampingkan sisi-sisi duniawi. Kita seakan diajak untuk menatap dunia&lt;br /&gt;ini dengan pandangan yang seimbang: Kita diajak untuk menjadi idealis dengan&lt;br /&gt;tetap realistis, menjadi duniawi dan ukhrawi sekaligus, mempersiapkan&lt;br /&gt;kehidupan masa kini namun tak lupa masa depan, diajak bekerja dengan&lt;br /&gt;keras dan diajak pula beristirahat.&lt;br /&gt; Tulisan dalam buku ini merupakan resep-resep manjur, yang&lt;br /&gt;menunjukkan kepada kita bagaimana harus meniti jalan kehidupan dan&lt;br /&gt;membangun kehidupan yang bahagia dengan berpedoman pada satu kata: La&lt;br /&gt;Tahzan, jangan bersedih. Dengan kata kunci ini kita akan dapat menjalani&lt;br /&gt;kehidupan ini dengan penuh semangat.&lt;br /&gt; Kita tidak akan pernah dirisaukan&lt;br /&gt;oleh masa lalu yang telah lewat dan tidak pula dicemaskan oleh masa depan&lt;br /&gt;yang akan datang. Kita akan menjadi manusia masa kini yang bekerja pada&lt;br /&gt;hari ini dengan mencurahkan segenap kekuatan dan pikiran yang ada dengan&lt;br /&gt;keyakinan bahwa hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah. Dunia ini akan&lt;br /&gt;menjadi sangat indah jika kita menikmatinya dengan senyuman, bukan dengan&lt;br /&gt;muram durja serta kesedihan yang berlarut-larut. Ketika membaca buku ini&lt;br /&gt;dengan seksama kita akan merasa bahwa jiwa, kalbu, nurani, dan pikiran kita&lt;br /&gt;tercerahkan, dan pada saat yang bersamaan kita merasakan adanya&lt;br /&gt;peningkatakan kualitas kehidupan ini. Selanjutnya, akan lahir dari diri kita&lt;br /&gt;simpati dan empati kepada orang lain, rasa peduli kepada sesama dan, yang&lt;br /&gt;lebih penting, kedekatan dengan Sang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;Ketika membaca buku ini kita seakan diingatkan kepada buku How to&lt;br /&gt;Stop Worrying and Start Living, karya Dale Carnegie dan buku Jaddid Hayataka&lt;br /&gt;karya Muhammad al-Ghazali. Namun berbeda dengan keduanya, La Tahzan&lt;br /&gt;lebih terfokus, sederhana dan praktis untuk kita jadikan panduan dalam&lt;br /&gt;kehidupan kita.&lt;br /&gt; Bahasan-bahasannya tidak terlalu panjang, penuh hikmah dan selalu&lt;br /&gt;memberi waqfah (rehat) untuk merenung sebelum kita membaca tulisan&lt;br /&gt;selanjutnya. Inilah kekhasan buku ini yang akan memberikan warna baru&lt;br /&gt;dalam khazanah keilmuan kita. Dan, yang sangat penting untuk tidak kita&lt;br /&gt;lewatkan adalah bagian akhir dari tulisan ini yang merupakan kesimpulan&lt;br /&gt;dari tulisan-tulisan sebelumnya. Pada bagian ini kita akan disegarkan dengan&lt;br /&gt;kata-kata dengan gaya bahasa nash yang menjadi saripati dari tulisan-tulisan&lt;br /&gt;sebelumnya. Kata-kata hikmah ini akan menjadi resep instan agar kita menjadi&lt;br /&gt;manusia paling bahagia di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt; Tidak semua syair yang ada dalam buku ini saya terjemahkan. Ini sengaja&lt;br /&gt;saya lakukan jika dalam satu bahasan ada beberapa syair yang saya anggap&lt;br /&gt;telah cukup mewakili syair-syair yang lain, di samping pertimbangan bahwa&lt;br /&gt;syair yang saya terjemahkan adalah syair yang mungkin akan lebih indah&lt;br /&gt;penerjemahannya dari syair yang lain. Namun saya yakin bahwa tidak&lt;br /&gt;diterjemahkannya sebagian syair-syair itu sama sekali tidak akan mengurangi&lt;br /&gt;maksud, nilai dan bobot buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam penerjemahan ini saya sengaja mencantumkan surat dan nomor&lt;br /&gt;ayat—satu hal yang tidak diinginkan dan tidak dilakukan penulis—dengan&lt;br /&gt;harapan akan mempermudah pembaca dalam merujuk pada ayat-ayat yang&lt;br /&gt;ada di dalam al-Qur'an, terutama kalangan pembaca Indonesia.&lt;br /&gt; Saya merasa mendapat amanah dan kehormatan ketika Qisthi Press&lt;br /&gt;memberikan kepercayaan kepada saya untuk menerjemahkan buku yang sangat&lt;br /&gt;berharga dan mencerahkan ini. Banyak hal baru yang saya dapatkan dari&lt;br /&gt;menerjemahkan buku ini. Banyak pelajaran yang saya petik dari kisah-kisah&lt;br /&gt;penuh hikmah, resep-resep dan panduan hidup dalam buku ini. Semakin sering&lt;br /&gt;saya membaca buku ini semakin tinggi apresiasi saya terhadap makna hidup&lt;br /&gt;dan kehidupan ini. Saya yakin bahwa pengalaman yang sama juga akan dialami&lt;br /&gt;oleh pembaca buku ini, sebuah pengalaman yang dialami oleh penulis dan&lt;br /&gt;penerjemahnya.&lt;br /&gt; Ucapan terima kasih juga saya haturkan pada ayahanda H. Abdur&lt;br /&gt;Rahman dan ibunda Zakiya karena berkat dorongan dan doanya penerjemahan&lt;br /&gt;buku ini bisa selesai. Ucapan terima kasih juga saya ucapkan pada isteri saya,&lt;br /&gt;Ita Maulidha, karena berkat bantuannya penerjemahan buku ini bisa rampung.&lt;br /&gt;Hasil terjemahan buku ini saya hadiahkan untuk adik saya, Farah Maisarah,&lt;br /&gt;dan anak saya, Fursan Ruhbani serta Fathiril Haq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya saya ucapkan pada saudara&lt;br /&gt;Rusdi Mahdami, direktur Qisthi Press, yang telah memberi kepercayaan kepada&lt;br /&gt;saya untuk menerjemahkan buku yang sangat berharga ini.&lt;br /&gt;Saya berharap buku ini akan menjadi panduan singkat dan tepat dalam&lt;br /&gt;menyikapi hidup ini, dan demi meniti kesuksesan di akhirat nanti.&lt;br /&gt;Rangkasbitung, Juli 2003&lt;br /&gt;Samson Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGANTAR PENULIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga&lt;br /&gt;tercurah ke haribaan Rasulullah s.a.w., keluarganya serta para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa Ba'du.&lt;br /&gt;Berikut ini buku La Tahzan. Semoga Anda senang membacanya dan&lt;br /&gt;dapat mengambil manfaat darinya. Namun sebelum membaca, telitilah dahulu&lt;br /&gt;buku ini dengan nalar yang sehat, logika yang jernih dan, di atas itu semua,&lt;br /&gt;dengan ayat-ayat Allah yang senantiasa terjaga dari kekeliruan.&lt;br /&gt;Tentu saja tak bijak menilai sesuatu secara terburu-buru sebelum pernah&lt;br /&gt;membayangkan, merasakan dan menciumnya sendiri. Dan adalah sebuah&lt;br /&gt;kejahatan terhadap ilmu ; memfatwakan sesuatu secara terburu-buru sebelum&lt;br /&gt;terlebih dahulu mengkaji akar permasalahannya, mendengar pernyataanpernyataan&lt;br /&gt;tentangnya, mencari argumen-argumen yang mendasarinya, dan&lt;br /&gt;membaca dalil-dalil yang berkaitan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menulis buku ini untuk siapa saja yang senantiasa merasa hidup&lt;br /&gt;dalam bayang-bayang kegelisahan, kesedihan dan kecemasan, atau orang yang&lt;br /&gt;selalu sulit tidur dikarenakan beban duka dan kegundahan yang semakin berat&lt;br /&gt;menerpa. Dan tentu saja, siapa di antara kita yang tidak pernah mengalami&lt;br /&gt;semua itu?&lt;br /&gt;Dalam buku ini saya sengaja menukil ayat-ayat Allah, bait-bait syair,&lt;br /&gt;pengalaman dan 'ibrah, catatan peristiwa dan hikmah, serta pelbagai&lt;br /&gt;perumpamaan dan kisah-kisah. Dari semua itu, saya sengaja mengambil&lt;br /&gt;kesimpulan dari orang-orang shaleh sebagai penawar hati yang lara, penghibur&lt;br /&gt;jiwa tercabik, dan pelipur diri yang sedang dirundung duka cita.&lt;br /&gt;Buku ini akan mengatakan kepada Anda, "Bergembiralah dan&lt;br /&gt;berbahagialah!" atau "Optimislah dan tenanglah!" Bahkan, mungkin pula ia&lt;br /&gt;akan berkata, "Jalani hidup ini apa adanya dengan penuh ketulusan dan&lt;br /&gt;keriangan!"&lt;br /&gt;Buku ini berusaha meluruskan berbagai kesalahan yang terjadi akibat&lt;br /&gt;penyimpangan terhadap fitrah saat berinteraksi dengan sunnah-sunnah Allah,&lt;br /&gt;sesama manusia, benda, waktu dan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini mencegah Anda agar tidak terus-menerus melawan arus&lt;br /&gt;kehidupan, menentang takdir, mendebat manhaj yang telah digariskan dan&lt;br /&gt;mengingkari bukti-bukti. Lebih dari itu, buku ini mengajak Anda dari yang&lt;br /&gt;suatu tempat yang sangat dekat sudut sudut jiwa dan ruh Anda agar senantiasa&lt;br /&gt;tenang menatap perjalanan masa depan. Buku ini mengajak Anda agar merasa&lt;br /&gt;yakin dengan semua potensi dalam diri diri Anda dan menyimpan semua&lt;br /&gt;energi positif yang ada. Buku ini menggiring Anda untuk melupakan tekanan&lt;br /&gt;hidup, sesaknya perjalanan usia dan beban perjalanan hidup.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal penting dari buku ini yang perlu saya ingatkan sebelum&lt;br /&gt;kita melangkah lebih jauh. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, buku ini ditulis untuk mendatangkan kebahagiaan, ketenangan,&lt;br /&gt;kedamaian, kelapangan hati, membuka pintu optimisme dan menyingkirkan&lt;br /&gt;segala kesulitan demi meraih masa depan yang lebih indah.&lt;br /&gt;Buku ini merupakan pengetuk hati agar selalu ingat akan rahmat dan&lt;br /&gt;ampunan Allah, bertawakal dan berbaik sangka kepada-Nya, mengimani&lt;br /&gt;qadha' dan qadar-Nya, menjalani hidup sesuai apa adanya, melepaskan&lt;br /&gt;kegundahan tentang masa depan, dan mengingat nikmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, buku ini mencoba memberikan resep-resep bagaimana mengusir&lt;br /&gt;rasa duka, cemas, sedih, tertekan, dan putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, saya berusaha menyertakan dalil-dalil dari al-Qur'an dan hadits&lt;br /&gt;yang sesuai dengan tema setiap bahasan. Selain itu, tak jarang saya nukilkan&lt;br /&gt;pula pelbagai permisalan yang bagus, kisah yang penuh 'ibrah dan mengandung&lt;br /&gt;pelajaran berharga, serta bait-bait syair yang memiliki kekuatan. Dalam banyak&lt;br /&gt;tempat, para pembaca juga akan menjumpai kutipan-kutipan dari perkataan&lt;br /&gt;para bijak bestari, dokter dan sastrawan. Demikianlah, semua hal yang ada&lt;br /&gt;dalam buku ini hanya ingin mengajak Anda untuk senantiasa berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, buku ini bersifat umum, alias untuk siapa saja. Singkatnya,&lt;br /&gt;untuk kaum muslim maupun non-muslim. Pasalnya, pembicaraan dalam buku&lt;br /&gt;ini secara umum adalah berkaitan watak dan sifat naluriah dan persoalanpersoalan&lt;br /&gt;umum kejiwaan manusia. Namun begitu, buku ini tetap&lt;br /&gt;menempatkan Manhaj Rabbani sebagai penyuluh. Karena memang manhaj&lt;br /&gt;itulah yang menjadi agama fitrah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, dalam buku ini pembaca tidak akan hanya menjumpai kutipankutipan&lt;br /&gt;pernyataan dari orang-orang Timur, tetapi juga dari orang Barat.&lt;br /&gt;Namun demikian, saya berharap tidak ada tudingan negatif terhadap diri saya&lt;br /&gt;berkaitan dengan hal ini. Karena, bagaimanapun saya yakin bahwa hikmah&lt;br /&gt;itu adalah laksana barang yang hilang dari kaum muslim. Artinya, maka di&lt;br /&gt;mana pun barang itu ada masih berhak kita ambil kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, saya sengaja tidak menggunakan catatan kaki dalam buku ini.&lt;br /&gt;Ini tak lebih hanya untuk meringankan dan memudahkan pembaca. Karena,&lt;br /&gt;dengan begitu paling tidak buku ini akan menjadi bacaan yang&lt;br /&gt;berkesinambungan dan memberikan pemahaman yang tidak terpotong-potong.