Abi Dzar al-ghifari رضي الله تعلي عنه Meriwayatkan dalam kitab Tafsir Hamamy Halaman 13 pada ayat "والشمس تجر لمستقرلها ذلك تقديرالعزيزالعليم"
Nabi bertanya kepada Abi Dzar pada suatu sore ketika Matahari akan tenggelam
"Wahai Abi Dzar Tahukah engkau kemana matahari itu pergi?" "Hanya Allah dan Rosulnya yang tahu" jawab Abi Dzar.."
"Wahai Abi Dzar, sesungguhnya matahari itu pergi dan berjalan ke bawah arasy dan meminta izin kepada allah untuk bersujud, setelah bersujud ia meminta izin tidak akan muncul besok pagi menerangi alam ini selama masih banyak yang berma'siat dan menjalankan berbagai pemunkaran.
Tentu saja allah tidak memenuhi permintaan itu dan berkata: Kembalilah ketempatmu dan lakukan apa yang harus kau lakukan. Sebagai mana Allah berfirman:
والشمس تجر لمستقرلها ذلك تقديرالعزيزالعليم
Lalu matahari pun kembali melaksanakan perintah Allah sampai hari kiamat,
Pada saat kiamat hampir tiba, banyak orang-orang Fasiq, para pelacur, banyak pema'siatan dan dosa, dan tidak ada orang yang bisa mencegah semua itu, hukum-hukum Syari'at sangat lemah. Maka disitulah Matahari kembali bersujud di bawah Arasy dalam kurun waktu sehari, tidak di beri izin oleh Allah untuk muncul pada pagi hari, demikian halnya dengan Bulan, jadi mereka saat itu berada di satu tempat yang sama dalam kurun waktu tiga hari.
Maka panjanglah waktu malam itu, bayangkan tiga malam dibuat satu malam oleh Allah, Subhanallah..
dan tidak ada yang mengetahui semua itu kecuali orang-orang yang sering melaksanakan tahajud. Bagaimana dengan orang-orang ini?
Tetkala terbangun dari tidurnya, maka mereka berdiri untuk melaksakan bermacam ibadah kepada allah, Shalat, Dzikir, Wirid, dan ibadah-ibadah sunnah lainnya yang mereka lakukan seperti malam-malam sebelumnya.
Namun malam itu ada yang aneh, biasanya setelah selesai membaca Qur'an atau setelah selesai wirid, fajar akan muncul (tiba waktu shalat subuh), tapi ketika mereka melihat keluar bintang gemintang masih pada tempatnya belum ada tanda-tanda fajar akan muncul, mereka menyangka ibadah mereka yang kurang dan mereka pun kembali melanjutkan lagi ibadahnya..Setelah berlangsung beberapa lama kembali mereka melihat keluar dan masih tetap bintang pada tempatnya tidak berubah sedikit pun. Disitulah mereka merasa bahwa ini adalah pertanda kiamat, mereka memberi tahu kerabat lainnya yang masih beriman kepada allah dan berkumpul di masjid, mereka bertaubat kepada allah, menangis memohon ampunananya.
Semua itu terjadi di seluruh negara di dunia, tapi hanya sedikit diantaranya yang masih beriman kepada allah, kebanyakan dari manusia telah kafir, dan menghinakan dirinya demi kesenangan dunia.
Setelah genap tiga hari allah memerintahkan kepada Bulan dan matahari untuk muncul dari arah barat, maka pada saat itu matahari muncul dari arah barat demikian halnya dengan Bulan, dan tahulah semua makhluk di bumi bahwa kiamat benar-benar telah dekat, mereka menangis dan bertaubat kepada allah..
Ketika matahari telah sampai di tengah-tengah (sekitar jam 12 siang. pen.), datanglah malaikat Jibril dengan ijin allah menggiring keduanya kembali ke magrib, di magrib ini ada sebuah pintu bernama "Babut-Taubat" panjangnya kira-kira perjalanan 70 tahun, Bulan dan Matahari masuk ke pintu tersebut dan di kuncilah pintu taubat dan penyesalan.