&lt;br /&gt;Dan untuk itu, setiap referensi dari masing-masing kutipan selalu saya sebut&lt;br /&gt;langsung dalam setiap paragraph yang menyebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, dalam mengutip, saya tidak mencatat nomor halaman dan volume&lt;br /&gt;sumbernya. Mengapa? Karena hal seperti itu sudah lazim dilakukan oleh&lt;br /&gt;orang-orang sebelum saya, dan saya mengikuti mereka. Saya kira ini lebih&lt;br /&gt;bermanfaat dan lebih memudahkan. Kadang kala saya menuliskannya sesuai&lt;br /&gt;dengan teks yang ada di dalam buku sumbernya, dan kadang kala ada sedikit&lt;br /&gt;penyuntingan atau penyesuaian dengan pemahaman saya terhadap buku&lt;br /&gt;ataupun artikel yang pernah saya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, saya tidak menyusun buku dalam sistematika bab-bab dan&lt;br /&gt;pasal-pasal yang banyak. Yang saya lakukan adalah menulis dengan gaya yang&lt;br /&gt;sangat variatif. Adakalanya saya membeberkan beberapa permasalahan dalam&lt;br /&gt;beberapa paragraf, kemudian saya berpindah dari satu permasalahan ke&lt;br /&gt;permasalahan lain, dan kembali lagi pada bahasan yang sama setelah beberapa&lt;br /&gt;halaman pembahasan yang berbeda. Ini saya tujukan agar lebih sedap dibaca,&lt;br /&gt;lebih enak dan tidak membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, saya tidak memberi nomor surat dan ayat serta tidak pernah&lt;br /&gt;menyebutkan perawi hadits. Meski demikian, bila hadits yang sebutkan itu&lt;br /&gt;lemah, maka saya selalu mengingatkannya. Adapun bila hadits itu shahih,&lt;br /&gt;maka saya hanya akan menyebutnya hadits shahih dan kadangkala tak memberi&lt;br /&gt;catatan apapun.. Semua ini saya lakukan agar tulisan ini ringkas, terhindar&lt;br /&gt;dari banyaknya pengulangan, penjelasan yang bertele-tele, dan tidak&lt;br /&gt;menjemukan. "Orang yang berpura-pura puas dengan sesuatu yang tidak diberikan&lt;br /&gt;kepadanya seperti orang yang memakai dua pakaian palsu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh, mungkin pembaca melihat ada beberapa pengulangan pada&lt;br /&gt;sejumlah materi. Meski demikian, saya selalu berusaha mengemasnya dalam&lt;br /&gt;metode dan struktur pembahasan yang berbeda. Ini memang sengaja saya&lt;br /&gt;lakukan untuk semakin menguatkan pemahaman kita dengan cara&lt;br /&gt;menyajikannya lebih sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sepuluh hal yang perlu saya sampaikan kepada pembaca terlebih&lt;br /&gt;dahulu. Saya berharap buku ini akan membawa kabar yang benar dan jujur,&lt;br /&gt;adil dalam memberi penilaian, obyektif dalam ungkapan, meyakinkan dalam&lt;br /&gt;materi-materi pengetahuan, lurus dalam sudut pandangan dan argumentasi,&lt;br /&gt;dan menjadi cahaya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku, La Tahzan, ini, setidaknya, saya tulis untuk konsumsi pribadi saya&lt;br /&gt;sendiri dan mereka yang bernasib sama dengan saya. Sayalah orang yang&lt;br /&gt;pertama kali mengambil manfaat dari buku ini. Setiap kali membaca ulang&lt;br /&gt;buku ini, selalu terasa seakan baru membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kau tahu setiap kali kutemui Zainab&lt;br /&gt;Selalu kucium semerbak wanginya&lt;br /&gt;Setiap kali merasa tertekan, marah atau sedih, selalu saya katakan pada&lt;br /&gt;diri ini, "Bukankah Anda penulis buku La Tahzan?" Dan, sesaat setelah itu,&lt;br /&gt;api kemarahan pun meredup, dan hati saya kembali menjadi tenang.&lt;br /&gt;Demikianlah; dalam buku ini saya mencoba berbicara kepada dan untuk&lt;br /&gt;semua orang; bukan untuk segolongan orang, generasi, dan penduduk negeri&lt;br /&gt;tertentu.&lt;br /&gt;Buku ini adalah untuk semua orang, yakni siapa saja yang ingin&lt;br /&gt;hidup bahagia!&lt;br /&gt;Kutanamkan di dalamnya mutiara, hingga tiba saatnya ia dapat&lt;br /&gt;menyinari tanpa mentari dan berjalan di malam hari tanpa rembulan&lt;br /&gt;Karena kedua matanya ibarat sihir dan keningnya laksana pedang&lt;br /&gt;buatan India&lt;br /&gt;Milik Allah-lah setiap bulu mata, leher dan kulit yang indah mempesona&lt;br /&gt;'Aidh al-Qarni&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4985996726702737901?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4985996726702737901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/la-tahzan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4985996726702737901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4985996726702737901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/la-tahzan.html' title='La Tahzan'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-588404040987413278</id><published>2009-06-08T17:03:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T17:19:41.856-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Biarkan Masa Depan Datang Sendiri</title><content type='html'>Biarkan Masa Depan Datang Sendiri&lt;br /&gt;{Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar&lt;br /&gt;disegerakan (datang)nya.}&lt;br /&gt;(QS. An-Nahl: 1)&lt;br /&gt;Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda&lt;br /&gt;mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya di lahirkan, atau memetik&lt;br /&gt;buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata&lt;br /&gt;dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok,&lt;br /&gt;mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya,&lt;br /&gt;memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan&lt;br /&gt;bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak&lt;br /&gt;tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari&lt;br /&gt;esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?&lt;br /&gt;Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke&lt;br /&gt;bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum&lt;br /&gt;sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau&lt;br /&gt;tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum&lt;br /&gt;sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa&lt;br /&gt;arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.&lt;br /&gt;Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan&lt;br /&gt;masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam&lt;br /&gt;kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak&lt;br /&gt;dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu&lt;br /&gt;jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya&lt;br /&gt;dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan&lt;br /&gt;manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan&lt;br /&gt;tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan krisis ekonomi yang&lt;br /&gt;kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari&lt;br /&gt;kurikulum yang diajarkan di "sekolah-sekolah setan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh&lt;br /&gt;kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan&lt;br /&gt;daripada-Nya dan karunia.}&lt;br /&gt;(QS. Al-Baqarah: 268)&lt;br /&gt;Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang&lt;br /&gt;menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama&lt;br /&gt;setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.&lt;br /&gt;Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di 'genggaman yang&lt;br /&gt;lain' tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.&lt;br /&gt;Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru&lt;br /&gt;menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah&lt;br /&gt;menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan&lt;br /&gt;petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.&lt;br /&gt;Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang&lt;br /&gt;berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di&lt;br /&gt;dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan&lt;br /&gt;yang berlebihan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-588404040987413278?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/588404040987413278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/biarkan-masa-depan-datang-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/588404040987413278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/588404040987413278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/biarkan-masa-depan-datang-sendiri.html' title='Biarkan Masa Depan Datang Sendiri'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4000621871834213493</id><published>2009-06-07T22:03:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T22:23:22.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>Yang Lalu Biar Berlalu</title><content type='html'>Yang Lalu Biar Berlalu&lt;br /&gt;Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa&lt;br /&gt;dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama&lt;br /&gt;artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur&lt;br /&gt;masa depan yang belum terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak&lt;br /&gt;pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam&lt;br /&gt;'ruang' penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam 'penjara' pengacuhan&lt;br /&gt;selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus&lt;br /&gt;cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan&lt;br /&gt;tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup&lt;br /&gt;memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya&lt;br /&gt;menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali,&lt;br /&gt;karena ia memang sudah tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah&lt;br /&gt;payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu!&lt;br /&gt;Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke&lt;br /&gt;tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang&lt;br /&gt;ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda&lt;br /&gt;dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya,&lt;br /&gt;keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda&lt;br /&gt;pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan,&lt;br /&gt;dan sekaligus menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa&lt;br /&gt;depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat&lt;br /&gt;berharga. Dalam al-Qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum&lt;br /&gt;dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, "Itu&lt;br /&gt;adalah umat yang lalu." Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai&lt;br /&gt;pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman&lt;br /&gt;dan memutar kembali roda sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang&lt;br /&gt;yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.&lt;br /&gt;Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang&lt;br /&gt;meratapi masa lalunya demikian: "Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat&lt;br /&gt;itu dari kuburnya." Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang,&lt;br /&gt;sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, "Mengapa&lt;br /&gt;engkau tidak menarik gerobak?"&lt;br /&gt;"Aku benci khayalan," jawab keledai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan&lt;br /&gt;dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan&lt;br /&gt;kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puingpuing&lt;br /&gt;yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin&lt;br /&gt;bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya&lt;br /&gt;mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah&lt;br /&gt;mustahil pada asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun&lt;br /&gt;menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air&lt;br /&gt;akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala&lt;br /&gt;sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah&lt;br /&gt;kehidupan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4000621871834213493?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4000621871834213493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/yang-lalu-biar-berlalu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4000621871834213493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4000621871834213493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/yang-lalu-biar-berlalu.html' title='Yang Lalu Biar Berlalu'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4190736201238578138</id><published>2009-06-06T05:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T05:24:50.292-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair'/><title type='text'>Syair</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ذنوبي كموج البحر بل هي اكثر ٭ كمثل الجبال بل هي اكبر&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ولكنها عند الكريم اذا عفا ٭ جنح من البعود بل هي اصغر&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dosaku seperti buih dilautan yang luas, bahkan lebih banyak * Seperti Gunung yang menjulang tinggi bahkan lebih Besar&lt;br /&gt;Tetapi ketika Allah yang maha Mulia memberi maaf * Seperti sayap seekor bu'ud (sunda: Rametuk) bahkan lebih kecil. Insya allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;انتهي، الشيخ عبدالقدرالجيلاني&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4190736201238578138?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4190736201238578138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/syair.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4190736201238578138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4190736201238578138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/06/syair.html' title='Syair'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4594417830765978420</id><published>2009-05-31T22:11:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T22:15:31.415-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayat'/><title type='text'>Hadits Kelima</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;الحديث الخامس، عن ابي ذرالغفاري رضي الله تعلي عنه قال،قلتُ يا رسول الله علمني عملا يقربني الي الجنة ويُباعدني الي النار، قال اذا عملتَ سيئة فاتبعها حسنة ،&lt;br /&gt;قال أمن الحاسنات قول لااله الاالله قال نعم هي أحسن الحسنات٭&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hadis ke Lima Hari ini datang dari Abi Dzar Al Ghifari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beliau bertanya kepada Rosululloh "Wahai Rosul, Beritahu hamba sebuah amalan yang bisa mendekatkan hamba ke surga dan menjauhkan hamba dari api neraka" Rosululloh menjawab "Ketika engkau berbuat kejelekan maka harus segera diiringi dengan berbuat kebaikan (segera bertaubat)"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Abi Dzar bertanya lagi "Apakah setengah dari kebaikan itu mengucapkan La Ilaaha'illalloh?" "Benar, itu adalah sebaik-baiknya kebaikan" jawab Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hikayat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang laki-laki sedang wukuf di Arafah, di tangannya menggenggam tujuh buah batu dan berucap "Jadi saksilah kalian di hadapan tuhanku bahwa sesungguhnya aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh dan Nabi muhammad utusan Alloh". Setelah itu laki-laki tersebut tertidur dan bermimpi bahwa Kiamat telah tiba dan dia dihisab dan hisaban itu mewajibkannya masuk Neraka, ketika Malaikat Adzab menyeretnya ke pintu neraka terdapat sebuah bongkahan batu menghalangi pintu neraka tersebut, berkumpullah para malaikat adzab ini untuk mengangkat batu tadi namun apa daya batu tersebut tidak mampu di angkat oleh para malaikat penyiksa ini. begitu seterusnya sampai tiba di pintu neraka yang ke tujuh para malaikat ini sudah tidak bisa lagi mengangkat batu itu lalu mereka membawanya ke bawah Arasy dan mengatakan "Wahai tuhanku, engkau lebih tahu apa yang terjadi pada hambamu ini, kami sudah tidak bisa menemukan lagi jalan untuk memasukkannya kedalam neraka" Alloh berkata "Hambaku telah menjadikan saksi kepada batu-batu itu, kalian tidak bisa mengambil hak darinya bagaimana aku bisa mengambil haknya sedangkan aku telah menyaksikan Syahadatnya, Masukkanlah ke Surga" Lalu para malaikat ini pun membawanya kedepan pintu surga, tapi pintu surga pun tertutup baginya, pintunya terkunci sangat kuat. Disaat seperti itu datanglah 'Syahadatu alla'ilaaha'illalloh' dan membuka kunci pintu surga dan masuklah laki-laki itu kedalamnya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;والله اعلم بالصواب&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4594417830765978420?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4594417830765978420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/hadits-kelima.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4594417830765978420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4594417830765978420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/hadits-kelima.html' title='Hadits Kelima'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-701452519537834450</id><published>2009-05-31T00:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T00:10:58.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayat'/><title type='text'>Tentang Bernafas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;تنبيه الغافلين: قيل،ساعات الليل والنهار اربع وعشرون، فالانسان متنفس&lt;br /&gt;في كل ساعة مائة وثمانين نفسا،&lt;br /&gt;ففي الليل والنهار يتنفس اربعة آلاف وثلثمائة وعشرين نفسا،&lt;br /&gt;وفي كل نفس يسأل بسؤالين، وقت الخروج ووقت الدخول&lt;br /&gt;يعني، أي عمل عملت في خروج النفس ودخولهه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di ambil dari kitab Dzurrotunnasihiin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Tanbiihul ghofiliin).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dikatakan bahwa siang dan malam ada 24 jam (kita semua tahu itu). Manusia bernafas di setiap jamnya 180 (seratus delapan puluh kali) bernafas. maka pada sehari semalam manusia bernafa sebanyak 4320 (Empat ribu tiga ratus duapuluh) kali bernafas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Disetiap nafas yang kita keluarkan di hari kiamat kelak akan di tanya dengan dua pertanyaan, yaitu pertanyaan ketika mengeluarkan dan menghirup nafas, apa yang kita kerjakan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;والله اعلم بالصواب&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-701452519537834450?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/701452519537834450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/tentang-bernafas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/701452519537834450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/701452519537834450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/tentang-bernafas.html' title='Tentang Bernafas'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-6646456408049169587</id><published>2009-05-28T21:51:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T06:17:34.346-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayat'/><title type='text'>Hadits ke empat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;الحديث الرابع، عن ابراهم عن علقمه عن عبدالله رضي الله عنهم، قال النبي صلي الله عليه وسلم , انا مدينة العلم وعلي بابها&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hadits ke empat hari ini datang dari Ibrahim dari Alqomah dari abdullah bin Mas'ud rodialoohu anhum&lt;br /&gt;Rosululloh bersabda, "Aku adalah kota ilmu, Ali adalah pintunya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kaum Khawarij mendengar hadis ini mereka langsung berdiskusi dengan para petinggi kaum khwarij lainnya dan sepakatlah sepuluh para petinggi khawarij untuk mengajukan pertanyaan kepada Ali, jika Ali mampu menjawab dengan jawaban yang berbeda pada setiap pertanyaannya maka mereka akan mengakui bahwa Ali seperti yang di katakan Nabi (Pintu ilmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pertanyaan dari petinggi Kaum Khawarij ini sama namun Sayyidina Ali menjawabnya dengan berbeda-beda Simak jawaban-jawaban berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?&lt;br /&gt;J: Ilmu lebih utama dari pada Harta&lt;br /&gt;T: Apa Dalilnya?&lt;br /&gt;J: Ilmu adalah warisan para Nabi sedangkan Harta adalah warisan Qorun, Syidad, Fir'aun dan lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?&lt;br /&gt;J: Ilmu lebih utama dari pada Harta&lt;br /&gt;T: Apa Dalilnya?&lt;br /&gt;J: Ilmu menjagamu sedangkan harta kamu yang menjaganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.&lt;br /&gt;T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?&lt;br /&gt;J: Ilmu lebih utama dari pada Harta&lt;br /&gt;T: Apa Dalilnya?&lt;br /&gt;J: Orang yang memiliki Ilmu banyak sahabatnya, tapi orang yang memiliki harta banyak musuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?&lt;br /&gt;J: Ilmu lebih utama dari pada Harta&lt;br /&gt;T: Apa Dalilnya?&lt;br /&gt;J: Ketika kau memberikan harta pada orang lain maka hartamu berkurang, namun ketika kau memberikan Ilmu maka Ilmu itu bertambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?&lt;br /&gt;J: Ilmu lebih utama dari pada Harta&lt;br /&gt;T: Apa Dalilnya?&lt;br /&gt;J: Bagi yang banyak harta sering di sebut atau di panggil dengan nama yang jelek misalnya si pelit, si kikir, si sombong dan lain sebagainya, tapi bagi yang banyak Ilmu dia sering di panggil dengan nama yang indah "misalnya, Ulama, Wali, Kyai, Ustadz, dan sebagainya".(Pen.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.&lt;br /&gt;T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?&lt;br /&gt;J: Ilmu lebih utama dari pada Harta&lt;br /&gt;T: Apa Dalilnya?&lt;br /&gt;J: Harta membutuhkan penjaga(Satpam), Ilmu Tidak membutuhkan Penjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII.&lt;br /&gt;T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?&lt;br /&gt;J: Ilmu lebih utama dari pada Harta&lt;br /&gt;T: Apa Dalilnya?&lt;br /&gt;J: Orang yang memiliki harta akan dihisab di hari kiamat, orang yang memiliki ilmu akan memberi syafaat(pembelaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII.&lt;br /&gt;T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?&lt;br /&gt;J: Ilmu lebih utama dari pada Harta&lt;br /&gt;T: Apa Dalilnya?&lt;br /&gt;J: Harta akan rusak, habis atau hancur dimakan waktu, tetapi tidak bagi Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII.&lt;br /&gt;T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?&lt;br /&gt;J: Ilmu lebih utama dari pada Harta&lt;br /&gt;T: Apa Dalilnya?&lt;br /&gt;J: Harta mengeraskan(menggelapkan) hati, Ilmu menerangi hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IX.&lt;br /&gt;T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?&lt;br /&gt;J: Ilmu lebih utama dari pada Harta&lt;br /&gt;T: Apa Dalilnya?&lt;br /&gt;J: Harta mengundang kesombongan, menyebabkan seseorang menuhankan dirinya, Ilmu mengundang ibadah semakin khusyu' dan meyakinkan alloh satu-satunya tuhan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;والله اعلم بالصواب&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-6646456408049169587?