Jadi Berbahagialah orang-orang yang sering melaksakan tahajud, mengajak orang bertahajud adalah wajib, tapi jangan sekali-kali mengatakan kepada orang bahwa "aku telah melaksanakan Tahajud tadi malam", untuk menghindari ria dan buruk sangka dan menghilangkan pahala ibadah kita..
والله اعلم بالصواب
Showing posts with label Hikayat. Show all posts
Showing posts with label Hikayat. Show all posts
Sunday, May 31, 2009
Hadits Kelima
الحديث الخامس، عن ابي ذرالغفاري رضي الله تعلي عنه قال،قلتُ يا رسول الله علمني عملا يقربني الي الجنة ويُباعدني الي النار، قال اذا عملتَ سيئة فاتبعها حسنة ،
قال أمن الحاسنات قول لااله الاالله قال نعم هي أحسن الحسنات٭
قال أمن الحاسنات قول لااله الاالله قال نعم هي أحسن الحسنات٭
Hadis ke Lima Hari ini datang dari Abi Dzar Al Ghifari
Beliau bertanya kepada Rosululloh "Wahai Rosul, Beritahu hamba sebuah amalan yang bisa mendekatkan hamba ke surga dan menjauhkan hamba dari api neraka" Rosululloh menjawab "Ketika engkau berbuat kejelekan maka harus segera diiringi dengan berbuat kebaikan (segera bertaubat)"
Abi Dzar bertanya lagi "Apakah setengah dari kebaikan itu mengucapkan La Ilaaha'illalloh?" "Benar, itu adalah sebaik-baiknya kebaikan" jawab Nabi.
Hikayat.
Seorang laki-laki sedang wukuf di Arafah, di tangannya menggenggam tujuh buah batu dan berucap "Jadi saksilah kalian di hadapan tuhanku bahwa sesungguhnya aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh dan Nabi muhammad utusan Alloh". Setelah itu laki-laki tersebut tertidur dan bermimpi bahwa Kiamat telah tiba dan dia dihisab dan hisaban itu mewajibkannya masuk Neraka, ketika Malaikat Adzab menyeretnya ke pintu neraka terdapat sebuah bongkahan batu menghalangi pintu neraka tersebut, berkumpullah para malaikat adzab ini untuk mengangkat batu tadi namun apa daya batu tersebut tidak mampu di angkat oleh para malaikat penyiksa ini. begitu seterusnya sampai tiba di pintu neraka yang ke tujuh para malaikat ini sudah tidak bisa lagi mengangkat batu itu lalu mereka membawanya ke bawah Arasy dan mengatakan "Wahai tuhanku, engkau lebih tahu apa yang terjadi pada hambamu ini, kami sudah tidak bisa menemukan lagi jalan untuk memasukkannya kedalam neraka" Alloh berkata "Hambaku telah menjadikan saksi kepada batu-batu itu, kalian tidak bisa mengambil hak darinya bagaimana aku bisa mengambil haknya sedangkan aku telah menyaksikan Syahadatnya, Masukkanlah ke Surga" Lalu para malaikat ini pun membawanya kedepan pintu surga, tapi pintu surga pun tertutup baginya, pintunya terkunci sangat kuat. Disaat seperti itu datanglah 'Syahadatu alla'ilaaha'illalloh' dan membuka kunci pintu surga dan masuklah laki-laki itu kedalamnya. والله اعلم بالصواب
Beliau bertanya kepada Rosululloh "Wahai Rosul, Beritahu hamba sebuah amalan yang bisa mendekatkan hamba ke surga dan menjauhkan hamba dari api neraka" Rosululloh menjawab "Ketika engkau berbuat kejelekan maka harus segera diiringi dengan berbuat kebaikan (segera bertaubat)"
Abi Dzar bertanya lagi "Apakah setengah dari kebaikan itu mengucapkan La Ilaaha'illalloh?" "Benar, itu adalah sebaik-baiknya kebaikan" jawab Nabi.
Hikayat.
Seorang laki-laki sedang wukuf di Arafah, di tangannya menggenggam tujuh buah batu dan berucap "Jadi saksilah kalian di hadapan tuhanku bahwa sesungguhnya aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh dan Nabi muhammad utusan Alloh". Setelah itu laki-laki tersebut tertidur dan bermimpi bahwa Kiamat telah tiba dan dia dihisab dan hisaban itu mewajibkannya masuk Neraka, ketika Malaikat Adzab menyeretnya ke pintu neraka terdapat sebuah bongkahan batu menghalangi pintu neraka tersebut, berkumpullah para malaikat adzab ini untuk mengangkat batu tadi namun apa daya batu tersebut tidak mampu di angkat oleh para malaikat penyiksa ini. begitu seterusnya sampai tiba di pintu neraka yang ke tujuh para malaikat ini sudah tidak bisa lagi mengangkat batu itu lalu mereka membawanya ke bawah Arasy dan mengatakan "Wahai tuhanku, engkau lebih tahu apa yang terjadi pada hambamu ini, kami sudah tidak bisa menemukan lagi jalan untuk memasukkannya kedalam neraka" Alloh berkata "Hambaku telah menjadikan saksi kepada batu-batu itu, kalian tidak bisa mengambil hak darinya bagaimana aku bisa mengambil haknya sedangkan aku telah menyaksikan Syahadatnya, Masukkanlah ke Surga" Lalu para malaikat ini pun membawanya kedepan pintu surga, tapi pintu surga pun tertutup baginya, pintunya terkunci sangat kuat. Disaat seperti itu datanglah 'Syahadatu alla'ilaaha'illalloh' dan membuka kunci pintu surga dan masuklah laki-laki itu kedalamnya. والله اعلم بالصواب
Label:
Hikayat
Tentang Bernafas
تنبيه الغافلين: قيل،ساعات الليل والنهار اربع وعشرون، فالانسان متنفس
في كل ساعة مائة وثمانين نفسا،
ففي الليل والنهار يتنفس اربعة آلاف وثلثمائة وعشرين نفسا،
وفي كل نفس يسأل بسؤالين، وقت الخروج ووقت الدخول
يعني، أي عمل عملت في خروج النفس ودخولهه
في كل ساعة مائة وثمانين نفسا،
ففي الليل والنهار يتنفس اربعة آلاف وثلثمائة وعشرين نفسا،
وفي كل نفس يسأل بسؤالين، وقت الخروج ووقت الدخول
يعني، أي عمل عملت في خروج النفس ودخولهه
Di ambil dari kitab Dzurrotunnasihiin.
(Tanbiihul ghofiliin).
Dikatakan bahwa siang dan malam ada 24 jam (kita semua tahu itu). Manusia bernafas di setiap jamnya 180 (seratus delapan puluh kali) bernafas. maka pada sehari semalam manusia bernafa sebanyak 4320 (Empat ribu tiga ratus duapuluh) kali bernafas.
Disetiap nafas yang kita keluarkan di hari kiamat kelak akan di tanya dengan dua pertanyaan, yaitu pertanyaan ketika mengeluarkan dan menghirup nafas, apa yang kita kerjakan..
(Tanbiihul ghofiliin).
Dikatakan bahwa siang dan malam ada 24 jam (kita semua tahu itu). Manusia bernafas di setiap jamnya 180 (seratus delapan puluh kali) bernafas. maka pada sehari semalam manusia bernafa sebanyak 4320 (Empat ribu tiga ratus duapuluh) kali bernafas.
Disetiap nafas yang kita keluarkan di hari kiamat kelak akan di tanya dengan dua pertanyaan, yaitu pertanyaan ketika mengeluarkan dan menghirup nafas, apa yang kita kerjakan..