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/6646456408049169587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/hadits-ke-empat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6646456408049169587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6646456408049169587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/hadits-ke-empat.html' title='Hadits ke empat'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-106417269399606343</id><published>2009-05-27T22:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T22:22:04.434-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayat'/><title type='text'>Memuliakan Orang Tua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الحديث الثالث، عن انس بن مالك رضي الله تعلي عنه قال، قال رسول الله صلي الله تعلي عليه وسلم، ان الله تعلي ينظر الي وجه الشيخ صباحا ومساء ويقول " يا عبادي ، قد كبر سنك ورق جلدك ودق عظمك واقترب اجلك وحان قدومك الي فاستحي مني فانا استحي من شيبتك ان اعذبك في النار".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hadis ketiga hari ini datang dari Anas bin Malik Rodhiallohu anh, beliau berkata, Rosululloh SAW telah bersabda:&lt;br /&gt;Sesungguhnya Alloh Subhanahu wata'alaa melihat dengan sifat basharnya kepada orang tua baik laki-laki maupun perempuan pada pagi dan sore hari lalu Alloh berkata kepada mereka "Wahai hambaku, Telah rontok gigi mu, telah keriput kulitmu, telah lemah otot-ototmu, dan telah dekat ajalmu untuk bertemu denganKU, malu lah kepadaKu, karena AKU malu kepada ubanmu untuk memasukkanmu kedalam neraka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan pada suatu pagi, Sayyidina Ali &lt;span style="font-size:130%;"&gt;كرم الله وجحه&lt;/span&gt;  berjalan dengan tergesa-gesa hendak menuju masjid untuk menunaikan sholat subuh berjama'ah dengan baginda Rosul, ditengah perjalanan beliau melihat didepan ada seorang kakek berjalan sangat pelan, Ali pun melambatkan perjalanannya, beliau tidak berani mendahului sang kakek karena memuliakan kakek tersebut sehingga waktu muncul fajar sebentar lagi tiba. Ketika kakek tersebut sudah dekat dengan pintu masjid ternyata dia tidak masuk ke masjid tapi terus lurus berjalan, tahulah Sayyidina Ali bahwa kakek tadi adalah dari nasrani.. Begitu Ali masuk ke masjid didapati Nabi sedang dalam keadaan ruku', beliau memanjangkan ruku'nya kira-kira dua kali ruku sehingga begitu Ali telah takbir dan ruku (masbuk) barulah Nabi selesai rukunya dan melanjutkan shalatnya.&lt;br /&gt; Setelah selesai shalat Sahabat bertanya tentang ruku yang panjang tadi kepada Nabi, karena beliau belum pernah melakukan hal tersebut sebelumnya, Nabi menjawab "Ketika aku ruku tadi dan mengucapkan Subhanalloh robbial a'dzimi wabihamdih seperti biasa, ketika aku hendak mengangkat kepalaku datanglah malaikat Jibril&lt;span style="font-size:130%;"&gt;عليه السلام&lt;/span&gt; dan meletakkan sayapnya di tengkuk ku dengan sangat lama, ketika Jibril mengangkat sayapnya aku pun mengangkat kepalaku". Sahabat bertanya lagi "Kenapa Jibril melakukan demikian?" "Aku tidak sempat menanyakannya?" kata Nabi. Tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril dan berkata "Hai Muhammad, Sesungguhnya Ali telah berjalan dengan tergesa-gesa menuju masjid untuk berjamaah bersama mu, tetapi diperjalanan dia bertemu dengan seorang Kakek Nasrani, dan Ali tidak mengetahui hal itu tetapi dia memuliakannya dengan tidak mendahului si kakek, Alloh telah memerintahkan kepadaku untuk menahanmu dalam ruku sehingga Ali tiba dan ikut berjamaah dan itu bukan lah yang paling ajaib, yang paling ajaib adalah, Alloh telah menyuruh kepada Malaikat Mika'il untuk menahan Matahari dengan sayapnya agar tidak segera terbit, dan itu semua adalah derajat yang diberikan oleh Alloh kepada Ali yang telah memuliakan seorang Kakek yang sudah Renta dan Nasrani pula".&lt;span style="font-size:130%;"&gt;والله اعلم بالصواب&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-106417269399606343?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/106417269399606343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/memuliakan-orang-tua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/106417269399606343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/106417269399606343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/memuliakan-orang-tua.html' title='Memuliakan Orang Tua'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-6230538419027083407</id><published>2009-05-26T22:14:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T22:21:06.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayat'/><title type='text'>Hadits Kedua</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الحديث الثاني ، عن ابن مسعود رضي الله تعلي عنه، قال قال رسول الله ص.ع،&lt;br /&gt;الفاجرالراجي رحمة الله تعلي اقرب الي الله تعلي من العابدالمقنط&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hadis kedua datang dari Ibnu Mas'ud Rodiallohuanh, beliau berkata, Nabi bersabda: Orang yang lacur, banyak berbuat dosa tapi mengharapkan rahmat dari alloh itu lebih baik dari pada orang yang rajin ibadah tapi memutuskan rahmat dari allah,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memutuskan Rahmat dari alloh itu adalah memtuskan tali silaturahmi dengan saudaranya, membenci saudaranya, menjauhi saudaranya, sulit memaafkan kesalahan orang, menghilangkan ni'mat dari alloh, selalu mengeluh dalam menghadapi persoalan hidup dan lain sebagainya yang menjauhkan dirinya dari orang-orang di sekitarnya, maka orang yang melakukan hal tersebut diatas berarti dia telah memutuskan rahmat dari alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikayat I&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas'ud, Ibnu Mas'ud dari Zaid bin Aslam Zaid bin Aslam dari Ummar.&lt;br /&gt;Alkisah ada seorang ahli ibadah di Zaman ummat terdahulu tapi dia memutuskan rahmat dari alloh seperti yang sudah dipaparkan diatas, Setelah wafat ia bertanya kepada Alloh "Wahai tuhanku, apa yang akan engkau berikan kepadaku?", Alloh menjawab "Neraka!" Tentu saja si ahli ibadah ini kaget dan bertanya "Ya Alloh, dikemanakan ibadahku dan ijtihadku selama di dunia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;فقال، انك كنت تقنط الناس من رحمتي في الدنيا فانا اقنطك اليوم من رحمتي&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alloh menjawab "Kamu telah memutuskan rahmat dariku, maka hari ini aku memutuskan rahmatku kepadamu" Na'udzubillahi Mindzalik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikayat II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ان رجلا لم يعمل خيرا قط الاالتوحيد، فلما حضره الموت قال لاهله اذا انا مت فاحرقوني بالنار حتي تدعوني رمادا ثم ذروني في البحر في يوم ريح، ففعلوا..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;فاذا هو في قبضةالله تعلي، قال الله: ما حملك علي مافعلت؟ قال، مخافتك فغفرله بها وهولم يعمل خيرا قط الاالتوحيد&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dari Abi Hurairoh Rodiallohu ta'alaa anh, Dari Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;Ada seorang laki-laki yang tidak pernah melakukan kebaikan selama hidupnya, ia hanya punya keyakinan saja dalam hatinya bahwa alloh itu ada dia hanya punya Tauhid. Ketika ajal hendak menjemputnya dia sempat berwasiat kepada keluarganya kurang lebih wasiatnya seperti ini:&lt;br /&gt;"Jika aku mati, bakarlah jasadku hingga menjadi debu setelah itu buang debunya ke laut waktu angin sedang kencang". Ketika ruh laki-laki itu berada di genggaman Alloh SWT, Alloh berkata "Apa yang mendorong kamu untuk melakukan hal itu?" Laki-laki itu menjawab "Karena hamba takut kepadamu ya tuhanku". Maka alloh mengampuni orang itu.. والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-6230538419027083407?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/6230538419027083407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/hadits-kedua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6230538419027083407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6230538419027083407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/hadits-kedua.html' title='Hadits Kedua'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-2209934473509221749</id><published>2009-05-25T22:25:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T22:32:03.411-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayat'/><title type='text'>Wajib Saling Mengasihi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;الحديث الاول ، عن عبدالله بن عمررضي الله تعلي عنهما ، قال رسول الله ص.ع ،&lt;br /&gt;الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من في الارض يرحمكم من في السماء.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis pertama ini datang dari Abdullah bin Umar Radiallohu anhuma,&lt;br /&gt;Kira-kira terjemahan bebasnya seperti ini:&lt;br /&gt;Orang-orang yang selalu berlaku baik berbelas kasih terhadap sesamanya, orang-orang yang selalu mencintai dan mengasihi membantu kesulitan orang lemah, baik itu tenaga, pikiran apalagi materi maka mereka akan mendapatkan perlakuan yang sama dari alloh yang maha rohman, maka kata Nabi melanjutkan, berbelas kasihlah kalian terhadap apapun yang ada di muka bumi maka akan berbelas kasih pula terhadap kalian apa yang ada di langit.&lt;br /&gt;Untuk menguatkan hadits ini ada sebuah hikayat dari sayidina Ummar RA:&lt;br /&gt;Alkisah suatu hari sayidina Ummar RA berkeliling jalan kaki di kota Madinah, tiba-tiba beliau melihat seorang anak kecil sedang asik bermain dengan burung-burung kesayangannya, Sayidina Ummar merasa kasihan terhadap burung-burung itu lalu beliau mendekati anak kecil tersebut, singkat cerita burung-burung itu di beli oleh sayidina Ummar lalu beliau melepaskan semuanya.&lt;br /&gt;Waktu berlalu dengan cepat dan tibalah pada ajal menjemput Sayidina Ummar RA, setelah wafat, para ulama jumhur (orang-orang yang ahli di bidang Ilmu) melihat Sayidina Ummar dalam mimpinya dan bertanyalah para ulama ini "Apa yang Alloh lakukan terhadap baginda?" Sayidina Ummar menjawab "Alloh telah menerima taubatku dan memaafkan semua kesalahanku" Para Ulama bertanya lagi "Karena apa Alloh memberikan hal tersebut? Apakah karena kasih sayang baginda terhadap sesama, atau karena adil baginda dalam memerintah, atau karena sungguh-sungguh baginda dalam beribadah?" Sayidina Ummar menjawab "Ketika Kalian meletakkan aku di liang lahat, dan menutupinya dengan tanah, dan kalian meninggalkan ku sendirian, saat itulah datang kepadaku dua Malaikat yang sangat hebat keduanya sehingga membuat akalku hilang sejenak dan menciut nyaliku, kedua Malaikat itu meraihku dan memndudukanku, namun ketika dua malaikat itu akan meng interogasi, tiba-tiba aku mendengar suara hatif (Suara tanpa Jinis), ia berkata "Tidak kah kalian melihat dia hambaku, janganlah kalian menakut-nakutinya karena aku telah mengasihinya dan menerima taubatnya, karena dia telah mengasihi burung ketika di dunia maka aku telah mengasihi dia di akhirat. Subhanalloh, burung saja yang kita jaga kita kasihani dapat imbalan yang begitu sempurna dari alloh, bayangkan jika Manusia yang kedudukannya lebih tinggi dari pada burung kita kasihani, berpikirlah orang-orang yang berakal. والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-2209934473509221749?