والله اعلم بالصواب
Label:
Hikayat
Thursday, May 28, 2009
Hadits ke empat
الحديث الرابع، عن ابراهم عن علقمه عن عبدالله رضي الله عنهم، قال النبي صلي الله عليه وسلم , انا مدينة العلم وعلي بابها
Hadits ke empat hari ini datang dari Ibrahim dari Alqomah dari abdullah bin Mas'ud rodialoohu anhum
Rosululloh bersabda, "Aku adalah kota ilmu, Ali adalah pintunya".
Ketika kaum Khawarij mendengar hadis ini mereka langsung berdiskusi dengan para petinggi kaum khwarij lainnya dan sepakatlah sepuluh para petinggi khawarij untuk mengajukan pertanyaan kepada Ali, jika Ali mampu menjawab dengan jawaban yang berbeda pada setiap pertanyaannya maka mereka akan mengakui bahwa Ali seperti yang di katakan Nabi (Pintu ilmu).
Semua pertanyaan dari petinggi Kaum Khawarij ini sama namun Sayyidina Ali menjawabnya dengan berbeda-beda Simak jawaban-jawaban berikut ini:
I.
T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?
J: Ilmu lebih utama dari pada Harta
T: Apa Dalilnya?
J: Ilmu adalah warisan para Nabi sedangkan Harta adalah warisan Qorun, Syidad, Fir'aun dan lainya.
II.
T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?
J: Ilmu lebih utama dari pada Harta
T: Apa Dalilnya?
J: Ilmu menjagamu sedangkan harta kamu yang menjaganya
III.
T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?
J: Ilmu lebih utama dari pada Harta
T: Apa Dalilnya?
J: Orang yang memiliki Ilmu banyak sahabatnya, tapi orang yang memiliki harta banyak musuhnya
IV.
T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?
J: Ilmu lebih utama dari pada Harta
T: Apa Dalilnya?
J: Ketika kau memberikan harta pada orang lain maka hartamu berkurang, namun ketika kau memberikan Ilmu maka Ilmu itu bertambah
V.
T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?
J: Ilmu lebih utama dari pada Harta
T: Apa Dalilnya?
J: Bagi yang banyak harta sering di sebut atau di panggil dengan nama yang jelek misalnya si pelit, si kikir, si sombong dan lain sebagainya, tapi bagi yang banyak Ilmu dia sering di panggil dengan nama yang indah "misalnya, Ulama, Wali, Kyai, Ustadz, dan sebagainya".(Pen.)
VI.
T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?
J: Ilmu lebih utama dari pada Harta
T: Apa Dalilnya?
J: Harta membutuhkan penjaga(Satpam), Ilmu Tidak membutuhkan Penjaga.
VII.
T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?
J: Ilmu lebih utama dari pada Harta
T: Apa Dalilnya?
J: Orang yang memiliki harta akan dihisab di hari kiamat, orang yang memiliki ilmu akan memberi syafaat(pembelaan).
VIII.
T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?
J: Ilmu lebih utama dari pada Harta
T: Apa Dalilnya?
J: Harta akan rusak, habis atau hancur dimakan waktu, tetapi tidak bagi Ilmu
VIII.
T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?
J: Ilmu lebih utama dari pada Harta
T: Apa Dalilnya?
J: Harta mengeraskan(menggelapkan) hati, Ilmu menerangi hati
IX.
T: Wahai Ali, Mana yang lebih utama, Ilmu atau Harta?
J: Ilmu lebih utama dari pada Harta
T: Apa Dalilnya?
J: Harta mengundang kesombongan, menyebabkan seseorang menuhankan dirinya, Ilmu mengundang ibadah semakin khusyu' dan meyakinkan alloh satu-satunya tuhan.
والله اعلم بالصواب
Label:
Hikayat
Wednesday, May 27, 2009
Memuliakan Orang Tua
الحديث الثالث، عن انس بن مالك رضي الله تعلي عنه قال، قال رسول الله صلي الله تعلي عليه وسلم، ان الله تعلي ينظر الي وجه الشيخ صباحا ومساء ويقول " يا عبادي ، قد كبر سنك ورق جلدك ودق عظمك واقترب اجلك وحان قدومك الي فاستحي مني فانا استحي من شيبتك ان اعذبك في النار".
Hadis ketiga hari ini datang dari Anas bin Malik Rodhiallohu anh, beliau berkata, Rosululloh SAW telah bersabda:
Sesungguhnya Alloh Subhanahu wata'alaa melihat dengan sifat basharnya kepada orang tua baik laki-laki maupun perempuan pada pagi dan sore hari lalu Alloh berkata kepada mereka "Wahai hambaku, Telah rontok gigi mu, telah keriput kulitmu, telah lemah otot-ototmu, dan telah dekat ajalmu untuk bertemu denganKU, malu lah kepadaKu, karena AKU malu kepada ubanmu untuk memasukkanmu kedalam neraka"
Hikayat.
Dikisahkan pada suatu pagi, Sayyidina Ali كرم الله وجحه berjalan dengan tergesa-gesa hendak menuju masjid untuk menunaikan sholat subuh berjama'ah dengan baginda Rosul, ditengah perjalanan beliau melihat didepan ada seorang kakek berjalan sangat pelan, Ali pun melambatkan perjalanannya, beliau tidak berani mendahului sang kakek karena memuliakan kakek tersebut sehingga waktu muncul fajar sebentar lagi tiba. Ketika kakek tersebut sudah dekat dengan pintu masjid ternyata dia tidak masuk ke masjid tapi terus lurus berjalan, tahulah Sayyidina Ali bahwa kakek tadi adalah dari nasrani.. Begitu Ali masuk ke masjid didapati Nabi sedang dalam keadaan ruku', beliau memanjangkan ruku'nya kira-kira dua kali ruku sehingga begitu Ali telah takbir dan ruku (masbuk) barulah Nabi selesai rukunya dan melanjutkan shalatnya.
Setelah selesai shalat Sahabat bertanya tentang ruku yang panjang tadi kepada Nabi, karena beliau belum pernah melakukan hal tersebut sebelumnya, Nabi menjawab "Ketika aku ruku tadi dan mengucapkan Subhanalloh robbial a'dzimi wabihamdih seperti biasa, ketika aku hendak mengangkat kepalaku datanglah malaikat Jibrilعليه السلام dan meletakkan sayapnya di tengkuk ku dengan sangat lama, ketika Jibril mengangkat sayapnya aku pun mengangkat kepalaku". Sahabat bertanya lagi "Kenapa Jibril melakukan demikian?" "Aku tidak sempat menanyakannya?" kata Nabi. Tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril dan berkata "Hai Muhammad, Sesungguhnya Ali telah berjalan dengan tergesa-gesa menuju masjid untuk berjamaah bersama mu, tetapi diperjalanan dia bertemu dengan seorang Kakek Nasrani, dan Ali tidak mengetahui hal itu tetapi dia memuliakannya dengan tidak mendahului si kakek, Alloh telah memerintahkan kepadaku untuk menahanmu dalam ruku sehingga Ali tiba dan ikut berjamaah dan itu bukan lah yang paling ajaib, yang paling ajaib adalah, Alloh telah menyuruh kepada Malaikat Mika'il untuk menahan Matahari dengan sayapnya agar tidak segera terbit, dan itu semua adalah derajat yang diberikan oleh Alloh kepada Ali yang telah memuliakan seorang Kakek yang sudah Renta dan Nasrani pula".والله اعلم بالصواب
Label:
Hikayat
Tuesday, May 26, 2009
Hadits Kedua
الحديث الثاني ، عن ابن مسعود رضي الله تعلي عنه، قال قال رسول الله ص.ع،
الفاجرالراجي رحمة الله تعلي اقرب الي الله تعلي من العابدالمقنط
Hadis kedua datang dari Ibnu Mas'ud Rodiallohuanh, beliau berkata, Nabi bersabda: Orang yang lacur, banyak berbuat dosa tapi mengharapkan rahmat dari alloh itu lebih baik dari pada orang yang rajin ibadah tapi memutuskan rahmat dari allah,.