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/2209934473509221749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/wajib-saling-mengasihi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/2209934473509221749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/2209934473509221749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/wajib-saling-mengasihi.html' title='Wajib Saling Mengasihi'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-8729841206613100595</id><published>2009-05-25T04:50:00.001-07:00</published><updated>2009-05-25T04:50:46.468-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mbah Anda'/><title type='text'>Mbah Anda</title><content type='html'>Mbah Me`an Puputra&lt;br /&gt;Mbah Alimin Puputra&lt;br /&gt;Mbah Jarsiah, Puputra:7&lt;br /&gt;1. Ny. Jinnah&lt;br /&gt;2. Ny. Ati&lt;br /&gt;3. Irin&lt;br /&gt;4. Ny. Iti&lt;br /&gt;5. Ny. Iya&lt;br /&gt;6. Ny. Rintik&lt;br /&gt;7. Odi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Irin&lt;br /&gt;Istri Mbah Irin:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nurhaya binti H. Hamli&lt;br /&gt;2. Nyai. Abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Nyai Abu berputra:5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ny. Ira&lt;br /&gt;2. Hatta&lt;br /&gt;3. Ny. Irah&lt;br /&gt;4. Kandi&lt;br /&gt;5. Ahyar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ny. Nurhaya Berputra:3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hamid&lt;br /&gt;2. Anda&lt;br /&gt;3. Nyai. Ani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anda&lt;br /&gt;Istri Mbah Anda:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nyai. Titin&lt;br /&gt;2. Rd. Mamah-Putri Rd. Hasbulloh Buyut RA. WIRADINATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Nyai Titin Berputra:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Eman&lt;br /&gt;2. Ny. Eti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ny. Rd. Mamah Berputra:1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIFTAHUDIN Ansori (Ujang Miftah) Berputra:&lt;br /&gt;1. Haifa Hariz Ansori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ny.Eti, Berputra:7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lia Susanti&lt;br /&gt;2. Lismawati (pupus alit keneh)&lt;br /&gt;3. Ripda Farida&lt;br /&gt;4. Endih Setiadi&lt;br /&gt;5. Rini Anggraeni&lt;br /&gt;6. Muhammad Sugeng Rahayu&lt;br /&gt;7. Siti Sopiah (pupus alit keneh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUTRA Mbah Irin yang No.3 (Ny. Ani) Puputra:5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Maman&lt;br /&gt;2. Ny. Ineu&lt;br /&gt;3. Ny. Bedah&lt;br /&gt;4. Ahyar&lt;br /&gt;5. Ny. Yuli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-8729841206613100595?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/8729841206613100595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/mbah-anda.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/8729841206613100595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/8729841206613100595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/mbah-anda.html' title='Mbah Anda'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4275440808298970590</id><published>2009-05-25T04:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T06:00:12.504-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalem Tarikolot'/><title type='text'>R.A. Wiradinata</title><content type='html'>PUTRA R. Aria Wiramanggala (Dalem Tarikolot) yang No.2 (R.A. Wiradinata) PUPUTRA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rd. Tumenggung Wiradiredja Puputra&lt;br /&gt;Rd. Muhammad Tohir (Aolia Kamp. Baru) Puputra&lt;br /&gt;Rd. Muhammad Suradiredja - garwaan ka-Ratu Kancana/Ratu Kidul, Puputra&lt;br /&gt;Rd. Suradikusumah Puputra&lt;br /&gt;Ny. Rd. Junah - carogean ka Rd. Sumantaredja (Demang di Sajra-Rangkas Bitung) Puputra&lt;br /&gt;Rd. H. Abubakar PUPUTRA:6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rd. Muhammad Toha (Rd. Puradinata)&lt;br /&gt;2. Rd. Rd. Ratnaningsih&lt;br /&gt;3. Ny. Rd. Resmi&lt;br /&gt;4. Rd. Ma`mun...........Lain Ibu&lt;br /&gt;5. Rd. Mu`man...........&lt;br /&gt;6. Rd. Abdul Rifa`i.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rd. Muhammad Toha (Rd. Puradinata) PUPUTRA:10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ny. Rd. Kuraesin&lt;br /&gt;2. Ny. R. Siti Nafsiah&lt;br /&gt;3. Rd. Muhammad Hasbullah&lt;br /&gt;4. Ny. Rd. Nurillah&lt;br /&gt;5. Rd. Uyun Muhammad&lt;br /&gt;6. Rd. Hajanah&lt;br /&gt;7. Rd. Abdul Kodir Somadinata&lt;br /&gt;8. Ny. Rd. Euis Aisah&lt;br /&gt;9. Ny. Rd. Ucu&lt;br /&gt;10. Ny. Rd. Hajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rd. Muhammad Hasbullah PUPUTRA:10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ny. Rd. Dioh&lt;br /&gt;2. Ny. Rd. Mariam&lt;br /&gt;3. Ny. Rd. Atikah&lt;br /&gt;4. Ny. Rd. Nurjannah&lt;br /&gt;5. Ny. Rd. Mamah (Rd. Rohmah)&lt;br /&gt;6. Ny. Rd. Harmaen&lt;br /&gt;7. Rd. Mamat&lt;br /&gt;8. Rd. Misbah&lt;br /&gt;9. Rd. Ukus&lt;br /&gt;10. Rd. Cucu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ny. Rd. Mamah (Rd. Rohmah) Carogean ka Mbah Suhanda (Mbah Anda) Puputra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Miftahuddin Ansori alias Ujang miftah (Pemilik Blog ini)&lt;br /&gt;2. Ny. R. Eti (di Sukabumi)..............Lain Ayah&lt;br /&gt;3. Rd. Hermawandi Kusumah (wawan)........&lt;br /&gt;4. Rd. Abu Suryana.......................&lt;br /&gt;5. Rd. Edi...............................&lt;br /&gt;6. Rd. Usman.............................&lt;br /&gt;7. Rd. Alamsyah (ujang alam).............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Miftahuddin Ansori  (Ujang miftah ) Beristri-Kinkin Nurhayati PUPUTRA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Haifa Hariz Ansori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;Untuk menelaah lebih lengkap silsilah akbar ini, silahkan lihat di bagian Katagori di Samping Kanan Blog, dan untuk melihat susunannya silahkan Klik pada bagian "Silsilah Bagan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4275440808298970590?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4275440808298970590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/ra-wiradinata.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4275440808298970590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4275440808298970590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/ra-wiradinata.html' title='R.A. Wiradinata'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-5961348588289914804</id><published>2009-05-25T04:48:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T06:13:51.480-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalem Tumenggung Natanagara'/><title type='text'>Dalem Tumenggung Natanagara</title><content type='html'>PUTRA R.A. Astramanggala (Dalem Cicondre) yang No.2 (Dalem Tumenggung Natanagara) PUPUTRA:&lt;br /&gt;Lenggang Nagara Puputra&lt;br /&gt;Lenggang Kusumah&lt;br /&gt;Carogean ka Rd. Suranagara alias Adipati Kusumah Dinata alias&lt;br /&gt;Pangeran Kornel (Bupati Sumedang 1791-1828)&lt;br /&gt;Pangeran Kornel putra Dalem Istri Rajaningrat (garwa Dalem Surianagara)&lt;br /&gt;putra Rangga Gempol IV&lt;br /&gt;putra  Dalem Adipati Tanumaja&lt;br /&gt;putra  Pangeran Panembahan/Rangga Gempol III&lt;br /&gt;Putra  Rd. Bagus / Rangga Gempol II&lt;br /&gt;Putra Pangeran Kusumadinata/ Rangga Gede&lt;br /&gt;Putra Prabu Geusan Ulun, dari Nyi Mas Cukang gedeng Waru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKA Nyai Lenggang Kusumah dari Pangeran Kornel Puputra:3&lt;br /&gt;1 Rd. Abdul alias Adipati Adiwijaya (Bupati Limbangan)&lt;br /&gt;2. Rd. Ewok alias Adipati Kusumah Yuda (Bupati Sumedang)&lt;br /&gt;3. Ny. Rd. Ajeng (Istri Adipati Wira Dadaha-Bupati Sukapura)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;Untuk menelaah lebih lengkap silsilah akbar ini, silahkan lihat di bagian Katagori di Samping Kanan Blog, dan untuk melihat susunannya silahkan Klik pada bagian "Silsilah Bagan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-5961348588289914804?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/5961348588289914804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/dalem-tumenggung-natanagara.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/5961348588289914804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/5961348588289914804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/dalem-tumenggung-natanagara.html' title='Dalem Tumenggung Natanagara'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-6113187790160689977</id><published>2009-05-25T04:47:00.002-07:00</published><updated>2009-06-12T06:14:11.563-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wiratanu IV'/><title type='text'>Dalem Sabiruddin</title><content type='html'>Putra Dalem Sabiruddin (Wiratanu IV) yang No. 2 (Ny. R. Mojanagara) PUPUTRA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rd. Aria Mangkupraja, nikah ka:&lt;br /&gt;Ny. R. Tanjungnagara (Putra Wiratanu V, rai Wiratanu VI) Puputra:4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalem Dipati Prawiradireja (Dalem Sepuh Kaum)&lt;br /&gt;2. Ny. R. Suhaemi&lt;br /&gt;3. Ny. R. Momoh&lt;br /&gt;4. Ny. R. Geboy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalem Dipati Prawiradireja (Dalem Sepuh Kaum) PUPUTRA:39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ...................................(Pupus nuju alit)&lt;br /&gt;2. Ny. R. Aria Mari Tanjungnagara&lt;br /&gt;3. R. Natareja (Ama Garut)&lt;br /&gt;4. R. Jalar&lt;br /&gt;5. Dalem Tumenggung Wiranagara&lt;br /&gt;6. Dalem dipati Kusumah Ningrat (Dalem Pancaniti)&lt;br /&gt;7. R. Aria Wiradirja (Patih Cianjur)&lt;br /&gt;8. R.H. Suryakusumah&lt;br /&gt;9. R.H. Mohammad Syafe`i&lt;br /&gt;10. Ny. R. Saribanon&lt;br /&gt;11. R. Prawirawijaya (Juragan Citatah)&lt;br /&gt;12. R. Rangga Adinagara&lt;br /&gt;13. R. Rangga Suryanagara&lt;br /&gt;14. R. H. Sadikin (Penghulu)&lt;br /&gt;15. Ny. R. Gedeng (Pewarang Dalem Bintang)&lt;br /&gt;16. R. Kusumahdinagara&lt;br /&gt;17. Ny. R. Arpiah&lt;br /&gt;18. Ny. R. Hatijah&lt;br /&gt;19. Ny. R. Suraya&lt;br /&gt;20. R.H. Awang&lt;br /&gt;21. R.H. Idrus&lt;br /&gt;22. R.H. Tisna&lt;br /&gt;23. R. Tisnajumena (Patih Cianjur)&lt;br /&gt;24. R. Jayasudibja (Onder Kolektor Sukabumi)&lt;br /&gt;25. Ny. R. Jenab&lt;br /&gt;26. R. Malik&lt;br /&gt;27. Ny. R. Ratnadi&lt;br /&gt;28. R. Abdullah Partajumena&lt;br /&gt;29. R. Saripudin Partajumena&lt;br /&gt;30. R. Saleh&lt;br /&gt;31. R. Aripin&lt;br /&gt;32. R. Moh. Kurdi&lt;br /&gt;33. Ny. R. Sopiah Murti (Garwa R. Ardikusumah)&lt;br /&gt;34. Ny. R. Joharnas&lt;br /&gt;35. R. Moh. Sogir&lt;br /&gt;36. R. Sinta&lt;br /&gt;37. R. Sukran&lt;br /&gt;38. R. Ruslan&lt;br /&gt;39. Ny. R. Sumawita (Garwa Aom Sutra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dalem dipati Kusumah Ningrat (Dalem Pancaniti) PUPUTRA:19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ny. R. Kuraesin&lt;br /&gt;2. Aom Ageung&lt;br /&gt;3. Aom Wildan&lt;br /&gt;4. Aom Anhar Surianingrat&lt;br /&gt;5. Dalem Dipati Prawiradireja&lt;br /&gt;6. Ny. R. Raja Inten&lt;br /&gt;7. Ny. R. Hadmiah&lt;br /&gt;8. R. Dalul Kartanegara&lt;br /&gt;9. R. Hudni Martanegara&lt;br /&gt;10. Ny. R. Komala&lt;br /&gt;11. R. Enoh Nitinagara&lt;br /&gt;12. R. Suwanda Suryanapura&lt;br /&gt;13. Ny. R. Supena&lt;br /&gt;14. Ny. R. Piah&lt;br /&gt;15. R. Karnaen Puranagara&lt;br /&gt;16. Ny. R. Kamara&lt;br /&gt;17. Ny. R. Resmi&lt;br /&gt;18. .........................(pupus)&lt;br /&gt;19. .........................(pupus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dalem Dipati Prawiradireja PUPUTRA:4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. R. Prawiradiningrat&lt;br /&gt;2. Ny. R. Ajeng Wiarsih (Juang Cicih)&lt;br /&gt;3. Ny. R. Ajeng Widarsih&lt;br /&gt;4. Aom Alibasyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;Untuk menelaah lebih lengkap silsilah akbar ini, silahkan lihat di bagian Katagori di Samping Kanan Blog, dan untuk melihat susunannya silahkan Klik pada bagian "Silsilah Bagan".&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-6113187790160689977?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/6113187790160689977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/dalem-sabiruddin.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6113187790160689977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/6113187790160689977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/dalem-sabiruddin.html' title='Dalem Sabiruddin'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-343537368696854615</id><published>2009-05-25T04:47:00.001-07:00</published><updated>2009-06-12T06:14:27.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalem Garut'/><title type='text'>Dalem Dipati Aria Wiratanudatar VIII</title><content type='html'>1. Dalem Dipati Aria Wiratanudatar VIII (Dalem Garut) PUPUTRA:22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. R. Memed&lt;br /&gt;2. R. pepe&lt;br /&gt;3. R. Daud&lt;br /&gt;4. R. Icak&lt;br /&gt;5. R. Jujum&lt;br /&gt;6. R. Danu&lt;br /&gt;7. R. Wira&lt;br /&gt;8. Ny. R. Eni&lt;br /&gt;9. R. Ibrahim&lt;br /&gt;10. R. Usman&lt;br /&gt;11. R. Barnas&lt;br /&gt;12. R. Adras&lt;br /&gt;13. R. Ibrahim&lt;br /&gt;14. R. Abas&lt;br /&gt;15. Ny. R. Habibah&lt;br /&gt;16. R. Abubakar&lt;br /&gt;17. Ny. R. Retna&lt;br /&gt;18. Ny. R. Kurniasih&lt;br /&gt;19. Ny. R. Ajeng&lt;br /&gt;20. R. Sadikin&lt;br /&gt;21. Ny. R. Maryam&lt;br /&gt;22. Ny. R. Brangti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;Untuk menelaah lebih lengkap silsilah akbar ini, silahkan lihat di bagian Katagori di Samping Kanan Blog, dan untuk melihat susunannya silahkan Klik pada bagian "Silsilah Bagan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-343537368696854615?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/343537368696854615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/dalem-dipati-aria-wiratanudatar-viii.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/343537368696854615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/343537368696854615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/dalem-dipati-aria-wiratanudatar-viii.html' title='Dalem Dipati Aria Wiratanudatar VIII'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-383400974725865070</id><published>2009-05-25T04:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T06:14:44.598-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalem Cicondre'/><title type='text'>R.A. Astramanggala</title><content type='html'>1. R.A. Astramanggala (Dalem Cicondre) PUPUTRA:7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puputra 7&lt;br /&gt;1. Dalem Sabiruddin (Wiratanu IV)&lt;br /&gt;2. Dalem Tumenggung Natanagara&lt;br /&gt;3. Dalem Kartadireja&lt;br /&gt;4. R. Sastranagara&lt;br /&gt;5. R. Emang&lt;br /&gt;6. Ny. R. Siti Syamsiah&lt;br /&gt;7. R. Dipanagara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalem Sabiruddin (Wiratanu IV) PUPUTRA:11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalem Muhidin (Wiratanu V)&lt;br /&gt;2. Ny. R. Mojanagara&lt;br /&gt;3. R. Demang Jayalaga&lt;br /&gt;4. R. Demang Mangkupraja&lt;br /&gt;5. R. Demang Mangkunagara&lt;br /&gt;6. Ny. R. Aleja&lt;br /&gt;7. R. Indrareja&lt;br /&gt;8. R. Wiradireja&lt;br /&gt;9. Ny. R.S. Bodedar&lt;br /&gt;10. Ny. R. Umbangkusumah&lt;br /&gt;11. Ny. R. Layangkusumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalem Muhidin (Wiratanu V) PUPUTRA:17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalem Aria Enoh (Wiratanu VI)&lt;br /&gt;2. Ny. R. Tanjungnagara&lt;br /&gt;3. Ny. R. Bentang&lt;br /&gt;4. R. Wiramanggala&lt;br /&gt;5. R.A. Wastireja&lt;br /&gt;6. Ny. R. Purba&lt;br /&gt;7. Ny. R. Emul&lt;br /&gt;8. R.A. Jayanagara&lt;br /&gt;9. R. Tisnadilaga&lt;br /&gt;10. R. Natadigja&lt;br /&gt;11. R. Ardikusuman&lt;br /&gt;12. Ny. R. Kandran&lt;br /&gt;13. Ny. R. Siti Murtala&lt;br /&gt;14. Ny. R. Hamsyan&lt;br /&gt;15. R. Natadireja&lt;br /&gt;16. R. H. Muhyidin (R.Natapraja)&lt;br /&gt;17. R. Purantareja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalem Aria Enoh (Wiratanu VI) PUPUTRA:4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. R. Aria Wiranagara (R. Aria Cikalong)&lt;br /&gt;2. R. Aria Natanagara (Dalem R. Moh. Tobri Bogor)&lt;br /&gt;3. Ny. R. Meumeut&lt;br /&gt;4. R. Abas (Dalem Garut Sepuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. R. Abas (Dalem Garut Sepuh) PUPUTRA:13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalem Dipati Aria Wiratanudatar VIII (Dalem Garut)&lt;br /&gt;2. R. Jayadiningrat&lt;br /&gt;3. Ny. R. Lenggang&lt;br /&gt;4. Ny. R. Mojanagara (Dalem Istri Lebak)&lt;br /&gt;5. R. Surianingrat&lt;br /&gt;6. Ny. R. Rajapermas&lt;br /&gt;7. Ny. R. Rajaputri&lt;br /&gt;8. Ny. R. Rajanagara&lt;br /&gt;9. Ny. R. Rajakusumah (Rajaretna)&lt;br /&gt;10. R. Prawiranagara&lt;br /&gt;11. Ny. R. Rajaningrum&lt;br /&gt;12. R. Wijayakusumah&lt;br /&gt;13. R. Suryalaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ny. R. Rajakusumah (Rajaretna) MENIKAH Dengan Rd. Surianata Legawa (Patih Sukabumi) PUPUTRA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rd. Adipati Aria Suriakarta Legawa I (Bupati Garut)&lt;br /&gt;2. Rd. Aria Adipati Surianataatmaja (Rd. Abas) Bupati Cianjur ka 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;Untuk menelaah lebih lengkap silsilah akbar ini, silahkan lihat di bagian Katagori di Samping Kanan Blog, dan untuk melihat susunannya silahkan Klik pada bagian "Silsilah Bagan".&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-383400974725865070?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/383400974725865070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/ra-astramanggala.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/383400974725865070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/383400974725865070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/ra-astramanggala.html' title='R.A. Astramanggala'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-3944206410646865050</id><published>2009-05-25T04:45:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T06:15:12.279-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jayasasana'/><title type='text'>Dalem Aria Wiratanu</title><content type='html'>1. Dalem Aria Wiratanu (jayasasana) DALEM-CIKUNDUL PUPUTRA:14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. R.H. Suria Kancana (Bersemayam di Gunung Gede)&lt;br /&gt;2. Ny. R.Endang Sukaesih (Bersemayam di Gunung Ciremai)&lt;br /&gt;3. R. Andaka Wirusajagad (Bersemayam di Gunung Karawang)&lt;br /&gt;4. R. Aria Wiramanggala (Dalem Tarikolot)&lt;br /&gt;5. R. Aria Martayuda (Dalem Sarampad)&lt;br /&gt;6. Dalem Aria Tirta (Karawang)&lt;br /&gt;7. R. Aria Natadimanggala (Dalem Aria Kidul/Gn. Jati)&lt;br /&gt;8. R. Aria Wiradimanggala (Dalem Aria Cikondang)&lt;br /&gt;9. R. Suradiwangsa (Dalem Panembong)&lt;br /&gt;10. Ny. R. Kaluntar&lt;br /&gt;11. Ny. R. Bogem&lt;br /&gt;12. Ny. R. Mas Karanggan&lt;br /&gt;13. Ny. R. Mas Kara&lt;br /&gt;14. Ny. R. Mas Jenggot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. R. Aria Wiramanggala (Dalem Tarikolot) PUPUTRA:14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. R.A. Astramanggala (Dalem Cicondre)&lt;br /&gt;2. R.A. Wiradinata&lt;br /&gt;3. R. Sutadinata&lt;br /&gt;4. R. Suramanggala&lt;br /&gt;5. Kimas Bangsawijaya&lt;br /&gt;6. Kimas Purwa&lt;br /&gt;7. Kimas Bangsadinata&lt;br /&gt;8. Ny. Mas Nata&lt;br /&gt;9. Ny. Mas Pelesiran&lt;br /&gt;10. Ny. Mas Asmarawulan&lt;br /&gt;11. Ny. Mas Candrawulan&lt;br /&gt;12. Ny. Mas tanjung&lt;br /&gt;13. Ny. R. Purbanagara&lt;br /&gt;14. R. Sutamanggala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;Untuk menelaah lebih lengkap silsilah akbar ini, silahkan lihat di bagian Katagori di Samping Kanan Blog, dan untuk melihat susunannya silahkan Klik pada bagian "Silsilah Bagan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-3944206410646865050?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/3944206410646865050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/dalem-aria-wiratanu.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3944206410646865050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/3944206410646865050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/dalem-aria-wiratanu.html' title='Dalem Aria Wiratanu'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-421589460246099213</id><published>2009-05-25T04:44:00.002-07:00</published><updated>2009-06-12T06:15:28.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prabu Siliwangi'/><title type='text'>MAHARAJA ADIMULYA</title><content type='html'>MAHARAJA ADIMULYA Puputra&lt;br /&gt;Prabu Ciung Wanara Puputra&lt;br /&gt;Sri Ratu Purbasari Puputra&lt;br /&gt;Prabu Lingga Hiang BERPUTRA:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prabu Lingga Wesi&lt;br /&gt;2. Cakrawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cakrawati PUPUTRA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kakasih Raja&lt;br /&gt;2. Kian Santang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prabu Lingga Wesi PUPUTRA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susuk Tunggal Puputra&lt;br /&gt;Banyak Larang Puputra&lt;br /&gt;Banyak Wangi Puputra&lt;br /&gt;Mundingkawati Puputra&lt;br /&gt;Prabu Wastu Kencana Puputra&lt;br /&gt;Angga Larang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angga Larang BERPUTRA:3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prabu Siliwangi&lt;br /&gt;2. R. Rangga Pupukan&lt;br /&gt;3. Prabu Jaya Pupukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISTRI-ISTRI PRABU SILIWANGI:&lt;br /&gt;1. Nyai. Ambet Kasih (Putri ki Gedeng Kasih)&lt;br /&gt;2. Nyai. Subang Larang (Putri ki Gedeng Tapa)&lt;br /&gt;3. Nyai. Aci Putih (Putri ki Dempu Awang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUTRA PRABU SILIWANGI:13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Balik Layaran alias Sunan Kebo Warna&lt;br /&gt;2. R. Ceumeut&lt;br /&gt;3. R. Ne-Eukeun&lt;br /&gt;4. Munding Kelemu Wilamantri&lt;br /&gt;5. R. Sake alias Prabu Wastu Dewata&lt;br /&gt;6. Mundingsari II&lt;br /&gt;7. Dalem Manggu Larang&lt;br /&gt;8. Munding Dalem&lt;br /&gt;9. Prabu Liman Sanjaya&lt;br /&gt;10. Jaka Puspa alias Guru Gantangan&lt;br /&gt;11. Santang permana Dipuntang alias Raja Sangara alias H. Mansur&lt;br /&gt;12. Aria Santang Cakrabuana alias Walangsungsang.