Memutuskan Rahmat dari alloh itu adalah memtuskan tali silaturahmi dengan saudaranya, membenci saudaranya, menjauhi saudaranya, sulit memaafkan kesalahan orang, menghilangkan ni'mat dari alloh, selalu mengeluh dalam menghadapi persoalan hidup dan lain sebagainya yang menjauhkan dirinya dari orang-orang di sekitarnya, maka orang yang melakukan hal tersebut diatas berarti dia telah memutuskan rahmat dari alloh SWT.
Hikayat I
Dari Ibnu Mas'ud, Ibnu Mas'ud dari Zaid bin Aslam Zaid bin Aslam dari Ummar.
Alkisah ada seorang ahli ibadah di Zaman ummat terdahulu tapi dia memutuskan rahmat dari alloh seperti yang sudah dipaparkan diatas, Setelah wafat ia bertanya kepada Alloh "Wahai tuhanku, apa yang akan engkau berikan kepadaku?", Alloh menjawab "Neraka!" Tentu saja si ahli ibadah ini kaget dan bertanya "Ya Alloh, dikemanakan ibadahku dan ijtihadku selama di dunia?"
فقال، انك كنت تقنط الناس من رحمتي في الدنيا فانا اقنطك اليوم من رحمتي
Alloh menjawab "Kamu telah memutuskan rahmat dariku, maka hari ini aku memutuskan rahmatku kepadamu" Na'udzubillahi Mindzalik..
Hikayat II
Ada seorang laki-laki yang tidak pernah melakukan kebaikan selama hidupnya, ia hanya punya keyakinan saja dalam hatinya bahwa alloh itu ada dia hanya punya Tauhid. Ketika ajal hendak menjemputnya dia sempat berwasiat kepada keluarganya kurang lebih wasiatnya seperti ini:
"Jika aku mati, bakarlah jasadku hingga menjadi debu setelah itu buang debunya ke laut waktu angin sedang kencang". Ketika ruh laki-laki itu berada di genggaman Alloh SWT, Alloh berkata "Apa yang mendorong kamu untuk melakukan hal itu?" Laki-laki itu menjawab "Karena hamba takut kepadamu ya tuhanku". Maka alloh mengampuni orang itu.. والله اعلم بالصواب
الفاجرالراجي رحمة الله تعلي اقرب الي الله تعلي من العابدالمقنط
Hadis kedua datang dari Ibnu Mas'ud Rodiallohuanh, beliau berkata, Nabi bersabda: Orang yang lacur, banyak berbuat dosa tapi mengharapkan rahmat dari alloh itu lebih baik dari pada orang yang rajin ibadah tapi memutuskan rahmat dari allah,.
Memutuskan Rahmat dari alloh itu adalah memtuskan tali silaturahmi dengan saudaranya, membenci saudaranya, menjauhi saudaranya, sulit memaafkan kesalahan orang, menghilangkan ni'mat dari alloh, selalu mengeluh dalam menghadapi persoalan hidup dan lain sebagainya yang menjauhkan dirinya dari orang-orang di sekitarnya, maka orang yang melakukan hal tersebut diatas berarti dia telah memutuskan rahmat dari alloh SWT.
Hikayat I
Dari Ibnu Mas'ud, Ibnu Mas'ud dari Zaid bin Aslam Zaid bin Aslam dari Ummar.
Alkisah ada seorang ahli ibadah di Zaman ummat terdahulu tapi dia memutuskan rahmat dari alloh seperti yang sudah dipaparkan diatas, Setelah wafat ia bertanya kepada Alloh "Wahai tuhanku, apa yang akan engkau berikan kepadaku?", Alloh menjawab "Neraka!" Tentu saja si ahli ibadah ini kaget dan bertanya "Ya Alloh, dikemanakan ibadahku dan ijtihadku selama di dunia?"
فقال، انك كنت تقنط الناس من رحمتي في الدنيا فانا اقنطك اليوم من رحمتي
Alloh menjawab "Kamu telah memutuskan rahmat dariku, maka hari ini aku memutuskan rahmatku kepadamu" Na'udzubillahi Mindzalik..
Hikayat II
ان رجلا لم يعمل خيرا قط الاالتوحيد، فلما حضره الموت قال لاهله اذا انا مت فاحرقوني بالنار حتي تدعوني رمادا ثم ذروني في البحر في يوم ريح، ففعلوا..
فاذا هو في قبضةالله تعلي، قال الله: ما حملك علي مافعلت؟ قال، مخافتك فغفرله بها وهولم يعمل خيرا قط الاالتوحيد
Dari Abi Hurairoh Rodiallohu ta'alaa anh, Dari Nabi Muhammad SAW.فاذا هو في قبضةالله تعلي، قال الله: ما حملك علي مافعلت؟ قال، مخافتك فغفرله بها وهولم يعمل خيرا قط الاالتوحيد
Ada seorang laki-laki yang tidak pernah melakukan kebaikan selama hidupnya, ia hanya punya keyakinan saja dalam hatinya bahwa alloh itu ada dia hanya punya Tauhid. Ketika ajal hendak menjemputnya dia sempat berwasiat kepada keluarganya kurang lebih wasiatnya seperti ini:
"Jika aku mati, bakarlah jasadku hingga menjadi debu setelah itu buang debunya ke laut waktu angin sedang kencang". Ketika ruh laki-laki itu berada di genggaman Alloh SWT, Alloh berkata "Apa yang mendorong kamu untuk melakukan hal itu?" Laki-laki itu menjawab "Karena hamba takut kepadamu ya tuhanku". Maka alloh mengampuni orang itu.. والله اعلم بالصواب
Label:
Hikayat
Monday, May 25, 2009
Wajib Saling Mengasihi
الحديث الاول ، عن عبدالله بن عمررضي الله تعلي عنهما ، قال رسول الله ص.ع ،
الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من في الارض يرحمكم من في السماء.
Hadis pertama ini datang dari Abdullah bin Umar Radiallohu anhuma,
Kira-kira terjemahan bebasnya seperti ini:
Orang-orang yang selalu berlaku baik berbelas kasih terhadap sesamanya, orang-orang yang selalu mencintai dan mengasihi membantu kesulitan orang lemah, baik itu tenaga, pikiran apalagi materi maka mereka akan mendapatkan perlakuan yang sama dari alloh yang maha rohman, maka kata Nabi melanjutkan, berbelas kasihlah kalian terhadap apapun yang ada di muka bumi maka akan berbelas kasih pula terhadap kalian apa yang ada di langit.
Untuk menguatkan hadits ini ada sebuah hikayat dari sayidina Ummar RA:
Alkisah suatu hari sayidina Ummar RA berkeliling jalan kaki di kota Madinah, tiba-tiba beliau melihat seorang anak kecil sedang asik bermain dengan burung-burung kesayangannya, Sayidina Ummar merasa kasihan terhadap burung-burung itu lalu beliau mendekati anak kecil tersebut, singkat cerita burung-burung itu di beli oleh sayidina Ummar lalu beliau melepaskan semuanya.