&lt;br /&gt;13. Ny. Rara Santang (Syarifah Muda`im)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mundingsari II PUPUTRA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mundingsari Leutik Puputra&lt;br /&gt;Pucuk Umum Puputra&lt;br /&gt;Sunan Parung Gangsa Puputra&lt;br /&gt;Sunan Wanapri Puputra&lt;br /&gt;Sunan Ciburang PUPUTRA:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalem Aria Wangsagoparna&lt;br /&gt;2. Sunan - Girilaya (Rundayan-nana ka Cibalagung) PUPUTRA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalem Lumaju Gede Puputra&lt;br /&gt;Dalem Lumaju Wastu Nagara Puputra&lt;br /&gt;Dalem Lumaju Nyilih Nagara Puputra&lt;br /&gt;Dalem Natamanggala I (Dalem Cikadu) Puputra&lt;br /&gt;Dalem Natamanggala II (Dalem Kebon) Puputra&lt;br /&gt;Dalem Natamanggala III (Dalem Jamban) Puputra&lt;br /&gt;Dalem Natamanggala IV (Dalem Pulo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalem Aria Wangsagoparna PUPUTRA:8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalem Aria Wiratanu (jayasasana) DALEM-CIKUNDUL&lt;br /&gt;2. Dalem Wiradiwangsa&lt;br /&gt;3. Dalem Candramanggala&lt;br /&gt;4. R. Santaan Kumbang&lt;br /&gt;5. Dalem Tumenggung Yudanagara&lt;br /&gt;6. R. Nawing Cakradiprana&lt;br /&gt;7. R. Santaan Yudamanggala&lt;br /&gt;8. Ny. R. Muhyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;Untuk menelaah lebih lengkap silsilah akbar ini, silahkan lihat di bagian Katagori di Samping Kanan Blog, dan untuk melihat susunannya silahkan Klik pada bagian "Silsilah Bagan".&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-421589460246099213?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/421589460246099213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/maharaja-adimulya.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/421589460246099213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/421589460246099213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/maharaja-adimulya.html' title='MAHARAJA ADIMULYA'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4074708822391463500</id><published>2009-05-25T04:44:00.001-07:00</published><updated>2009-06-12T06:15:46.660-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sultan Haji'/><title type='text'>Sultan Abdul Kahhar</title><content type='html'>Menceritakan Putra Sultan Abdul Kahhar (Sultan Haji) yang Nomor 5 (Pangeran Sugiri, Berputra:5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pangeran Ariya Nata Djatinegara&lt;br /&gt;2. Pangeran Kadri&lt;br /&gt;3. Pangeran Radja Nata&lt;br /&gt;4. Rd. Andeng Ratna Adikusumah&lt;br /&gt;5. Syarif Tajul Arifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Syarif Tajul Arifin, PUPUTRA:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syarif Abdul Kojong&lt;br /&gt;2. Syarif Mahrum (Rd. Erum) di Cakung Djatinegara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syarif Abdul Kojong, PUPUTRA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rd. Kenan (Demang Cibinong Bogor Pertama)&lt;br /&gt;Puputra&lt;br /&gt;Rd. Ahmad (Penghulu Tanah Baru,Bogor)&lt;br /&gt;Puputra&lt;br /&gt;Rd. Idris, Garwa`an ka&lt;br /&gt;Nyai,Rd. Mantri,(Poetra Rd. Raksadipradja)&lt;br /&gt;Wadana Ciheulang Nagrak&lt;br /&gt;Puputra 5&lt;br /&gt;1. Rd. Raksapradja&lt;br /&gt;2. Rd. Astapradja (Wadana Ciheulang Karang Tengah)&lt;br /&gt;3. Rd. Yudapradja (Camat Ciheulang Sekarwangi)&lt;br /&gt;4. Rd. Kartadinata (Mantri Gula di Nagrak)&lt;br /&gt;5. Rd. Upu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rd. Kartadinata (Mantri Gula di Nagrak) PUPUTRA:7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rd. Sabirin (Haji Abdul Samad di Karang Tengah)&lt;br /&gt;2. Rd. Haji Muhammad Amin (Amil Nagrak)&lt;br /&gt;3. Rd. Jaidin (Ama Seti Nagrak)&lt;br /&gt;4. Rd. Zaenal Abidin (Ama Sa`i Nagrak)&lt;br /&gt;5. Rd. Syamsuddin (Ama Ecud Nagrak&lt;br /&gt;6. Rd. Samdan Raksapradja (Lurah Nagrak)&lt;br /&gt;7. Nyai Rd. Indang di Bantar Peuteuy Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syarif Mahrum (Rd. Erum) di Cakung Djatinegara, PUPUTRA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rd. Daeng Nelah Rd. Eng - Puputra :&lt;br /&gt;Rd. Ansor Nelah Rd. Kantor - Puputra :&lt;br /&gt;Rd. Sahin - Puputra :&lt;br /&gt;Rd. Wiranta Diredja&lt;br /&gt;(Jadi Montir di Ondernimeng&lt;br /&gt;Malinggut district Cibadak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;Untuk menelaah lebih lengkap silsilah akbar ini, silahkan lihat di bagian Katagori di Samping Kanan Blog, dan untuk melihat susunannya silahkan Klik pada bagian "Silsilah Bagan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4074708822391463500?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4074708822391463500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/sultan-abdul-kahhar.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4074708822391463500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4074708822391463500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/sultan-abdul-kahhar.html' title='Sultan Abdul Kahhar'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-943705971959933028</id><published>2009-05-25T04:43:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T06:16:02.593-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sultan Muhammad Syifa'/><title type='text'>Sultan Muhammad Syifa</title><content type='html'>1. Sultan Muhammad Syifa, PUPUTRA:11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Sultan Muhammad 'Arif Zainul Asyikin (1753-1773)&lt;br /&gt;2.Ratu Ayu&lt;br /&gt;3.Tubagus Hasannudin&lt;br /&gt;4.Raden Raja Pangeran Rajasantika&lt;br /&gt;5.Pangeran Muhammad Rajasantika&lt;br /&gt;6.Ratu 'Afiyah&lt;br /&gt;7.Ratu Sa'diyah&lt;br /&gt;8.Ratu Halimah&lt;br /&gt;9.Tubagus Abu Khaer&lt;br /&gt;10.Ratu Hayati&lt;br /&gt;11.Tubagus Muhammad Shaleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Sultan Muhammad 'Arif Zainul Asyikin (1753-1773) PUPUTRA:5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sultan Abul Mafakhir Muhammad Aliyudin (1773-1799)&lt;br /&gt;2. Sultan Muhyiddin Zainusholiohin (1799-1801)&lt;br /&gt;3 . Pangeran Manggala&lt;br /&gt;4. Pangeran Suralaya&lt;br /&gt;5. Pangeran Suramanggala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sultan Abul Mafakhir Muhammad Aliyudin (1773-1799) PUPUTRA:7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sultan Muhammad Ishaq Zainul Muttaqin&lt;br /&gt;2. Sultan Agilludin (Sultan Aliyuddin II)&lt;br /&gt;3. Pangeran Darma&lt;br /&gt;4. Pangeran Muhammad Abbas&lt;br /&gt;5. Pangeran Musa&lt;br /&gt;6. Pangeran Yali&lt;br /&gt;7. Pangeran Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sultan Agilludin (Sultan Aliyuddin II) PUPUTRA:7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sultan Muhammad Shafiuddin&lt;br /&gt;2. Sultan Muhammad Ishaq Zainul Muttaqin (1801-1802)&lt;br /&gt;3. Sultan Wakil Pangeran Natawijaya (1802-1803)&lt;br /&gt;4. Sultan Agilludin (Sultan Aliyuddin II) (1803-1808)&lt;br /&gt;5. Sultan Wakil Pangeran Suramanggala (1808-1809)&lt;br /&gt;6. Sultan Muhammad Syafiuddin (1809-1813)&lt;br /&gt;7. Sultan Muhammad Rafiuddin (1813-1820)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;Untuk menelaah lebih lengkap silsilah akbar ini, silahkan lihat di bagian Katagori di Samping Kanan Blog, dan untuk melihat susunannya silahkan Klik pada bagian "Silsilah Bagan".&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-943705971959933028?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/943705971959933028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/sultan-muhammad-syifa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/943705971959933028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/943705971959933028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/sultan-muhammad-syifa.html' title='Sultan Muhammad Syifa'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-4998854544234733038</id><published>2009-05-25T04:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T06:16:16.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ABUL FATH'/><title type='text'>SULTAN AGENG TIRTAYASA</title><content type='html'>1. SULTAN AGENG TIRTAYASA 'ABUL FATH 'ABDUL FATTAH(1651-1672) PUPUTRA:29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sultan Abu Nasr Abdul Kahhar Sultan Haji (1672-1687)&lt;br /&gt;2. Pangeran Arya 'abdul 'Alim&lt;br /&gt;3. Pangeran Arya Ingayudadipura&lt;br /&gt;4. Pangeran Arya Purbaya&lt;br /&gt;5. Pangeran Sugiri&lt;br /&gt;6. Tubagus Rajasuta&lt;br /&gt;7. Tubagus Rajaputra&lt;br /&gt;8. Tubagus Husaen&lt;br /&gt;9. Raden Mandaraka&lt;br /&gt;10. Raden Saleh&lt;br /&gt;11. Raden Rum&lt;br /&gt;12. Raden Mesir&lt;br /&gt;13. Raden Muhammad&lt;br /&gt;14. Raden Muhsin&lt;br /&gt;15. Tubagus Wetan&lt;br /&gt;16. Tubagus Muhammad 'Athif&lt;br /&gt;17. Tubagus Abdul&lt;br /&gt;18. Ratu Raja Mirah&lt;br /&gt;19. Ratu Ayu&lt;br /&gt;20. Ratu Kidul&lt;br /&gt;21. Ratu Marta&lt;br /&gt;22. Ratu Adi&lt;br /&gt;23. Ratu Ummu&lt;br /&gt;24. Ratu Hadijah&lt;br /&gt;25. Ratu Habibah&lt;br /&gt;26. Ratu Fatimah&lt;br /&gt;27. Ratu Asyiqoh&lt;br /&gt;28. Ratu Nasibah&lt;br /&gt;29. Tubagus Kulon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sultan Abu Nasr Abdul Kahhar Sultan Haji (1672-1687) PUPUTRA:10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SULTAN ABDUL FADHL (1687-1690)&lt;br /&gt;2. Sultan Abul Mahasin Zainul Abidin (1690-1733 )&lt;br /&gt;3. Pangeran Muhammad Thahir&lt;br /&gt;4. Pangeran Fadhludin&lt;br /&gt;5. Pangeran Ja'farrudin&lt;br /&gt;6. Ratu Muhammad Alim&lt;br /&gt;7. Ratu Rohimah&lt;br /&gt;8. Ratu Hamimah&lt;br /&gt;9. Pangeran Ksatrian&lt;br /&gt;10. Ratu Mumbay (Ratu Bombay)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sultan Abul Mahasin Zainul Abidin (1690-1733) PUPUTRA:58&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sultan Muhammad Syifa&lt;br /&gt;2. Sultan Muhammad Wasi'&lt;br /&gt;3. Pangeran Yusuf&lt;br /&gt;4. Pangeran Muhammad Shaleh&lt;br /&gt;5. Ratu Samiyah&lt;br /&gt;6. Ratu Komariyah&lt;br /&gt;7. Pangeran Tumenggung&lt;br /&gt;8. Pangeran Ardikusuma&lt;br /&gt;9. Pangeran Anom Mohammad Nuh&lt;br /&gt;10. Ratu Fatimah Putra&lt;br /&gt;11. Ratu Badriyah&lt;br /&gt;12. Pangeran Manduranagara&lt;br /&gt;13. Pangeran Jaya Sentika&lt;br /&gt;14. Ratu Jabariyah&lt;br /&gt;15. Pangeran Abu Hassan&lt;br /&gt;16. Pangeran Dipati Banten&lt;br /&gt;17. Pangeran Ariya&lt;br /&gt;18. Raden Nasut&lt;br /&gt;19. Raden Maksaruddin&lt;br /&gt;20. Pangeran Dipakusuma&lt;br /&gt;21. Ratu Afifah&lt;br /&gt;22. Ratu Siti Adirah&lt;br /&gt;23. Ratu Safiqoh&lt;br /&gt;24. Tubagus Wirakusuma&lt;br /&gt;25. Tubagus Abdurrahman&lt;br /&gt;26. Tubagus Mahaim&lt;br /&gt;27. Raden Rauf&lt;br /&gt;28. Tubagus Abdul Jalal&lt;br /&gt;29. Ratu Hayati&lt;br /&gt;30. Ratu Muhibbah&lt;br /&gt;31. Raden Putera&lt;br /&gt;32. Ratu Halimah&lt;br /&gt;33. Tubagus Sahib&lt;br /&gt;34. Ratu Sa'idah&lt;br /&gt;35. Ratu Satijah&lt;br /&gt;36. Ratu 'Adawiyah&lt;br /&gt;37. Tubagus Syarifuddin&lt;br /&gt;38. Ratu 'Afiyah Ratnaningrat&lt;br /&gt;39. Tubagus Jamil&lt;br /&gt;40. Tubagus Sa'jan&lt;br /&gt;41. Tubagus Haji&lt;br /&gt;42. Ratu Thoyibah&lt;br /&gt;43. Ratu Khairiyah Kumudaningrat&lt;br /&gt;44. Pangeran Rajaningrat&lt;br /&gt;45. Tubagus Jahidi&lt;br /&gt;46. Tubagus Abdul Aziz&lt;br /&gt;47. Pangeran Rajasantika&lt;br /&gt;48. Tubagus Kalamudin&lt;br /&gt;49. Ratu SIti Sa'ban Kusumaningrat&lt;br /&gt;50. Tubagus Abunasir&lt;br /&gt;51. Raden Darmakusuma&lt;br /&gt;52. Raden Hamid&lt;br /&gt;53. Ratu Sifah&lt;br /&gt;54. Ratu Minah&lt;br /&gt;55. Ratu 'Azizah&lt;br /&gt;56. Ratu Sehah&lt;br /&gt;57. Ratu Suba/Ruba&lt;br /&gt;58. Tubagus Muhammad Said (Pg. Natabaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;Untuk menelaah lebih lengkap silsilah akbar ini, silahkan lihat di bagian Katagori di Samping Kanan Blog, dan untuk melihat susunannya silahkan Klik pada bagian "Silsilah Bagan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-4998854544234733038?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/4998854544234733038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/sultan-ageng-tirtayasa.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4998854544234733038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/4998854544234733038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/sultan-ageng-tirtayasa.html' title='SULTAN AGENG TIRTAYASA'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-9000414019559701956</id><published>2009-05-25T04:41:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T04:43:34.438-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syekh Syarif Hidayatulloh'/><title type='text'>Syekh Syarif Hidayatulloh</title><content type='html'>PUTRA-PUTRA Syekh Syarif Hidayatulloh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ratu Ayu Pembayun&lt;br /&gt;2. Pangeran Pasarean&lt;br /&gt;3. Pangeran Jaya Lelana&lt;br /&gt;4. Maulana Hasanuddin (Panembahan Surosowan 1552-1570)&lt;br /&gt;5. Pangeran Bratakelana&lt;br /&gt;6. Ratu Winaon&lt;br /&gt;7. Pangeran Turusmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Maulana Hasanuddin (Panembahan Surosowan 1552-1570) PUPUTRA:15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ratu Pembayu&lt;br /&gt;2. Pangeran Yusuf (Panembahan Pakalangan Gede 1570-1580)&lt;br /&gt;3. Pangeran Arya Japara&lt;br /&gt;4. Pangeran Suniararas&lt;br /&gt;5. Pangeran Pajajaran&lt;br /&gt;6. Pangeran Pringgalaya&lt;br /&gt;7. Pangeran Sabrang Lor&lt;br /&gt;8. Ratu Keben&lt;br /&gt;9. Ratu Terpenter&lt;br /&gt;10. Ratu Biru&lt;br /&gt;11. Ratu Ayu Arsanengah&lt;br /&gt;12. Pangeran Pajajaran Wado&lt;br /&gt;13. Tumenggung Wilatikta&lt;br /&gt;14. Ratu Ayu Kamudarage&lt;br /&gt;15.Pangeran Sabrang Wetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pangeran Yusuf (Panembahan Pakalangan Gede 1570-1580) PUPUTRA:14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pangeran Arya Upapati&lt;br /&gt;2. Pangeran Arya Adikara&lt;br /&gt;3. Pangeran Arya Mandalika&lt;br /&gt;4. Pangeran Arya Ranamanggala&lt;br /&gt;5. Pangeran Arya Seminingrat&lt;br /&gt;6. Ratu Demang&lt;br /&gt;7. Ratu Pecatanda&lt;br /&gt;8. Ratu Rangga&lt;br /&gt;9. Ratu Ayu Wiyos&lt;br /&gt;10. Ratu Manis&lt;br /&gt;11. Pangeran Manduraraja&lt;br /&gt;12. Pangeran widara&lt;br /&gt;13. Ratu Belimbing&lt;br /&gt;14. Maulana Muhammad (Pengeran Ratu ing Banten 1580-1596)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Maulana Muhammad (Pengeran Ratu ing Banten 1580-1596) PUPUTRA:39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sultan 'Abdul Maali Ahmad Kenari atau Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir (Putra Mahkota)&lt;br /&gt;2. Ratu Dewi&lt;br /&gt;3. Ratu Ayu&lt;br /&gt;4. Pangeran Arya Banten&lt;br /&gt;5. Ratu Mirah&lt;br /&gt;6. Pangeran Sudamanggala&lt;br /&gt;7. Pangeran Ranamanggala&lt;br /&gt;9. Ratu Gedong&lt;br /&gt;10. Pangeran Arya Maduraja&lt;br /&gt;11. Pangeran Kidul&lt;br /&gt;12. Ratu Dalem&lt;br /&gt;13. Ratu Lor&lt;br /&gt;14. Pangeran Seminingrat&lt;br /&gt;15. Ratu Kidul&lt;br /&gt;16. Pangeran Arya Wiratmaka&lt;br /&gt;17. Pangeran Arya Danuwangsa&lt;br /&gt;18. Pangeran Arya Prabangsa&lt;br /&gt;19. Pangeran Arya Wirasuta&lt;br /&gt;20. Ratu Gading&lt;br /&gt;21. Ratu Pandan&lt;br /&gt;22. Pangeran Wirasmara&lt;br /&gt;23. Ratu Sandi&lt;br /&gt;24. Pangeran Arya Jayaningrat&lt;br /&gt;25. Ratu Citra&lt;br /&gt;26. Pangeran Arya Adiwangsa&lt;br /&gt;27. Pangeran Arya Sutakusuma&lt;br /&gt;28. Pangeran Arya Jayasantika&lt;br /&gt;29. Ratu Hafsah&lt;br /&gt;30. Ratu Pojok&lt;br /&gt;31. Ratu Pacar&lt;br /&gt;32. Ratu Bangsal&lt;br /&gt;33. Ratu Salamah&lt;br /&gt;34. Ratu Ratmala&lt;br /&gt;35. Ratu Hasanah&lt;br /&gt;36. Ratu Husaerah&lt;br /&gt;37. Ratu Kelumpuk&lt;br /&gt;38. Ratu Jiput&lt;br /&gt;39. Ratu Wuragil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sultan 'Abdul Maali Ahmad Kenari atau Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir (Putra Mahkota) PUPUTRA:15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SULTAN AGENG TIRTAYASA 'ABUL FATH 'ABDUL FATTAH(1651-1672)&lt;br /&gt;2. Ratu Panenggak&lt;br /&gt;3. Ratu Nengah&lt;br /&gt;4. Pangeran Arya Elor&lt;br /&gt;5. Ratu Wijil&lt;br /&gt;6. Ratu Puspita&lt;br /&gt;7. Pangeran Arya Ewaraja&lt;br /&gt;8. Pangeran Arya Kidul&lt;br /&gt;9. Ratu Tinumpuk&lt;br /&gt;10. Ratu Inten&lt;br /&gt;11. Pangeran Arya Dipanegara&lt;br /&gt;12. Pangeran Arya Ardikusuma&lt;br /&gt;13. Pangeran Arya Kulon&lt;br /&gt;14. Pangeran Arya Wetan&lt;br /&gt;15. Ratu Ayu Ingalengkadipura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-9000414019559701956?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/9000414019559701956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/putra-putra-syekh-syarif-hidayatulloh-1.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/9000414019559701956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/9000414019559701956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/putra-putra-syekh-syarif-hidayatulloh-1.html' title='Syekh Syarif Hidayatulloh'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-771479267089722012</id><published>2009-05-25T04:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T04:41:31.655-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Husain'/><title type='text'>Sejarah Bermula</title><content type='html'>Al-Husain putera Ali bin Abu Tholib dan Fatimah Az-Zahro binti&lt;br /&gt;Muhammad Rasulullah SAW..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Sayyidina Hussain - Berputra&lt;br /&gt;Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin - Berputra&lt;br /&gt;Sayyidina Muhammad Al Baqir - Berputra&lt;br /&gt;Sayyidina Ja’far As-Sodiq - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Al-Imam Ali Uradhi - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Muhammad An-Naqib - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Ahmad al-Muhajir - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Alawi Awwal - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Alawi Ats-Tsani - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Ali Kholi’ Qosim - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut) - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Amir ‘Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad,India) - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Abdullah Al-’Azhomatu Khan - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Ahmad Shah Jalal (Ahmad Jalaludin Al-Khan) - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid Syaikh Jumadil Qubro (Jamaluddin Akbar Al-Khan) - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid ‘Ali Nuruddin Al-Khan ( ‘Ali Nurul ‘Alam) - Berputra&lt;br /&gt;Sayyid ‘Umaduddin Abdullah Al-Khan---&gt;&lt;br /&gt;Garwaan ka Ny. Rara Santang Putra Prabu Siliwangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERPUTRA:2&lt;br /&gt;1. Syarif Hidayatullah - Sunan Gunung Jati&lt;br /&gt;2. Syarif Nurullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Syarif Hidayatullah:4&lt;br /&gt;1. Nyai. Babadan (Putri ki Gedeng Babadan)&lt;br /&gt;2. Dewi Pakung Wati (Putri Walangsungsang)&lt;br /&gt;3. Nyai. Lara Bagdad (Putri Sahabat Syekh Datuk Kahfi)&lt;br /&gt;4. Nyai. Kawung Anten (Putri Bupati Babadan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله اعلم بالصواب&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-771479267089722012?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/771479267089722012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/sejarah-bermula.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/771479267089722012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/771479267089722012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/sejarah-bermula.html' title='Sejarah Bermula'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1331078467901578661.post-9191600975076244348</id><published>2009-05-23T16:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T22:41:25.585-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silsilah'/><title type='text'>Tentang Silsilah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Alhamdulillah, dengan rahmat alloh subhanahu wata'alaa kita telah memasuki zaman yang serba instan ini, dimana kita dapat bercengkrama, saling tukar pikiran, berbagi ilmu dan lain sebagainya dari jarak yang tidak dapat di tentukan, entah itu di tengah-tengah kota, dipelosok negeri atau di luar negeri sekalipun sekarang sudah bukan hal yang perlu di bicarakan lagi (tos teu aneh), ini adalah berkat kemajuan berpikir manusia sekaligus ni'mat dari alloh bagi ummat manusia di muka bumi yang kudu kita syukuri.&lt;br /&gt;Blog silsilah wasilah ini salah satu akibat kemajuan berpikir itu, dengan adanya blog silsilah ini semoga dapat membantu terciptanya silaturahmi antar umat muslim umumnya, antar keluarga yang masih ada hubungan dengan para leluhur ini khusunya.&lt;br /&gt;Banyak sekali silsilah yang berujung sama pada satu leluhur kita, namun tentu banyak juga yang berbeda nama dalam perjalanannya, ini karena banyak sekali nama alias atau panggilan yang berbeda di suatu daerah dan berbeda di daerah lain yang padahal orangnya sama, semoga itu semua tidak merenggangkan silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/Sh902QDSmXI/AAAAAAAAAO4/6iahqV4-4a4/s1600-h/ujangbanten.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/Sh902QDSmXI/AAAAAAAAAO4/6iahqV4-4a4/s320/ujangbanten.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341116158455224690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Miftahudin Ansori atau Ujang Miftah Lahir di Bagan siapi-api Riau 1982 silam, Menamatkan SMU di SMU Wanasalam Binuangeun tahun 1996, Menyelesaikan Pendidikan di Pondok Pesantren Shirojul'athfal Kmp. Muara Binuangeun tahun 1997, Menyelasikan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Athfal Kmp. Ranca Pinang Binuangeun tahun 1999, Menamatkan Pendidikan Pesantren di Cibunar SukaHujan Bayah tahun 2001, Menamatkan Pesantren di Al-Yusufiah Panandean Landeuh - Batu Quran - Pandeglang Banten tahun 2002, Menamatkan Pendidikan Komputer Desain Grafis di LPK Pauline-Jl. Dipatiukur Bandung (Sekarang di Cihampelas) tahun 2005.&lt;br /&gt;Pengalaman bekerja dari tahun 2002 Sampai 2009 (Sekarang)&lt;br /&gt;Berpengalaman dalam bidang Desain Grafis.&lt;br /&gt;Kegiatan lainnya: Selalu mengikuti Perkembangan mengenai dunia teknologi informasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1331078467901578661-9191600975076244348?l=silsilahwasilah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/feeds/9191600975076244348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/tentang-silsilah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/9191600975076244348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1331078467901578661/posts/default/9191600975076244348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silsilahwasilah.blogspot.com/2009/05/tentang-silsilah.html' title='Tentang Silsilah'/><author><name>Deboger</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/TU_0emCg-XI/AAAAAAAABwY/rz3OeLli6eg/s220/deboger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b4LPY6oD8hw/Sh902QDSmXI/AAAAAAAAAO4/6iahqV4-4a4/s72-c/ujangbanten.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