Waktu berlalu dengan cepat dan tibalah pada ajal menjemput Sayidina Ummar RA, setelah wafat, para ulama jumhur (orang-orang yang ahli di bidang Ilmu) melihat Sayidina Ummar dalam mimpinya dan bertanyalah para ulama ini "Apa yang Alloh lakukan terhadap baginda?" Sayidina Ummar menjawab "Alloh telah menerima taubatku dan memaafkan semua kesalahanku" Para Ulama bertanya lagi "Karena apa Alloh memberikan hal tersebut? Apakah karena kasih sayang baginda terhadap sesama, atau karena adil baginda dalam memerintah, atau karena sungguh-sungguh baginda dalam beribadah?" Sayidina Ummar menjawab "Ketika Kalian meletakkan aku di liang lahat, dan menutupinya dengan tanah, dan kalian meninggalkan ku sendirian, saat itulah datang kepadaku dua Malaikat yang sangat hebat keduanya sehingga membuat akalku hilang sejenak dan menciut nyaliku, kedua Malaikat itu meraihku dan memndudukanku, namun ketika dua malaikat itu akan meng interogasi, tiba-tiba aku mendengar suara hatif (Suara tanpa Jinis), ia berkata "Tidak kah kalian melihat dia hambaku, janganlah kalian menakut-nakutinya karena aku telah mengasihinya dan menerima taubatnya, karena dia telah mengasihi burung ketika di dunia maka aku telah mengasihi dia di akhirat. Subhanalloh, burung saja yang kita jaga kita kasihani dapat imbalan yang begitu sempurna dari alloh, bayangkan jika Manusia yang kedudukannya lebih tinggi dari pada burung kita kasihani, berpikirlah orang-orang yang berakal. والله اعلم بالصواب
الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من في الارض يرحمكم من في السماء.
Hadis pertama ini datang dari Abdullah bin Umar Radiallohu anhuma,
Kira-kira terjemahan bebasnya seperti ini:
Orang-orang yang selalu berlaku baik berbelas kasih terhadap sesamanya, orang-orang yang selalu mencintai dan mengasihi membantu kesulitan orang lemah, baik itu tenaga, pikiran apalagi materi maka mereka akan mendapatkan perlakuan yang sama dari alloh yang maha rohman, maka kata Nabi melanjutkan, berbelas kasihlah kalian terhadap apapun yang ada di muka bumi maka akan berbelas kasih pula terhadap kalian apa yang ada di langit.
Untuk menguatkan hadits ini ada sebuah hikayat dari sayidina Ummar RA:
Alkisah suatu hari sayidina Ummar RA berkeliling jalan kaki di kota Madinah, tiba-tiba beliau melihat seorang anak kecil sedang asik bermain dengan burung-burung kesayangannya, Sayidina Ummar merasa kasihan terhadap burung-burung itu lalu beliau mendekati anak kecil tersebut, singkat cerita burung-burung itu di beli oleh sayidina Ummar lalu beliau melepaskan semuanya.
Waktu berlalu dengan cepat dan tibalah pada ajal menjemput Sayidina Ummar RA, setelah wafat, para ulama jumhur (orang-orang yang ahli di bidang Ilmu) melihat Sayidina Ummar dalam mimpinya dan bertanyalah para ulama ini "Apa yang Alloh lakukan terhadap baginda?" Sayidina Ummar menjawab "Alloh telah menerima taubatku dan memaafkan semua kesalahanku" Para Ulama bertanya lagi "Karena apa Alloh memberikan hal tersebut? Apakah karena kasih sayang baginda terhadap sesama, atau karena adil baginda dalam memerintah, atau karena sungguh-sungguh baginda dalam beribadah?" Sayidina Ummar menjawab "Ketika Kalian meletakkan aku di liang lahat, dan menutupinya dengan tanah, dan kalian meninggalkan ku sendirian, saat itulah datang kepadaku dua Malaikat yang sangat hebat keduanya sehingga membuat akalku hilang sejenak dan menciut nyaliku, kedua Malaikat itu meraihku dan memndudukanku, namun ketika dua malaikat itu akan meng interogasi, tiba-tiba aku mendengar suara hatif (Suara tanpa Jinis), ia berkata "Tidak kah kalian melihat dia hambaku, janganlah kalian menakut-nakutinya karena aku telah mengasihinya dan menerima taubatnya, karena dia telah mengasihi burung ketika di dunia maka aku telah mengasihi dia di akhirat. Subhanalloh, burung saja yang kita jaga kita kasihani dapat imbalan yang begitu sempurna dari alloh, bayangkan jika Manusia yang kedudukannya lebih tinggi dari pada burung kita kasihani, berpikirlah orang-orang yang berakal. والله اعلم بالصواب
Label:
Hikayat
Subscribe to:
Posts (Atom)